SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Batu

    No full text
    ABSTRAK   Hidayati, Riska Wahyu. 2013. Penggunaan Media Fraction Circles untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Konsep Pecahan  di kelas III SDN Mulyorejo 3 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tumardi,S.Pd,M.Pd,(II) Drs.H.Sutrisno,S.Pd,M.Pd.   Kata Kunci: media fraction circles, pecahan, kualitas pembelajaran   Berdasarkan hasil observasi, pemberian soal tes awal penjajakan, dan wawancara yang peneliti lakukan di kelas III SDN Mulyorejo 3 Malang saat pembelajaran matematika didapatkan fakta bahwa sebagian besar siswa masih belum memahami konsep pecahan. Selain itu pembelajaran yang dilakukan guru belum menggunakan media. Siswa cenderung pasif bahkan terlihat kurang termotivasi untuk belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti melakukan upaya perbaikan pembelajaran agar lebih berkualitas dengan menggunakan media Fraction Circles untuk materi konsep pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan penggunakan media Fraction Circles untuk meningkatkan kualitas pembelajaran konsep pecahan di kelas III SDN Mulyorejo 3 Malang, 2) mendeskripsikan peningkatan kualitas pembelajaran konsep pecahan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media Fraction Circles. Kualitas pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu adanya perubahan tindakan pembelajaran yang dilakukan guru menjadi semakin baik dan adanya peningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa setelah menggunakan media Fraction Circles. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa langkah-langkah pembelajaran konsep pecahan dengan menggunakan media Fraction Circles yaitu: 1) menarik perhatian siswa dengan melakukan apersepsi, 2) menginformasikan tujuan, manfaat, dan tahapan pembelajaran, 3) membentuk siswa menjadi beberapa kelompok, 4) membagiakan media Fraction Circles kepada setiap siswa, 5) mendemonstrasikan penggunaan media, 6) membagikan Lembar Kerja Kelompok (LKK), 7) membimbing dan memberikan penguatan, 8) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan hasil pekerjanya, 9) memberikan pertanyaan secara lisan kepada siswa mengenai pecahan, 10) memberikan soal evaluasi, 11) mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran. Kualitas pembelajaran setelah dilakukan pembelajaran pecahan dengan menggunakan media Fraction Circles menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan siswa dari siklus I mencapai skor 74,5% menjadi 91 % pada siklus II. Selain itu terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang nampak pada nilai tes dari rata-rata pra tindakan sebesar 68,5 menjadi 78,10 pada siklus I dan menjadi 90,34 pada siklus II. Tindakan pembelajaran guru mengalami perbaikan dan peningkatan dari siklus I mencapai skor 80,25% menjadi 96,05% pada siklus II.

    Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang

    No full text
    ABSTRAK   Khotimah, Usnul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Yusuf Suharto.   Kata Kunci: Model pembelajaran talking stick, hasil belajar geografi   Observasi pada bulan Oktober 2012 di SMA Tamansiswa (Taman Madya) menunjukkan adanya kesenjangan antara standar nasional dengan kondisi nyata yang ada di sekolah sehingga menyebabkan adanya permasalahan. Permasalahan tersebut yaitu  mengenai hasil belajar siswa yang rendah pada Ulangan Tengah Semester (UTS) Ganjil tahun ajaran 2012/2013. Hasil nilai rata-rata mata pelajaran geografi kelas XI IPS dari 31 siswa adalah 47,55 dengan nilai tertinggi 62 dan nilai terendah 28, sedangkan standar nilai ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah untuk kelas XI IPS adalah 75. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran talking stick. Berdasarkan permasalahan tersebut rumusan masalah pada penelitian ini yaitu ”bagaimanakah penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang?”. Jenis penelitian ini adalah PTK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kompetensi dasar: ”mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan” dengan menggunakan model pembelajaran talking stick.  Penelitian dilakukan di SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang dengan subjek penelitian kelas XI IPS SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang dengan jumlah 31 siswa. Data dalam penelitian ini adalah hasil belajar geografi siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes pada pra tindakan, siklus I dan siklus II. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan rata-rata hasil belajar siswa pra tindakan dengan siklus I dan siklus II dengan menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan 64,4 menjadi 76,8 pada siklus I atau meningkat sebesar 19,25%, dan dari siklus I 76,8 menjadi 88,6 pada siklus II atau meningkat sebesar 15,36%. Berdasarkan paparan tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian tindakan berhasil karena peningkatan hasil belajar sudah mencapai standar yang ditetapkan yaitu 15%. Pada saat pelaksanaan model pembelajaran talking stick guru harus memberikan penjelasan yang jelas mengenai sintak talking stick  agar siswa tidak ramai dan tongkat dapat berjalan sesuai urutan. Selain itu untuk mendorong semangat siswa pada saat pembelajaran, guru juga harus memperhatikan mengenai pemilihan lagu yang sesuai dengan karakteristik siswa.  

