SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir

    RANCANG BANGUN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR

    Get PDF
    RANCANG BANG UN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR. Dalam rangka pengendalian kualitas air yang berkaitan dengan pertumbuhan kerak, korosi dan mikro organisme yang terjadi padajalur pipa PAOI BROI dan PA02 BR02 sistem pendingin sekunder RSG-GAS, telah dilakukan rancang bangun sistem kelistrikan motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01102/03 meliputi rangkaian sistemkontrol motor pompa injeksi inhibitor PAQ02 APO I, rangkaian sistem kontrol motor pompa injeksi NaOCI PAQOI APOI, rangkaian sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 dan rangkaian sistem kontrolpompa pengaduk RW02. Rangkaian sistem kontrol motor pompa PAQ 02 APOI yang terpasang pada tangki inhibitor akan beroperasi pada saat kontrol konduktivitas CQOI menunjukkan kondisi blow down dan motorpompa PAQ02 AP02 tidak beroperasi pada saat kontrol level CL02 menunjukkan batas terendah. Denganrancang bangun sistem kelistrikan  motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01/02/03 ini diharapkan motor pompainjeksi NaOCI PAQOI APOI beroperasi secara kontinyu dan sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 beroperasi secara otomatis

    PENENTUAN DECAY GAMMA REAKTOR HTGR 10 MWth PADA BERBAGAI TINGKAT DAYA

    Get PDF
    Reaksi fisi yang terjadi dalam rektor menghasilkan sejumlah energi dalam bentuk radiasi gamma. Salah satu bentuk radiasi gamma yang penting untuk diketahui adalah gamma peluruhan (decay gamma). Decay gamma memegang peranan penting dalam perhitungan tebal perisai radiasi teras reaktor dan penentuan dosis radiasi bagi pekerja radiasi. Gamma peluruhan merupakan gamma yang berasal dari peluruhan inti dari produk fisi, produk aktivasi dan produk aktinida & anak luruhnya. Gamma peluruhan dapat ditentukan dengan code ORIGEN2.1 yang telah diverifikasi penggunaan library yang bersesuaian untuk reaktor jenis HTGR. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk menentukan gamma peluruhan dalam teras HTGR dengan daya 10 MWth yang identik dengan jenis reaktor yang akan dibangun oleh BATAN yaitu Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Parameter penting yang diperlukan dalam perhitungan antara lain variasi daya (mulai dari 1 hingga 10 MWth), siklus operasi EFPD dan komposisi massa penyusun teras. Hasil analisis menunjukkan bahwa gamma peluruhan yang dihasilkan selama reaktor beroperasi sebanding dengan daya operasi dan berbanding terbalik dengan waktu peluruhan hingga 32 tahun. Spektrum foton gamma peluruhan yang dihasilkan memiliki nilai yang tinggi pada rentang energi gamma yang rendah yaitu pada mean energy 0,01 MeV dan cenderung semakin kecil pada mean energy gamma yang tinggi. Kontribusi terbesar pada gamma peluruhan diperoleh dari gamma peluruhan hasil dari produk fisi.

