SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM

    Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Minat Belajar IPS-Geografi Siswa Kelas VIII- SMP Negeri 1 Soko Kabupaten Tuban.

    No full text
    ABSTRAK PelaksanaanpembelajarankooperatifIPS-Geografi selama ini kurangmaksimaldikarenakankurangnya contoh-contoh real yang dapat diamati oleh siswa. Hal tersebut  menjadikan pelajaran IPS-Geografi kurang meninggalkan makna dan manfaat untuk siswa.  Guru lebih menugaskan kepada siswa untuk berkelompok dan menugaskan untuk menyampaikan materi di depan kelas. Berdasarkan hasil observasi, kurangdari 25% siswa yang ikutaktifdalamdiskusisecarabersama-sama di kelas. Saat guru memberikantugasuntukdikerjakanpadatahapevaluasisiswakurangfokusdalammengerjakannya. Hanya 29% siswa yang mengerjakansecaramandiritanpabertanyakepadatemannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti mengambil langkah untuk menerapkan model pembelajaran GI. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakahpenerapan model pembelajarangroup investigationdapatmeningkatkanminatbelajarIPS-GeografisiswakelasVIII-D  SMP Negeri 1 Soko. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari tahap perencanaan, penelitian hingga pelaporan data. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan penyebaran angket. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-  SMP Negeri 1 Soko dengan jumlah 31 siswa pada KD mendeskripsikanpermasalahanlingkunganhidupdanupayapenanggulangannyadalampembangunanberkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat belajar siswa dengan peningkatan sebesar14,65. Saran yang diajukan pada penelitian ini adalah bagi guru ataupenelitiselanjutnya yang akanmenerapkan model pembelajaran GI sebaiknyamempersiapkansemuatahapan, khususnyatahappenyelidikan, denganmaksimal. Hal tersebutdikarenakanpadatahappenyelidikan yang dilakukan di luarruanganmembutuhkanpengawasandankontrol guru yang lebihbanyakdaripada di dalamruangan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA KELAS X MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI 1 GEDEG MOJOKERTO

    No full text
    ABSTRAK   Lukmana, Devi Sintia Wulan Sari. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X Mata Pelajaran Geografi SMA Negeri I Gedeg Mojokerto. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.   Kata Kunci: Two Stay Two Stray, Kemampuan Komunikasi Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa kelas X MIA 4 di SMA Negeri I Gedeg Mojokerto masih rendah, hal ini nampak pada hasil observasi awal yang hanya ada 6 siswa yang berkomunikasi aktif. Ada beberapa kelemahan yang mempengaruhi rendahnya kemampuan komunikasi siswa yaitu: (1) siswa kurang aktif berkomunikasi dengan siswa yang lainnya, (2) siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti karena tidak percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa adalah model Two Stay Two Stray (TSTS). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran TSTS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus,  masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Tahapan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah diskusi dan tanya jawab yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model TSTS. Pada model TSTS siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok heterogen, dimana kelompok tersebut berjumlah 4 orang siswa, setelah itu siswa akan bertamu kekelompok yang lain untuk mendapatkan informasi, sedangkan dua lainnya tetap tinggal dalam kelompoknya untuk membagikan informasi kepada kelompok tamu, setelah itu siswa yang bertamu kembali ke kelompoknya untuk membagikan informasi yang sudah didapatkannya. Hasil yang diperoleh, yaitu penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dari siklus I ke siklus II. Hal tersebut terlihat pada rata-rata kemampuan komunikasi siswa yang  semakin meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 19,6%. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada sekolah untuk menggunakan TSTS sebagai alternatif pertimbangan penggunaan variasi model mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran sekolah. Bagi guru geografi, TSTS sebagai salah satu alternatif dalam melaksanakan proses pembelajaran geografi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Bagi penelitian lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran TSTS untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada materi pembelajaran yang lain

    Integrasi Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah Ruang Terbuka Hijau di Kota malang

