Article thumbnail

HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KATARAK DI POLI KLINIK MATA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

By Yulia Dwiana Putri

Abstract

Katarak merupakan suatau penyebab kebutaan yang paling sering didunia. Banyak faktor resiko yang dapat menyebabkan katarak dan salah satunya adalah merokok. Di indonesia didapatkan prevalensi katarak sekitar 4,99%. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan desain cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan merokok dengan katarak di poliklinik mata RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2013. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling sebanyak 135 responden. Data dianaliss menggunakan metode bivariat yaitu uji chi square dengan confidence interval 95% dan ? 0,05. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji bivariat didapatkan nilai p = 0,00. Apabila dibandingkan dengan tidak merokok maka perokok berat 3,3 kali lebih tinggi menderita katarak daripada responden yang tidak merokok, pada perokok sedang 2,99 kali lebih tinggi menderita katarak daripada yang tidak merokok, dan perokok ringan 1,30 kali lebih tinggi menderita katarak daripada responden yang tidak merokok Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara merokok dengan katarak di Poliklinik Mata RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Makin berat derajat merokok maka semakin tinggi terjadinya katarak.Kata kunci: Katarak, Merokok, Indeks Brinkma

OAI identifier: oai:etd.unsyiah.ac.id:slims-21827

To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.

Suggested articles