repository.lapan.go.id

    Informasi Cuaca Model WRF untuk Pariwisata

    No full text
    Hlm. 79-9

    Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Untuk Menilai Status Ekosistem Danau

    No full text
    Banyak danau di wilayah Indonesia mengalami degradasi yang diakibatkan karena konversi lahan yang tidak terkendali di daerah tangkapan air (DTA) danau, dan meningkatnya polusi air ke perairan danau.Kementerian Lingkungan Hidup telah mengeluarkan Pedoman Pengelolaan Ekosistem Danau yang memuat parameter-parameter yang berpengaruh terhadap status ekosistem danau, yang terdiri dari ekosistem terestrial DTA, ekosistem sepadan danau dan ekosistem perairan danau. Tujuan penulisan ini, sebagai Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, untuk pembuatan parameter-parameter yang menjadi indikasi status ekosistem danau berdasarkan data satelit penginderaan jauh, dan melakukan analisis perubahan status ekosistem danau dari waktu ke waktu. Kegiatan penelitian dilakukan pada beberapa danau yang termasuk dalam program penyelamatan 15 danau prioritas 2010-2014, dan data yang digunakan adalah citra satelit multi temporal (multi waktu) dan multi sensor (Landsat TM/ETM+/8, SPOT-4 dan IKONOS). Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh menggunakan citra satelit multi temporal dan multi sensor sangat berpotensi untuk memetakan beberapa parameter kunci status ekosistem danau dan melihat perubahan parameter tersebut dari waktu ke waktu dengan cukup akurat. Beberapa parameter yang dapat dipetakan adalah: perubahan lahan/vegetasi, koefisien aliran permukaan, laju erosi, luas permukaan air danau, sebaran vegetasi air dan kualitas air. Metode pemetaan laju erosi masih memerlukan kajian dan verifikasi lebih lanjut, sedangkan metode pemetaan beberapa parameter lain (perubahan lahan/vegetasi, sebaran keramba budidaya, koefisien limpasan, luas permukaan air danau, sebaran vegetasi air dan kualitas air) telah dapat digunakan untuk memberi gambaran mengenai perubahan status ekosistem danau.Hal.552-56

    Development And Test Of The Software For The Fligt Control Panel Of LSA-02 Tecnology Demonstrator Aircraft

    No full text
    The Flight Control Panel (FCP) is the interface for safety pilots and the Electronic Flight Control System (EFCS). The FCP display informs the safety pilot about active and available automatic modes, status of system error, and the aircraft flight state. The safety critical information that the pilot enter on FCP is to be forwarded directly to the Flight Control Computer (FCC) and mirrored to the FCP display. It must be ensured that the FCC correctly understood pilot commands before the pilot conforms its execution.Development and test of the software for the FCP are conducted according to the V-model. The process of FCP software development is started with te requirements specification, continued with the software design and ended with the integration and verification of the FCP software design.The design of FCP software consists of serial handling which has purpose of handling serial communication, CAN handling is to handle the CAN communication, and GUI handling is to handle the GUI or layout FCP software display. The conclusions from the thesis are the development of FCP software has been completed and the FCP software meets all the requirements.X, 62 hlm. : ill. ; 28 c

    Perhitungan Turunan Stabilitas Aerodinamik Wahana Terbang RKX-300-LPN

    No full text
    Hlm. 1-1

    Remote Sensing Technology for Estimation of Surface Energy Balance Components relate with Land Use and Land Cover in Semarang-Indonesia

    No full text
    Remote sensing reflectance and emittance data can be used to estimate various surface energy balance OM components needed to characterize net radiation (Rn), soil heat flux (G), sensible heat flux (H), and latent heat flux (LE) to defined mathematically. The significance of this study is the use of Landsat ETM satellite data to estimate SEB components to characterize the energy flux in different land cover types in the study area (Semarang-Indonesia using ErMapper, Arcview GIS, and Boxplot method for statistical analysis. The result is total area of Semarang is 144134 ha and dominated by open land (58154 ha) and plantation (57046 ha), then residence (11798 ha), paddy field (9453 ha), embankment (2826 ha), forest (2175 ha), waterbody (1651 ha), and industry (732 ha) respectively. LE in urban area (open land 25 W/m2, residence 26 W/m2 and industry 30 \Wm) are lowest than in vegetation area (paddy field 106 W/m2, plantation 116 W/m2, and forest 152 W/m2), and in water area (embankment 139 W/m2 and waterbody 176 W/m2). The calculation of proportion SEB components is more clearly denote that LE in urban area (18%) is lowest than in vegetation area (plantation 61%, forest 69% and paddy field 73%) or water area (waterbody and embankment 84%). Otherwise, H in urban area around 70% (industry 120 W/m2, residence 106 W/m2 and open land 98 W/m2) are highest than vegetation area about 25% (forest 50 W/m2 and plantation 58 W/m2), and wet area about 9% (embankment 15 W/m2, waterbody 19 W/m2 and paddy field 26 W/m2). Likewise for Rn in urban area (138-149 W/m2) relatively lower than vegetation (190-220 W/m2) and water area (166-210 W/m2). Whereas G in the urban area (residence 18 W/m2, industry 16 W/m2) relatively hi ,her than in vegetation (forest 13 W/m2) and water area (embankment 11 W/m2, and waterbody 13 W/m2). From the results of this research, the readers can understand the difference SEB components on any type of land cover.8 Hl

    ANALISA AIATEMATIKA UNTUK LINTASAN ROKET DAN SATELIT

    No full text
    Hlm. 302-31

    PENGARUH PROSES KOMPAKSI KERAMIK ALUMINA DENGAN ZIRKONIA 15% UNTUK BAHAN NOSEL ROKET RX 2020

    No full text
    Abstrak Keramik sebagai salah satu material yang terus menerus dikembangkan dan disempurnakan sifat-sifatnya, merupakan bahan alternatif pengganti logam yang potensial. Alasan utama untuk mengembangkan keramik adalah karena kemampuannya untuk memberikan sifat yang bisa diaplikasikan pada temperatur tinggi, seperti untuk nosel roket, dengan membuat dinding nosel lebih tipis akan mengurangi berat roket secara signifikan. Karakteristik material keramik salah satunya dipengaruhi oleh proses sintering, proses kompaksi dan ukuran butir. Oleh karena itu penelitian ini menekankan pada pengaruh kompaksi yang dilakukan pada kapasitas 20 ton, 30 ton, 40 ton, 50 ton dan 60 ton dengan menggunakan mesin press berkapasitas 100 ton, untuk distribusi ukuran butir dan temperatur pembakaran yang sama, dengan bahan campuran zirkonia 15 % dan 85 % alumina. Hasil penelitian menunjukkan kuat tank, kekerasan, kuat desak dan kekakuan meningkat sampai tekanan 60 ton.Hlm. 70-7
    repository.lapan.go.id
    Repository Dashboard
    Do you manage repository.lapan.go.id? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!