    No full text
    ABSTRAK   Riwanti, Lintang Ayu.2015. Integrasi Sistem Informasi Geografi Dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah  Ruang Terbuka Hijau Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si (2) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, Penginderaan jauh, Pengembangan Wilayah, Ruang Terbuka Hijau Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang, mengakibatkan banyak mengalami penurunan kualitas lingkungan, dengan adanya peningkatan temperatur yang berkisar 9oC dalam jangka waktu 6 tahun dari tahun 2002 hingga tahun 2008. Penggunaan lahan di perkotaan dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan kebutuhan lahan sehingga terjadi berubahnya RTH menjadi area permukiman, pertokoan, hotel, pompa bensin, mall dan bangunan komersil lainnya. Kurangnya pengendalian terhadap perkembangan kota dapat menyebabkan berubahnya fungsi ruang terbuka hijau, untuk tercapainya pengelolaan RTH diperlukan adanya rekomendasi sebagai alternatif dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan wilayah Ruang Terbuka Hijau, dengan menggunakan data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini membahas tentang kecukupan kebutuhan RTH berdasarkan Perda dan jumlah penduduk, perubahan luas RTH serta arahan pengembangan wilayah RTH. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan metode survei serta teknik analisis data spasial sistem informasi geografi menggunakan sampel grid bujur sangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, citra quickbird memiliki nilai ketelitian interpretasi 97% dan pemetaan 94%, terkait interpretasi objek RTH dengan menggunakan unsur berdasarkan warna dan rona, bentuk serta asosiasi. Kondisi BWK Malang Tengah mendapatkan nilai E  dengan kriteria lebih dari minus 400 Ha sebagai perolehan nilai terendah kecukupan RTH. Perolehan  nilai tertinggi berada pada BWK Malang Tenggara dengan perolehan nilai A dengan kriteria lebih dari 800 Ha. Secara keseluruhan perubahan luas RTH wilayah mencapai 767,78 Ha selama periode 10 tahun yang terjadi pada tahun 2004 dibandingkan dengan kondisi tahun 2014. Prioritas zona pengembangan RTH berada pada wilayah BWK Malang Tengah dan BWK Malang Timur Laut. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk dapat memenuhi kecukupan RTH dengan dilakukannya perencanaan serta tindak lanjut dalam pengelolaan dan pelestarian, terutama oleh pihak pemerintah. Pengembangan wilayah pada zona kecukupan RTH, yaitu dengan mempertahankan jumlah luasan RTH yang ada, sedangkan pada zona pengembangan RTH, diharuskan untuk melakukan pengelolaan dengan menambah luasan RTH yang dapat diusahakan mencukupi kebutuhan

    Pemetaan Sebaran Tingkat Kesehatan Rumah Pada Kawasan Padat Penduduk di Kelurahan Krian Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK   Rusintan, Rizqi Eka. 2015. Pemetaan Sebaran Tingkat Kesehatan Rumah Pada Kawasan Padat Penduduk Di Kelurahan Krian Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mustofa, M.Pd (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd   Kata Kunci: Penduduk, Permukiman, Rumah, Pemetaan   Kepadatan penduduk menyebabkan permukiman di suatu wilayah menjadi padat. Permukiman padat akan menimbulkan suatu masalah dalam kesehatan lingkungan. Kelurahan Krian merupakan wilayah yang padat penduduk karena memilki lokasi yang strategis dengan pusat perdagangan di Kecamatan Krian. Keadaan ini menyebabkan kualitas kesehatan lingkungan permukiman di beberapa wilayah di Kelurahan Krian menjadi semakin turun kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispsikan kondisi rumah serta sarana dan prasarana di Kelurahan Krian. Penelitian ini juga bertujuan untuk memetakan tingkat kesehatan rumah di Kelurahan Krian, sehingga dapat diketahui bagaimana pola persebarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan metode survey. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik proposional random sampling. Sampel ditentukan  berdasarkan jumlah rumah yang tersebar di 9 RW, sehingga menghasilkan sampel sebesar 131. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan tabel tabulasi tunggal. Data yang telah terkumpul kemudian digunakan sebagai acuan untuk memetakan tingkat kesehatan rumah dengan software ArcGIS. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar kondisi rumah dan kondisi sarana prasarana permukiman di Kelurahan Krian sebagian besar  cukup sehat yakni dengan prestase sebesar 35%. Rumah sangat sehat dan sehat tersebar di Lingkungan Magersari, Jagalan dan Ngingas Timur. Rumah cukup sehat tersebar hampir merata di seluruh RW. Rumah tidak sehat berada di Lingkugan Krajan Timur yang berada di dekat pasar dan rumah tidak sehat juga berada di Lingkungan Gresikan