    KAJIAN PENGARUH KONTAMINASI TERHADAP RUGI-RUGI DIELEKTRIK DAN BREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR

    Get PDF
    KAJIAN PENGARUH KONT AMINASI TERHADAP RUGI-RUGIDIELEKTRIK DANBREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR. Minyak transformator merupakan media isolasi dan pendingin pada transformator. Oleh karena itu  kemurnian dari minyak transformator harus selalu diperhatikan.Ketidakmumian dapat muncul dalam minyak transformator baru akibat proses pembuatan atau selama proses penyimpanan maupun selama pemakaian akibat pengaruh lingkungan, seperti uap air, gas, partikel padat dan lain-lain. Disamping itu temperatur minyak transformator harus selalu dijaga karena dapat menyebabkan terjadinya pemuaian sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi akibat pertambahan volume. Semua faktor tersebut merupakan penyebab timbulnya rugi-rugi dielektrik minyak transformator yang dapat menyebabkan kekuatan dielektrik minyak transformator menjadi berkurang sehingga akan mempercepat proses breakdown minyak transformator. Dari hasil pengukuran temperatur transformator menggunakan infrared thermograph typeThermo Tracer TH9100PM Vl/PW VI menunjukkan temperatur pada bagian konservator transformator BHT03 tipe minyak mencapai temperatur 89°C dan karena kondisi temperatur serta sirkulasi udara di ruangtransformator BHT03 yang senantiasa berubah maka pemuaian minyak transformator menjadi tidak konstan sehingga cenderung merusak komposisi minyak transformator tersebut, sedangkan pada pengukuran tahanan isolasi antar phasa-phasa diperoleh hasil 200.000 MQ dan phasa-netral sebesar 2.000 MQ, serta dari treatment minyak transformator BHT03 terhadap breakdown menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 87,33 kV /2,5 mm. Nilai ini lebih besar dari standar PLN yaitu ~ 30 kV/2,5 mm, sehingga minyak transformator BHT03 layakdigunakan setelah dilakukan treatment

    INTEGRASI UNTAI UJI BETA (UUB) DENGAN BAGIAN UJI HeaTING-01 PADA BAGIAN MEKANIK

    Get PDF
    Sesuai dengan tugas dan fungsi, Bidang Operasi Fasilitas (BOFa) - PTRKN bertanggung jawab mengelola berbagai fasilitas laboratorium termohidrolika, instrumentasi kalibrasidan peralatan elektromekanik. Untuk tahun 2011, program utama terfokus pada kegiatanpengembangan fasilitas laboratorium termohidrolika reaktor tipe PWR. Kegiatan ini diawali denganmodifikasi Instalasi Untai Uji BETA yang diintegrasikan dengan Bagian Uji HeaTiNG-01 sehinggaterbentuk suatu loop tertutup. Kegiatan modifikasi yang dilakukan adalah pemipaan baru padapendingin primer Untai Uji BETA dan penukar kalor kompak. Komisioning dilakukan denganpemanasan air pendingin hingga mencapai temperatur 90 ºC. Kemudian data-data eksperimendibandingkan dengan data sebelum modifikasi dilakukan. Hasil komisioning menunjukkan bahwaperbedaan temperatur pada cooler yang lama dan penukar kalor kompak yang baru masing-masingadalah 13,5 ºC dan 21,1 ºC. Dengan demikian sistem pendingin primer Untai Uji BETA setelahdimodifikasi dapat berfungsi dengan baik

    ANALISIS DESAIN MEDIA PENAMPUNG BAHAN BAKAR BEKAS REAKTOR DAYA EKSPERIMEN (RDE) MENGGUNAKAN MCNPX 2.6.0

    No full text
    Pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting. Dosis radiasi yang dihasilkan oleh bahan bakar bekas tersebut masih sangat besar, dan fasilitas yang dibutuhkan untuk penyimpanan bahan bakar bekas yang berjangka panjang. Aspek keselamatan yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas cukup banyak, namun aspek pertama yang perlu diperhatikan adalah menghindari kekritisan.Untuk menyelesaikan analisis desain media penampung bahan bakar bekas, penulis menggunakan program MCNPX.2.6.0. Dari hasil simulasi dan analisis data, diperoleh nilai tebal perisai yang aman untuk menahan paparan radiasi yaitu ≥ 21,9 cm untuk radial CZ, ≥19 cm untuk radial bottom, dan ≥37 cm untuk radial top. Di samping data tebal perisai, pada simulasi ini juga diperoleh distribusi laju dosis pada berbagai permukaan perisai, untuk tebal perisai radiasi 21,9 cm maka besar nilai laju dosis pada permukaan perisai bagian atas sebesar 9.2376E-08 Sv/jam, dan pada permukaan perisai bottom dengan tebal 19 cm sebesar 5.1549E-07 Sv/jam