    Perubahan Pekerjaan dan Pendapatan Masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Nurrohmi, Yusnia. 2014. Perubahan Pekerjaan dan Pendapatan Masyarakat di  Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si., (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si.   Kata Kunci: perubahan, ekowisata mangrove bedul, pekerjaan, pendapatan   Perubahan kawasan Pantai Bedul sebagai kawasan ekowisata dengan nama Ekowisata Mangrove Bedul dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian hutan mangrove dan ekosistem di dalamnya terhadap pembalakan liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab serta untuk memberdayakan masyarakat lokal. Perubahan kawasan Bedul menjadi kawasan ekowisata menjadi peluang bagi masyarakat melakukan perubahan pekerjaan dari sektor nonwisata ke sektor wisata. Perubahan pekerjaan yang dilakukan masyarakat diharapkan memberikan perubahan pendapatan yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perubahan jumlah pengunjung Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, (2) Mengetahui perubahan pekerjaan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan (3) Mengetahui perubahan pendapatan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah jenis penelitian survey.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perubahan jumlah pengunjung mengalami peningkatan sebesar 530% pada tahun 2009 sampai 2010, pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 15,9%; pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 11,8%; pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 10,9%; dan pada tahun 2014 Bulan Januari sampai Oktober mengalami penurunan sebesar 34,3%; (2) Perubahan pekerjaan pokok yang dilakukan masyarakat sebesar 55%, sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan pokok sebesar 45%; perubahan pekerjaan sampingan masyarakat sebesar 52,5%; sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan sampingan sebesar 47,5%; dan (3) Rata-rata pendapatan pokok masyarakat mengalami peningkatan sebesar 43,8% dari Rp 507.250,- menjadi Rp 729.500,- sedangkan rata-rata jumlah pendapatan sampingan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 543% dari Rp 42.500,- menjadi Rp 273.250,-.

    Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Minat Belajar IPS-Geografi Siswa Kelas VIII- SMP Negeri 1 Soko Kabupaten Tuban.