    Pengaruh Scientific Method berdasarkanTeori John Stuart Mill terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Talun

    No full text
    ABSTRAK   Ningrum, ErlinaAgustia. 2015. Pengaruh Scientific Method berdasarkanTeori John Stuart Mill terhadapHasilBelajarGeografiSiswaKelas XI SMA Negeri 1 Talun.Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kuci: Scientific MethodJohn Stuart Mill, HasilBelajar Scientific methodmerupakanpembelajaranyang mampumeningkatkanhasilbelajarsiswa.Rendahnyahasilbelajarsiswadalampembelajaranmerupakanpermasalahan yang seringterjadi.Penggunaan scientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill menggunakanmasalahnyata di lingkungansebagaisuatukonteksbagisiswauntukbelajartentangcaraberpikirkritisdanilmiah. Pembelajaraniniakanmengubahcarabelajarsiswa. Siswadapatbelajarsecaraberkelompokmenyelesaikanpermasalahan yang diperolehsecaralangsungmelaluieksperimen.Melaluikerjasamadaneksperimensecaranyatamembuatsiswamemperolehpengalamansendiri.Selainitulangkah-langkahdalampembelajaranmenjadikansiswalebihaktifdalambelajardanpemahamanlebihmatangakanmembuathasilbelajarsiswalebih optimal. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpengaruhscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill terhadaphasilbelajargeografisiswakelas XI SMA Negeri 1 Talun.Metodepenelitianinimenggunakanpenelitianquasi experiment.Rancanganpenelitianeksperimensemuiniadalahpretest-postest control grup. Perlakuanpadakelaseksperimenmenggunakanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill sedangkanpadakelaskontroldiberikanperlakuandenganmetodeceramah. Data dikumpulkandengancarapretestdanposttest. Analisisdata dalampenelitianinimenggunakanuji-t (t-test). Hasildalampenelitianinimenunjukkanadanyapengaruh yang signifikanantarahasilbelajargeografisiswa yang belajardenganmenggunakanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill dengansiswa yang hanyabelajardengan model ceramah.Selainitudapatdikemukakanjugabahwascientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill lebihefektifdaripada model ceramahdalammeningkatkanhasilbelajargeografisiswa.Hal inidapatdilihatdari rata-rata hasilbelajargeografisiswakelaseksperimenlebihtinggidaripadasiswakelaskontrol. Berdasarkanhasilanalisisdanpembahasanpenelitian, diperolehkesimpulanbahwaadapengaruhpenggunaan model pembelajaranscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill terhadaphasilbelajargeografisiswakelas XI SMA Negeri 1 Talun.Pelaksanaanscientific methodjugamemilikikekurangandalamtiaptahapannya, sehinggadalampelaksanaannyaharusdiperhatikanhal-hal yang terdapatpadasetiaptahapanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill danperluadanyapersiapan yang matang agar metodetersebutbisaterlaksanadenganbaik