    PENENTUAN INTENSITAS SUMBER GAMMA DI TERAS REAKTOR RISET BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM

    Get PDF
    Sumber radiasi gamma saat reaktorberoperasi adalah gamma tangkapan radiatif, gamma hasil fisi spontan dan gamma hasil peluruhanradionuklida dalam bentuk produk aktivasi, aktinida & anak luruhnya dan produk fisi. Salah satukarakteristik penting dari radiasi gamma yang berguna untuk desain perisai radiasi di sekitar terasreaktor sehingga menunjang keselamatan radiasi adalah intensitas sumber gamma (foton/s).Intensitas sumber gamma dalam bentuk tangkapan radiatif dan pembelahan spontan ditentukansecara analitik sedangkan intensitas sumber gamma peluruhan ditentukan dengan menggunakanORIGEN2.1. Salah satu bentuk persiapan awal dari kajian desain perisai radiasi untuk reaktor risetbaru berbahan bakar uranium molibdenum (UMo) yang dicanangkan dalam renstra BATAN 2010 –2014 adalah dengan menyiapkan data intensitas atau kuat sumber gamma. Penelitian dilakukandengan memvariasi densitas bahan bakar UMo untuk mengetahui pengaruh densitas terhadapintensitas sumber gamma. Densitas UMo divariasi mulai dari 5,92 g/cc hingga 9,47 g/cc. Hasilanalisis menunjukkan bahwa pada daya tetap, intensitas gamma dari jalur hasil peluruhanradionuklida memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan jenis gamma lainnya dan semakintinggi densitas bahan bakar UMo maka intensitas sumber gammanya semakin kecil dengan intensitasgamma terkecil 1,01 × 1019 foton/detik pada densitas 9,47 g/cc

    DEFEK SUBSTITUSI CESIUM DALAM SILICON CARBIDE PADA BAHAN BAKAR TRISO

    Get PDF
    DEFEK SUBSTITUSI CESIUM DALAM SILICON CARBIDE PADA BAHAN BAKAR TRISO. Lapisan SiC dalam bahan bakar TRISO berfungsi untuk mencegah terjadinya pelepasan produk fisi Cs ke lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan produk fisi Cesium (Cs) dalam jumlah besar ke dalam reaktor terjadi pada kondisi operasi. Mekanisme pelepasan Cs dalam SiC, dipelajari melalui studi defek Cs di dalam SiC menggunakan first-principles calculation berbasis metoda Teori Fungsional Kerapatan (Density Functional Theory-DFT). Jenis defek yang dihitung adalah substitusi dan interstisial Cs dalam supersel SiC (64 atom) menggunakan paket program PHASE/0 dengan pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Hasilnya menunjukkan bahwa Cs lebih stabil pada kondisi defek substitusi, dimana satu atom Cs mensubstitusi satu atom C dalam bulk SiC dengan nilai energi formasi berkisar antara 8,59 – 8,60 eV. Hasil tersebut mempunyai kesesuain tren dengan hasil perhitungan peneliti lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan dimungkinkan analisa lebih lanjut dengan defek yang lebih kompleks atau mekanisme lain untuk mengendalikan pelepasan Cs dalam lapisan SiC.Kata kunci: energi formasi, difusi, TRISO, DF

    KARAKTERISASI MIKROBA DALAM AIR PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS

    No full text
    Telah diperoleh hasil identifikasi karakteristik bakteri yang terkandung dalam air sistem pendingin sekunder RSG-GAS berdasarkan sifat-sifat morfologi sel, sifat-sifat fisiologi sel dan respon terhadap reaksi karbohidrat serta dihitung jumlah koloni bakteri dengan metode total plate count. Sampling air dilakukan pada beberapa tempat antara lain di kolam pendingin sekunder (1), setelah lewat kran (2), seteleh sistem penukar panas (3), dan air masuk ke kolam pendingin setelah lewat kran (4). Sampel dianalisis secara mikrobiologi menurut prosedur Bergey’s Manual. Berdasarkan hasil isolasi, telah teridentifikasi adanya spesies bakteri pereduksi sulfat dari species desulfococcus multivoran. Masing-masing, lokasi (1) mengandung 7,4 x 104 cfu/ml, lokasi (2) 6,9 x 104 cfu/ml, lokasi (3) 2,8 x 104 cfu/ml, dan lokasi (4) 1,9 x 104 cfu/ml. Hasil analisis dari keempat lokasi diperoleh bahwa kandungan bakteri masih dibawah spesifikasi air pendingin sekunder yaitu <106 cfu/ml. Ukuran mikro partikel bakteri 0,5 μ masih mampu lolos dari sistem filtrasi air pendingin kecuali memakai filter bakteri semi permeable berukuran 0,22 μ. Keberadaan bakteri pereduksi sulfat yang terakumulasi membentuk lapisan dapat menimbulkan biokorosi dan pada suatu saat dapat menurunkan kemampuan sistem pertukaran panas

