JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
    120 research outputs found

    Perancangan Tata Letak Pabrik Mie Lethek UD Garuda dengan Metode DBD, ALDEP, CORELAP dan MST

    Get PDF
    Penelitian ini melakukan perancangan layout fasilitas pada UMKM pembuatan mie lethek tradisional UD Garuda. UD Garuda saat ini belum memiliki pengetahuan dan pertimbangan yang cukup mengenai tata letak fasilitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari layout optimal bagi UD Garuda. Perancangan layout dilakukan dengan menggunakan Dimensionless Block Diagram (DBD), Automated Layout Design Program (ALDEP), Computerized Relationship Planning (CORELAP), dan Minimum Spanning Tree (MST). Metode yang paling efektif untuk merancang layout di UD Garuda adalah CORELAP, karena menghasilkan total proximity score yang lebih tinggi sebesar 705 dibandingkan dengan metode DBD (697) dan ALDEP (569). Perancangan layout ini membantu dalam mengoptimalkan hubungan kedekatan antar departemen, mengurangi material handling cost, dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan

    Optimalisasi Jumlah Permintaan dan Produksi CV. XYZ Menggunakan Software Simulasi Flexsim

    Get PDF
    CV. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang produksi sarung tangan dan tekstil. Adanya kesenjangan antara permintaan dengan jumlah produksi dimana yang menjadi tujuan pada penelitian ini adalah mengoptimalkan jumlah produksi sarung tangan, penelitian ini menggunakan Perangkat Lunak Flexsim sebagai perangkat lunak Simulasi Peristiwa Diskrit Untuk memodelkan lini produksi. Berdasarkan hasil analisis yang di peroleh beserta Batasan scenario yakni maksimal penambahan pekerja sebanyak 3 orang, maka diusulkan sebuah scenario perbaikan dimana perusahaan menambah masing masing 1 pekerja pada proses Jahit Variasi Badan-2, Jahit Sambung Jari-jari dan Jahit Lipat

    Perbaikan Kualitas Produk IKM X Dengan Penerapan Gugus Kendali Mutu

    Get PDF
    IKM X merupakan perusahaan yang memproduksi aneka keripik ubi dengan varian rasa yang bermacam–macam. Dalam menjalankan usahanya, IKM X mengalami kendala dimana masih tingginya persentase produk cacat yang dihasilkan mencapai 14%–15% berupa produk keripik pecah sehingga tidak dapat memenuhi kriteria yang diinginkan konsumen yakni produk yang sama ketebalannya dan tidak pecah. Atas dasar latar belakang ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian guna membantu IKM X dalam mencari solusi dari masalah tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengamatan pendahuluan untuk mendapatkan hipotesa awal penyebab tingginya jumlah produk cacat yang dihasilkan. Penelitian yang akan dilakukan selanjutnya menggunakan metode pendekatan Gugus Kendali Mutu (GKM) sebagai metode pengendalian kualitas dengan pertimbangan bahwa metode ini lebih mudah dan praktis, tidak membutuhkan perhitungan yang rumit,  dapat dipahami dan dilakukan oleh orang awam dan sangat sesuai diterapkan pada usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dari hasil penelitian diketahui ada stasiun kerja yang menghasilkan produk cacat paling banyak yaitu stasiun kerja pencampuran bumbu.  Dengan pendekatan metode GKM yaitu melakukan pendekatan menggunakan 8 langkah dan 7 alat dan setelah disarankan untuk diterapkan diperoleh penurunan jumlah produk cacat sebanyak 11,69%

    Supply Chain Performance Measurement for One Maintenance Cycle of Broiler Plasma Farm