    Pengaruh Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal di sekitar Lokasi Pabrik Kertas Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Hadi, Syafiq al. 2015. Pengaruh Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal di Sekitar Lokasi Pabrik Kertas Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si (II) Drs. Didik Taryana, M.Si   Kata Kunci: limbah cair, pabrik kertas, kualitas air tanah.   Pabrik kertas merupakan salah satu kegiatan industri yang menghasilkan limbah cair. Limbah yang dihasilkan menjadi salah satu permasalahan apabila tanpa adanya proses PAL yang baik, karena dapat memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan dan berdampak pada menurunnya kualitas air tanah. Data dan hasil Tim Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah pada juni 2014 bahwa hasil pengukuran limbah pabrik kertas Jasem yang dibuang ke sungai melebihi standar baku mutu air yang ditetapkan pemerintah menurut SK.GUB.JATIM No. 72 Tahun 2013. Menurut Marjuki (1991) air sungai yang kualitasnya menurun akan mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Hal tersebut terjadi disekitar lokasi pabrik kertas Jasem yaitu kondisi air tanah yang keruh dan berbau, penurunan kualitas air tersebut diperkuat berdasarkan data dari Puskemas Ngoro (2013) bahwa jumlah pasien diare berjumlah 2.663 kasus dan penyakit kulit 2.472 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air tanah disekitar pabrik kertas Jasem sesuai dengan baku mutu air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan mengetahui hubungan jarak pusat pembuangan limbah cair pabrik kertas dengan kualitas air tanah di sekitar pabrik kertas Jasem. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam memperoleh sampel air yang diteliti. Pengambilan sampel air tanah tersebut berdasarkan kepadatan penduduk di sekitar pembuangan limbah cair pabrik kertas dan disempadan sungai. Pengambilan sampel juga memperhatikan arah aliran sungai tempat pembuangan limbah. Indikator yang diteliti yaitu kandungan khlorida dan sulfat dalam air tanah. Untuk mengetahui kualitas air tanah di sekitar pabrik kertas sesuai atau tidak dengan standar baku mutu kualitas air, maka hasil uji laboratorium air tanah dibandingkan dengan baku mutu air bersih kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang baku mutu air bersih. Untuk mengetahui hubungan jarak pusat pembuangan limbah cair pabrik kertas dengan kualitas air tanah digunakan uji statistik korelasi Product-Moment. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan tabulasi tunggal dan analisis menggunakan uji statistik korelasi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, parameter khlorida melebihi standar baku yaitu antara 11,0-40,7 mg/l (standar 1 mg/l). Nilai r korelasi Product-Moment yaitu 0,697, berarti terdapat hubungan sedang antara parameter khlorida dan jarak pengambilan sampel, nilai signifikansi sebesar 0,055 artinya tidak signifikan. Parameter sulfat masih dibawah standar baku mutu kelas I yaitu antara 10,28-20,84 mg/l (standar 400 mg/l). Nilai r korelasi Product-Moment yaitu 0,640, berarti terdapat hubungan sedang antara parameter sulfat dengan jarak pengambilan sampel, nilai sig. sebesar 0,088, artinya tidak signifikan

    Studi Pengaruh Program Program Bina Keluarga Balita (BKB) Terhadap Dampak Tumbuh Kembang Anak Balita 6-24 Bulan Di Desa Grobyok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember tahun 2016

    No full text
    RINGKASAN Perkembangan pertumbuhan adalah dua perbedaan fenomena, namun terkait dan sulitdipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang adalah pola asuh (parenting nutrition), pola cinta (emosi atau kasiih sayang), dan pola mengajar (rangsangan mental). Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu program Keluarga Berencana (BKB) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk membangun pertumbuhan balita seiring bertambahnya usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program Bina Keluarga Balita (BKB) terhadap perkembangan dan pertumbuhan balita 6-24 bulan. Sampelnya adalah balita 6-24 bulan 130 balita (65 balita yang keluarganya ikut serta tidak ikut serta dalam BKB). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang dan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS 18.00 for Windows. Hasil tabulasi tunggal dan tabulasi silang yaitu umur balita peserta BKB  terbanyak yaitu 13-12 bulan dan bukan peserta BKB terbanyak yaitu 6-12 bulan, pendidikan ibu peserta BKB terbanyak yaitu 9tahun atau sama dengan lulus SLTP dan pendidikan ibu bukan peserta BKB terbanyak yaitu 6 tahun atau sama dengan lulus SD, pendapatan peserta BKB lebih dari UMR terbanyak 25 responden dan bukan peserta BKB kurang dari UMR terbanyak yaitu 40 responden.Pola asuh gizi peserta BKB baik dan bukan peserta BKB kurang. Pola asih peserta BKB baik dan bukan peserta BKB sedang. Pola asah peserta BKB baik dan bukan peserta BKB kurang. Variabel Pendidikan Ibu memiliki pengaruh positif (+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,006. Variabel Pendapatan berpengaruh negatif(-) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi -1.282E. Variabel Pola Asuh Gizi  memiliki pengaruh negatif(-) terhadap tumbuh kembang  dengan nilai signifikansi -0,004. Variabel pola asih berpengaruh positif (+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,048, sedangkan variabel pola asah memiliki pengaruh positif(+) terhadap tumbuh kembang dengan nilai signifikansi 0,115. Kata Kunci: Bina Keluarga Balita (BKB),Pertumbuhan dan Perkembangan Balit