    No full text
    ABSTRAK PelaksanaanpembelajarankooperatifIPS-Geografi selama ini kurangmaksimaldikarenakankurangnya contoh-contoh real yang dapat diamati oleh siswa. Hal tersebut  menjadikan pelajaran IPS-Geografi kurang meninggalkan makna dan manfaat untuk siswa.  Guru lebih menugaskan kepada siswa untuk berkelompok dan menugaskan untuk menyampaikan materi di depan kelas. Berdasarkan hasil observasi, kurangdari 25% siswa yang ikutaktifdalamdiskusisecarabersama-sama di kelas. Saat guru memberikantugasuntukdikerjakanpadatahapevaluasisiswakurangfokusdalammengerjakannya. Hanya 29% siswa yang mengerjakansecaramandiritanpabertanyakepadatemannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti mengambil langkah untuk menerapkan model pembelajaran GI. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakahpenerapan model pembelajarangroup investigationdapatmeningkatkanminatbelajarIPS-GeografisiswakelasVIII-D  SMP Negeri 1 Soko. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang menuntut peneliti untuk terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari tahap perencanaan, penelitian hingga pelaporan data. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan penyebaran angket. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-  SMP Negeri 1 Soko dengan jumlah 31 siswa pada KD mendeskripsikanpermasalahanlingkunganhidupdanupayapenanggulangannyadalampembangunanberkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat belajar siswa dengan peningkatan sebesar14,65. Saran yang diajukan pada penelitian ini adalah bagi guru ataupenelitiselanjutnya yang akanmenerapkan model pembelajaran GI sebaiknyamempersiapkansemuatahapan, khususnyatahappenyelidikan, denganmaksimal. Hal tersebutdikarenakanpadatahappenyelidikan yang dilakukan di luarruanganmembutuhkanpengawasandankontrol guru yang lebihbanyakdaripada di dalamruangan

    Pemetaan Sebaran Tingkat Kesehatan Rumah Pada Kawasan Padat Penduduk di Kelurahan Krian Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK   Rusintan, Rizqi Eka. 2015. Pemetaan Sebaran Tingkat Kesehatan Rumah Pada Kawasan Padat Penduduk Di Kelurahan Krian Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mustofa, M.Pd (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd   Kata Kunci: Penduduk, Permukiman, Rumah, Pemetaan   Kepadatan penduduk menyebabkan permukiman di suatu wilayah menjadi padat. Permukiman padat akan menimbulkan suatu masalah dalam kesehatan lingkungan. Kelurahan Krian merupakan wilayah yang padat penduduk karena memilki lokasi yang strategis dengan pusat perdagangan di Kecamatan Krian. Keadaan ini menyebabkan kualitas kesehatan lingkungan permukiman di beberapa wilayah di Kelurahan Krian menjadi semakin turun kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispsikan kondisi rumah serta sarana dan prasarana di Kelurahan Krian. Penelitian ini juga bertujuan untuk memetakan tingkat kesehatan rumah di Kelurahan Krian, sehingga dapat diketahui bagaimana pola persebarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan metode survey. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik proposional random sampling. Sampel ditentukan  berdasarkan jumlah rumah yang tersebar di 9 RW, sehingga menghasilkan sampel sebesar 131. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan tabel tabulasi tunggal. Data yang telah terkumpul kemudian digunakan sebagai acuan untuk memetakan tingkat kesehatan rumah dengan software ArcGIS. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar kondisi rumah dan kondisi sarana prasarana permukiman di Kelurahan Krian sebagian besar  cukup sehat yakni dengan prestase sebesar 35%. Rumah sangat sehat dan sehat tersebar di Lingkungan Magersari, Jagalan dan Ngingas Timur. Rumah cukup sehat tersebar hampir merata di seluruh RW. Rumah tidak sehat berada di Lingkugan Krajan Timur yang berada di dekat pasar dan rumah tidak sehat juga berada di Lingkungan Gresikan