    ANALISIS THERMAL-FLOW RGTT DENGAN PROGRAM THERMIX

    No full text
    ANALISIS THERMAL-FLOW RGTT DENGAN PROGRAM THERMIX. Analisis 2 dimensi (2D) diperlukan untuk mempelajari karakteristik thermal-flow reaktor di dalam kondisi tunak. Dibandingkan dengan code termal-hidraulik 3D yang telah mapan ATTICA3D (Advanced Thermal Hydraulics Tool for In-vessel & Core Analysis in 3D), code analisis sistem 2D yang baru THERMIX, yang dikembangkan oleh IKE dari University of Stuttgart berbasis TH2D, digunakan untuk melakukan kalkulasi dan analisis thermal-flow RGTT kondisi tunak. Suatu kalkulasi 2D untuk kondisi tunak diterapkan pada dasarnya untuk menunjukkan kemampuan simulasi 2D dari THERMIX, yang akan sangat bermanfaat pada tahap desain selanjutnya untuk konseptual desain RGTT. Berdasarkan perhitungan pada distribusi daya, perbandingan kalkulasi dua dimensi antara ATTICA3D dan THERMIX menunjukkan bahwa hasil-hasil utama yang meliputi penurunan tekanan dan distribusi temperatur berada dalam kesesuaian yang baik. Hasil simulasi 2D yang ditunjukkan dalam makalah ini masih hasil awal, dan pekerjaan penelitian lebih lanjut, seperti perbandingan dengan data eksperimental atau dengan beberapa code CFD komersial, perlu dilaksanakan dalam rangka untuk memvalidasi lebih lanjut code THERMIX dan mempelajari karakteristik 2D dari RGTT di masa mendatang.Kata Kunci : thermal-flow, RGTT, THERMIX, ATTICA3D, kondisi tuna

    OPTIMASI PEMBENTUKAN HI DAN H2SO4 PADA REAKSI BUNSEN UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI HIDROGEN

    Get PDF
    Teknologi proses produksi hidrogen secara termokimia telahmenjadi unggulan bila dikopel dengan reaktor nuklir temperatur tinggi. Proses ini hanya memerlukan energitermal untuk memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Implementasi rancangan eksperimen reaksiBunsen telah dilakukan. Bahan peralatan percobaan ini terdiri dari bahan kaca pyrex dan pipa teflon agar tahanterhadap serangan korosi, tekanan 2 bar dan suhu reaksi 120 oC. Percobaan telah dilakukan dengan parameterpengubah yaitu durasi reaksi, komposisi I2 dan H2O, sedangkan parameter tetap yaitu komposisi SO2,temperatur dan tekanan gas SO2 secara statis. Hasil percobaan optimasi dengan kondisi menunjukkan bahwaproduk reaksi Bunsen meningkat dengan bertambahnya fraksi I2, H2O dan durasi reaksi. Namun padapenambahan H2O peningkatan produk terbatas pada jumlah H2O 0,055 mol. Hasil analisis terhadap produkreaksi Bunsen menunjukkan bahwa reaktan yang bereaksi membentuk produk adalah sebesar 5,6 % dan reaktanyang belum bereaksi akan terus membentuk produk reaksi selama produk reaksi yang terjadi dipisahkan darireaktan
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Do you manage SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!