    Studi Pola Asuh Anak Pada PUS yang Menikah Usia Dini dengan PUS yang Menikah Usia Ideal di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang

    No full text
    RINGKASAN Pola asuh anak merupakan tata cara mengasuh anak yang dilakukan orangtua terhadap anaknya dengan perlakuan yang konsisten dari waktu ke waktu. Untuk membentuk karakter anak yang baik maka diperlukan pengasuhan yang benar dari orangtua. Terdapat tiga pola asuh anak yaitu: demokratis, otoriter, dan permissif. Pola asuh anak tipe demokratis memiliki dampak yang lebih baik terhadap pembentukan karakter anak dibandingkan tipe pola asuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap pola asuh anak. Kedua untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pola asuh anak yang digunakan PUS yang menikah usia dini dan usia ideal. Desain penelitian merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan dua jenis pendekatan yakni asosiatif dan komparatif. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan usia nikah pertama dengan pola asuh anak. Orangtua yang berpendidikan rendah, berpendapatan menengah ke bawah cenderung menggunakan pola asuh yang kurang memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakakter anak yaitu permissif dan otoriter. Hasil ini berbeda dengan orangtua yang berpendidikan tinggi dan memiliki pendapatan menengah ke atas lebih cenderung menggunakan pola asuh demokratis yaitu pola asuh yang mengedepankan kasih sayang juga ketegasan didalam pengasuhan. Besarnya kekuatan hubungan antara pendidikan dengan pola asuh anak, lebih kuat dibandingkan pendapatan dengan pola asuh anak. PUS yang menikah usia dini sebagian besar menggunakan pola asuh permissif, sedangkan untuk PUS yang menikah diusia ideal sebagian besar menggunakan pola asuh demokratis. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan pola asuh pada PUS menikah dini dengan PUS menikah usia ideal. Melihat dampak yang dapat ditimbulkan dari masing-masing tipe pola asuh anak, maka perlu adanya sosialisasi kepada ibu dan calon ibu mengenai pola asuh yang baik untuk membentuk karakter anak