    Pengaruh Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal di sekitar Lokasi Pabrik Kertas Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Hadi, Syafiq al. 2015. Pengaruh Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal di Sekitar Lokasi Pabrik Kertas Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si (II) Drs. Didik Taryana, M.Si   Kata Kunci: limbah cair, pabrik kertas, kualitas air tanah.   Pabrik kertas merupakan salah satu kegiatan industri yang menghasilkan limbah cair. Limbah yang dihasilkan menjadi salah satu permasalahan apabila tanpa adanya proses PAL yang baik, karena dapat memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan dan berdampak pada menurunnya kualitas air tanah. Data dan hasil Tim Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah pada juni 2014 bahwa hasil pengukuran limbah pabrik kertas Jasem yang dibuang ke sungai melebihi standar baku mutu air yang ditetapkan pemerintah menurut SK.GUB.JATIM No. 72 Tahun 2013. Menurut Marjuki (1991) air sungai yang kualitasnya menurun akan mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Hal tersebut terjadi disekitar lokasi pabrik kertas Jasem yaitu kondisi air tanah yang keruh dan berbau, penurunan kualitas air tersebut diperkuat berdasarkan data dari Puskemas Ngoro (2013) bahwa jumlah pasien diare berjumlah 2.663 kasus dan penyakit kulit 2.472 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air tanah disekitar pabrik kertas Jasem sesuai dengan baku mutu air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan mengetahui hubungan jarak pusat pembuangan limbah cair pabrik kertas dengan kualitas air tanah di sekitar pabrik kertas Jasem. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam memperoleh sampel air yang diteliti. Pengambilan sampel air tanah tersebut berdasarkan kepadatan penduduk di sekitar pembuangan limbah cair pabrik kertas dan disempadan sungai. Pengambilan sampel juga memperhatikan arah aliran sungai tempat pembuangan limbah. Indikator yang diteliti yaitu kandungan khlorida dan sulfat dalam air tanah. Untuk mengetahui kualitas air tanah di sekitar pabrik kertas sesuai atau tidak dengan standar baku mutu kualitas air, maka hasil uji laboratorium air tanah dibandingkan dengan baku mutu air bersih kelas I berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang baku mutu air bersih. Untuk mengetahui hubungan jarak pusat pembuangan limbah cair pabrik kertas dengan kualitas air tanah digunakan uji statistik korelasi Product-Moment. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan tabulasi tunggal dan analisis menggunakan uji statistik korelasi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, parameter khlorida melebihi standar baku yaitu antara 11,0-40,7 mg/l (standar 1 mg/l). Nilai r korelasi Product-Moment yaitu 0,697, berarti terdapat hubungan sedang antara parameter khlorida dan jarak pengambilan sampel, nilai signifikansi sebesar 0,055 artinya tidak signifikan. Parameter sulfat masih dibawah standar baku mutu kelas I yaitu antara 10,28-20,84 mg/l (standar 400 mg/l). Nilai r korelasi Product-Moment yaitu 0,640, berarti terdapat hubungan sedang antara parameter sulfat dengan jarak pengambilan sampel, nilai sig. sebesar 0,088, artinya tidak signifikan

    Pengaruh Scientific Method berdasarkanTeori John Stuart Mill terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Talun

    No full text
    ABSTRAK   Ningrum, ErlinaAgustia. 2015. Pengaruh Scientific Method berdasarkanTeori John Stuart Mill terhadapHasilBelajarGeografiSiswaKelas XI SMA Negeri 1 Talun.Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kuci: Scientific MethodJohn Stuart Mill, HasilBelajar Scientific methodmerupakanpembelajaranyang mampumeningkatkanhasilbelajarsiswa.Rendahnyahasilbelajarsiswadalampembelajaranmerupakanpermasalahan yang seringterjadi.Penggunaan scientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill menggunakanmasalahnyata di lingkungansebagaisuatukonteksbagisiswauntukbelajartentangcaraberpikirkritisdanilmiah. Pembelajaraniniakanmengubahcarabelajarsiswa. Siswadapatbelajarsecaraberkelompokmenyelesaikanpermasalahan yang diperolehsecaralangsungmelaluieksperimen.Melaluikerjasamadaneksperimensecaranyatamembuatsiswamemperolehpengalamansendiri.Selainitulangkah-langkahdalampembelajaranmenjadikansiswalebihaktifdalambelajardanpemahamanlebihmatangakanmembuathasilbelajarsiswalebih optimal. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpengaruhscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill terhadaphasilbelajargeografisiswakelas XI SMA Negeri 1 Talun.Metodepenelitianinimenggunakanpenelitianquasi experiment.Rancanganpenelitianeksperimensemuiniadalahpretest-postest control grup. Perlakuanpadakelaseksperimenmenggunakanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill sedangkanpadakelaskontroldiberikanperlakuandenganmetodeceramah. Data dikumpulkandengancarapretestdanposttest. Analisisdata dalampenelitianinimenggunakanuji-t (t-test). Hasildalampenelitianinimenunjukkanadanyapengaruh yang signifikanantarahasilbelajargeografisiswa yang belajardenganmenggunakanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill dengansiswa yang hanyabelajardengan model ceramah.Selainitudapatdikemukakanjugabahwascientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill lebihefektifdaripada model ceramahdalammeningkatkanhasilbelajargeografisiswa.Hal inidapatdilihatdari rata-rata hasilbelajargeografisiswakelaseksperimenlebihtinggidaripadasiswakelaskontrol. Berdasarkanhasilanalisisdanpembahasanpenelitian, diperolehkesimpulanbahwaadapengaruhpenggunaan model pembelajaranscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill terhadaphasilbelajargeografisiswakelas XI SMA Negeri 1 Talun.Pelaksanaanscientific methodjugamemilikikekurangandalamtiaptahapannya, sehinggadalampelaksanaannyaharusdiperhatikanhal-hal yang terdapatpadasetiaptahapanscientific methodberdasarkanteori John Stuart Mill danperluadanyapersiapan yang matang agar metodetersebutbisaterlaksanadenganbaik

