research

Kajian Prediksi Beban Emisi Pencemar Udara (Tsp, Nox, So2, Hc, dan Co ) dan Gas Rumah Kaca (Co2, Ch4, dan N2o ) Sektor Transportasi Darat di Kota Surakarta dengan Metode Top Down dan Bottom Up

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk diiringi dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor ini selain berdampak positif juga memiliki dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan membandingkan hasil perhitungan beban emisi antara metode Top Down (konsumsi bahan bakar) dengan metode Bottom Up (jarak tempuh kendaraan) serta mengetahui distribusi spasialnya. Dengan metode Top Down beban emisi yang dihasilkan pada tahun 2014 yaitu TSP sebesar 196,50 ton/tahun, NOx sebesar 857,50 ton/tahun, SO2 sebesar 6,14 ton/tahun, HC sebesar 488,81 ton/tahun, CO sebesar 35.834 ton/tahun, dan CO2 ekuivalen sebesar 319.399 ton/tahun. Dengan metode Bottom Up beban emisi yang dihasilkan pada tahun 2014 yaitu TSP sebesar 496,16 ton/tahun, NOx sebesar 6.073 ton/tahun, SO2 sebesar 290,33 ton/tahun, HC sebesar 17.017 ton/tahun, CO sebesar 57.835 ton/tahun dan CO2 sebesar 492.492 ton/tahun. Sebaran beban emisi untuk semua jenis parameter hampir sama pada setiap grid. Beban emisi paling tinggi hanya berada di satu grid saja yaitu di antara desa Kemlayan, Timuran dan Keprabon Kota Surakarta

Similar works

Full text

thumbnail-image
oai:neliti.com:190816Last time updated on 11/16/2017

This paper was published in Neliti.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.