    Etos Kerja Peserta Didik dalam Memasuki Dunia Kerja

    No full text
    RINGKASANAmir. 2019. Etos Kerja Peserta Didik dalam Memasuki Dunia Kerja (Studi Kasus Implementasi Pembelajaran di Magistra Utama) Tesis. Pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umi Dayati, M.Pd dan (II) Dr. Zulkarnain, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: Etos Kerja, Peserta Didik, Dunia KerjaMenumbuhkan etos kerja yang tinggi pada peserta didik perlu rancangan pendidikan yang mengedepankan pentingnya pendidikan yang bersifat soft and hard skill. Pentingnya etos kerja bagi peserta didik dalam memasuki dunia kerja untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi baik hard skill atau soft skill sehingga pendidikan dengan segala upayanya dituntut untuk selalu mampu beradaptasi dan mampu memecahkan segala persoalan yang dihadapi. Pendidikan dipandang sangat perlu untuk mengembangkan hard skill dan soft skill untuk mendidik manusia yang berkualitas karena keduanya dituntut untuk selalu beriringan dalam kegiatan yang bersifat interaksi secara sosial yang pada akhirnya akan melahirkan generasi hebat, mandiri dan memiliki kualitas yang tinggi.  Pada penelitian ini peneliti memiliki fokus dan tujuan penelitian adalah proses pembelajaran soft and hard skill di Magistra Utama dalam pembentukan etos kerja sebagai persiapan memasuki dunia kerja sedangkan tujuan penelitian yaitu: (a) mendeskripsikan proses pembelajaran soft and hard skill di Magistra Utama Malang, (b) mendeskripsikan proses pembentukan etos kerja dalam pembelajaran, dan (c) mendeskripsikan pembelajaran peserta didik dalam memasuki dunia kerja.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana lokasi penelitian dilakukan di Magistra Utama Malang Jalan Bogor 40 Malang Jawa Timur. Sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu data primer dan sekunder, sementara prosedur pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan sebagai berikut: (a) reduksi data, (b) penyajian data (display) dan, (c) penarikan kesimpulan/verifikasi. Tahap terakhir yaitu validasi data dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode.Hasil penelitian bahwa proses pembelajaran disampaikan beberapa materi yang memadukan aspek pendidikan soft and hard skill agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja dimana Magistra Utama sebagai lembaga pendidikan kursus dan pelatihan memiliki tanggungjawab bahwa tugas lembaga bukan hanya mendidik dan melatih sampai lulus, tetapi harus membantu setiap lulusannya untuk bekerja atau berwirausaha. Sistem pendidikan yang diterapkan yaitu triple competences seperti: (a) building the winning character, (b) job skill, dan (c) intrepreneur skill. Penyelenggaraan pendidikan untuk menambah keterampilan peserta didik agar lulusan mampu bersaing, kompeten dan memiliki etos kerja yang tinggi sehingga interaksi pendidikan softskill dan hardskill selalu diutamakan untuk keseimbangan pembelajaran karena perpaduan kegiatan pembelajaran di atas untuk memastikan lulusan berkualitas, bermutu, dan mempunyai etos kerja tinggi yang pada akhirnya peserta didik mampu bekerja sebelum lulus atau berhasil diterima kerja secara resmi oleh perusahaan.Mengacu kepada di atas, peneliti menyarankan kepada (1) pendidik/instruktur di Magistra Utama bahwa penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi yang bisa dijadikan untuk pengembangan pendidikan soft and hard skill kepada peserta didik sebagai media dalam mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja, (2) pengelola lembaga sebagai sumber dalam mengembangkan pendidikan soft and hard skill kepada peserta didik, dan  (3) peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian sesuai dengan kondisi jaman dan atau sesuai dengan keadaan masyarakat sekitar

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Bepikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 8 Malang

    No full text
    RINGKASANNafi’ah, Siti Umi. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Bepikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation (GI), Keterampilan Berpikir Kreatif Group Investigation (GI) merupakan model pembelajaran kooperatif yang memiliki keunggulan dalam memperbaiki performasi pembelajaran dan hasilnya. Pembelajaran Geografi dengan mempertimbangkan keterampilan berpikir kreatif belum berjalan optimal karena kurangnya latihan berpikir kreatif dan dasar-dasar berpikir kreatif belum dikuasai dengan baik oleh siswa. Berpikir kreatif diperlukan agar siswa dapat mengemukakan banyak ide atau gagasan dan mampu memikirkan cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran Group Investigation (GI) menjadikan siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis, analitis dan spasial. Namun pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kreatif belum diketahui.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran GI terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini termasuk Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 8 Malang kelas XI IPS 1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPS 3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang berjumlah empat butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Uji prasyarat terdiri uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan independent sample T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan model pembelajaran GI berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa Kelas XI SMAN 8 Malang karena dalam model pembelajaran tersebut mengharuskan siswa menyusun pertanyaan-pertanyaan baru dan menggali informasi lebih mendalam, sehingga siswa dapat membentuk pengetahuannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai Gain Score kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 13,5 untuk kelompok eksperimen dan 9,1 untuk kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis melalui analisis T-Test dengan perhitungan aplikasi SPSS 16.0 for Windows adalah 0,04. Jadi, model pembelajaran GI berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas XI SMAN 8 Malang. Berdasarkan temuan penelitian, diajukan dua saran. Pertama, disarankan bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran GI pada materi permasalahan yang diakibatkan oleh dinamika kependudukan karena sesuai dengan kegiatan yang dilaksankan. Kedua, saran untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan hasil penelitian dengan menggunakan variabel yang berbeda
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Repository Dashboard
    Do you manage SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!