    Integrasi Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah Ruang Terbuka Hijau di Kota malang

    No full text
    ABSTRAK   Riwanti, Lintang Ayu.2015. Integrasi Sistem Informasi Geografi Dan Penginderaan Jauh Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah  Ruang Terbuka Hijau Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si (2) Purwanto, S.Pd, M.Si Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, Penginderaan jauh, Pengembangan Wilayah, Ruang Terbuka Hijau Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang, mengakibatkan banyak mengalami penurunan kualitas lingkungan, dengan adanya peningkatan temperatur yang berkisar 9oC dalam jangka waktu 6 tahun dari tahun 2002 hingga tahun 2008. Penggunaan lahan di perkotaan dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan kebutuhan lahan sehingga terjadi berubahnya RTH menjadi area permukiman, pertokoan, hotel, pompa bensin, mall dan bangunan komersil lainnya. Kurangnya pengendalian terhadap perkembangan kota dapat menyebabkan berubahnya fungsi ruang terbuka hijau, untuk tercapainya pengelolaan RTH diperlukan adanya rekomendasi sebagai alternatif dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan wilayah Ruang Terbuka Hijau, dengan menggunakan data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini membahas tentang kecukupan kebutuhan RTH berdasarkan Perda dan jumlah penduduk, perubahan luas RTH serta arahan pengembangan wilayah RTH. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan metode survei serta teknik analisis data spasial sistem informasi geografi menggunakan sampel grid bujur sangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, citra quickbird memiliki nilai ketelitian interpretasi 97% dan pemetaan 94%, terkait interpretasi objek RTH dengan menggunakan unsur berdasarkan warna dan rona, bentuk serta asosiasi. Kondisi BWK Malang Tengah mendapatkan nilai E  dengan kriteria lebih dari minus 400 Ha sebagai perolehan nilai terendah kecukupan RTH. Perolehan  nilai tertinggi berada pada BWK Malang Tenggara dengan perolehan nilai A dengan kriteria lebih dari 800 Ha. Secara keseluruhan perubahan luas RTH wilayah mencapai 767,78 Ha selama periode 10 tahun yang terjadi pada tahun 2004 dibandingkan dengan kondisi tahun 2014. Prioritas zona pengembangan RTH berada pada wilayah BWK Malang Tengah dan BWK Malang Timur Laut. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk dapat memenuhi kecukupan RTH dengan dilakukannya perencanaan serta tindak lanjut dalam pengelolaan dan pelestarian, terutama oleh pihak pemerintah. Pengembangan wilayah pada zona kecukupan RTH, yaitu dengan mempertahankan jumlah luasan RTH yang ada, sedangkan pada zona pengembangan RTH, diharuskan untuk melakukan pengelolaan dengan menambah luasan RTH yang dapat diusahakan mencukupi kebutuhan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA KELAS X MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI 1 GEDEG MOJOKERTO