    Get PDF
    To become a partner of a core company on a broiler plasma farm, a farmer must have good performance. The performance measurement of plasma farms was carried out by the core company with a number called performance index (IP), where this IP reflects the value of the plasma farmers that will be used by the core company to determine the next cooperative relationship. The IP calculation is done at the end of a maintenance cycle by the field extension officer (FEO) based on the results of daily reports. In determining the IP calculation, the factors seen are The Feed Consumption Rate (FCR), Mortality, and the use of drugs, vitamins, and chemicals. For Plasma farmers, the obtained IP was only a report from the results of work in one maintenance cycle, while management in the core supply chain process was not known, how the farm's performance was. Prior research succeeded in designing an instrument for Assess Supply Chain Performance for Broiler Plasma Farms using five core processes SCOR and Analytical Hierarchy (AHP) for weighting. This research will measure the supply chain performance of several Plasma farms with the designed instrument. From the results of this performance measurement, plasma farmers will get an idea of which core processes need to be improved so that the performance in the next cycle will be better. In addition, this research will also look for the correlation between the performance obtained and the IP that has been assessed by the core company

    Penerapan Metode CPM dan PERT Pada Proyek Konstruksi Gereja Kemah Tabernake PIK 2 Jakarta Utara

    Get PDF
    PT. TCI is a company operating in the construction sector which handles the construction of several projects, one of which is the Tabernacle Church project. In carrying out the project work, several factors/problems arose, resulting in an extension of the project foundation construction stage and increasing the project period and costs. The use of the CPM and PERT methods for implementing the foundation construction of the GKT project using the planned and actual schedules has been able to optimize the work, namely 123 days using the planned schedule and 150 days using the actual schedule. These results have found the critical path, so that by applying the CPM and PERT methods in this project, an estimated schedule can be obtained to speed up the project. The cost difference using the CPM, PERT and CPM-PERT methods for the planned schedule is IDR 304,000,000 (Three Hundred and Four Million Rupiah) , Rp. 264,000,000 (Two Hundred and Sixty Four Million Rupiah) and Rp. 264,000,000 (Two Hundred and Sixty Four Million Rupiah). The difference in costs using the CPM, PERT, CPM-PERT method for the actual schedule is IDR 344,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah), IDR 304,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah) and IDR 304,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah). These costs will be the contractor's profit

    Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Institusi Secara Online Pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    This study aims to analyze the factors of student satisfaction with the services of educational institutions during the Covid-19 pandemic. In December 2019, the issue of the corona virus spread in the world. Until March 2020, the issue of the corona virus reached Indonesia. Several new policies emerged from the Indonesian government based on the development of the corona virus issue, one of which was the service activities of educational institutions which were carried out face-to-face and then carried out non-face to face. Educational institutions are one of the institutions affected by this policy. The object of this research is active students in Indonesia. Data collection was carried out randomly by distributing online questionnaires through a structured evaluation form consisting of several questions to assess non-face-to-face services in educational institutions. Service quality (SERVQUAL) and interest performance analysis (IPA) are used as the methods in this study. Data analysis was performed using SPSS software. There is a gap value of -0.650 from the results of the analysis of service quality in educational institutions. This means that active students in Indonesia are dissatisfied with non-face-to-face services at educational institutions

    Pengendalian Kualitas Hasil Produksi Cetak Buku Dengan Menggunakan Metode Six Sigma

    Get PDF
    CV. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Produk grafika perusahaan ini adalah buku, majalah, kertas suara, dan lain sebagainya. Perusahaan ini pada umumnya sangat memperhatikan kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari pra cetak, cetak dan paska cetak. Permintaan tertinggi setiap bulannya adalah buku. Pada proses produksi masih ditemukan banyaknya produk cacat. Berdasarkan hasil pengumpulan data di tahun 2022, jumlah produk cacat adalah sebanyak 5970 dari 851.000 buku yang diproduksi. Faktor-faktor penyebab kecacatan adalah noda, berlipat, keriting, kesulitan dengan tinta, sobek, kertas bergelombang, keausan  pada bagian cetak dan garis timbul. Berdasarkan perhitungan dengan metode six sigma diperoleh bahwa nilai sigma tertinggi pada bulai April dan Oktober yaitu sebesar 4.73, hal tersebut disimpulkan bahwa kecacatan tidak terlalu tinggi pada bulan tersebut. Untuk meningkatkan nilai sigma diharapkan perusahaan tersebut memberikan pelatihan kepada operator dan mengganti mesin yang sudah tidak layak pakai