    No full text
    ABSTRAK   Lukmana, Devi Sintia Wulan Sari. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X Mata Pelajaran Geografi SMA Negeri I Gedeg Mojokerto. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.   Kata Kunci: Two Stay Two Stray, Kemampuan Komunikasi Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa kelas X MIA 4 di SMA Negeri I Gedeg Mojokerto masih rendah, hal ini nampak pada hasil observasi awal yang hanya ada 6 siswa yang berkomunikasi aktif. Ada beberapa kelemahan yang mempengaruhi rendahnya kemampuan komunikasi siswa yaitu: (1) siswa kurang aktif berkomunikasi dengan siswa yang lainnya, (2) siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti karena tidak percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa adalah model Two Stay Two Stray (TSTS). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran TSTS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus,  masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Tahapan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah diskusi dan tanya jawab yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model TSTS. Pada model TSTS siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok heterogen, dimana kelompok tersebut berjumlah 4 orang siswa, setelah itu siswa akan bertamu kekelompok yang lain untuk mendapatkan informasi, sedangkan dua lainnya tetap tinggal dalam kelompoknya untuk membagikan informasi kepada kelompok tamu, setelah itu siswa yang bertamu kembali ke kelompoknya untuk membagikan informasi yang sudah didapatkannya. Hasil yang diperoleh, yaitu penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dari siklus I ke siklus II. Hal tersebut terlihat pada rata-rata kemampuan komunikasi siswa yang  semakin meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 19,6%. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada sekolah untuk menggunakan TSTS sebagai alternatif pertimbangan penggunaan variasi model mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran sekolah. Bagi guru geografi, TSTS sebagai salah satu alternatif dalam melaksanakan proses pembelajaran geografi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Bagi penelitian lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran TSTS untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada materi pembelajaran yang lain

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI BERMUATAN AL-QUR'AN DAN HADITS MATERI DINAMIKA PLANET BUMI

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Vidia Izza. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Geografi Bumi Bermuatan Al-Qur’an dan Hadits Materi Dinamika Planet. Skripsi.Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, MPd, (II) Drs. Budi Handoyo, MSi Kata Kunci: Bahan Ajar Geografi, Al-Qur’an dan Hadits, Dinamika Planet Bumi Pembelajaran Geografi dalam kurikulum 2013 tentu perlu pengaitan dengan Al-Qur’an dan hadits untuk meningkatkan keimanan siswa.Namun, selama ini belum ada bahan ajar Geografi dengan pengaitan Al-Qur’an dan hadits. Menurut analisis kebutuhan dan karakteristik siswa juga dibutuhkan bahan ajar Geografi yang memberikan sentuhan nilai agama.Oleh karena itu, pengembang mempunyai ide untuk membuat produk berupa Bahan Ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan Hadits. Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan hadits beserta menguji kelayakan produk tersebut. Pengembangan ini menggunakan model menurut Sadiman dengan tahap-tahap sebagai berikut.(1)   menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas, (3)  merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan, (4)  mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5)  menulis naskah media, (6) mengadakan tes dan revisi. Data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, praktisi lapangan, validasi oleh siswa, nilai pre-test dan post-test siswa. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari para validator di atas. Data-data ini berfungsi  untuk merevisi hasil produk bahan ajar Geografi. Nilaipre-test dan post-test berfungsi untuk mengetahui pengaruh bahan ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan Hadits terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa presentase hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, praktisi lapangan, pengguna secara berurutan adalah  86,7 %, 85%, 90%, 86,7%, 85%. Semua presentase ini berkriteria sangat valid. Namun hasil kriteria dari komentar dan saran berupa valid. Hasil analisis uji t dari hasi
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Do you manage SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!