    Analisis Penjadwalan Proyek Pembangunan Jembatan Rel Kereta Api Bukit Putus - Padang Menggunakan Metode CPM Dan PERT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis waktu penyelesaian proyek dan efesiensi waktu sehingga dapat diperoleh penyelesaian proyek yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan analisis terhadap penjadwalan proyek pembangunan jembatan rel kereta api Bukit Putus-Padang dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan bantuan Software Microsoft Project. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) diperoleh waktu penyelesaian proyek yang sebelumnya 360 hari kerja menjadi 340 hari kerja dengan probabilitas 00,14%. Dan dengan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) diperoleh bahwa probabilitas pihak perusahaan menjalankan proyek selama 360 hari sebesar 99,78%

    Analisis Risiko K3 pada Bongkar Muat di Pelabuhan dengan Metode HAZOP (Hazard Analysis and Operability Study) (Studi Kasus : PT. XYZ)

    Get PDF
    Occupational Safety and Health (OHS) is one of the very important factors in the smooth production process so that the OHS program must be implemented in every company. One possible cause of accidents is still ignoring the requirements and regulations in OHS. Lack of awareness and concern for OHS, resulting in the risk of accidents occurring in the loading and unloading process such as blisters on the hands, slipping, and falling objects. In this case the Occupational Safety and Health (OHS) management is required to be implemented during the loading and unloading process because this is also part of the planning and control of the loading and unloading process. To analyze the hazards to OHS risk in this study, the HAZOP (Hazard Analysis and Operability Study) method aims to identify, provide assessments and overcome OHS risk factors. In the process of loading and unloading. Based on the assessment on the Risk Matrix, there are 3 (three) levels of risk levels that have the potential to cause work hazards. The level of risk consists of high risk, medium risk, low risk. From this research there are no sources of hazard that are of extreme value, 2 (two) hazard sources that have a "high risk" value are in "placing a crane, and loading and unloading, 4 (four) hazard sources that have a" moderate risk "value on "Preparing loading and unloading equipment, Installing slings and Hooks to crane cranes, Workers entering barges, and Directing transport trucks" and 1 (one) source of hazard which has a "low risk" value found in "Installing slings and hooks on hook cranes

    Analisis Faktor Penyebab Cacat Produk Pelumas Kemasan Lithos Dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada PT. X

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan yang bergerak di bidang usaha pelumas. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk pelumas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Penelitian ini meneliti pada filling station kemasan lithos. Pada Filling station kemasan lithos terdiri dari 6 filling line (FL), yaitu FL-1, FL-2, FL-3, FL-4, FL-5, dan FL-6. Pada tiap filling line ditemukan beberapa material reject yang jumlahnya tidak sedikit setiap harinya, seperti pada material botol, kardus, capper, dan label yang menyebabkan proses produksi tidak maksimal dan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisis untuk menemukan faktor penyebab cacat produk pelumas kemasan lithos yang paling kritis selama proses produksi berlangsung dengan menggunakan failure mode effect analysis (FMEA) berdasarkan risk priority number (RPN). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa material reject yang paling banyak terdapat pada material capper yaitu sebesar 51,2% kemudian material label sebesar 21%, material botol sebesar 14,7% dan material kardus sebesar 13,1%. Berdasarkan perhitungan nilai resiko prioritas pada metode FMEA, didapatkan nilai RPN tertinggi sebesar 294 untuk material reject capper. Berdasarkan hal tersebut, maka usulan perbaikan yang diberikan adalah melakukan visual inspection dan melakukan pergantian vendor material capper untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik

    117

    full texts

    120

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