Etheses of Maulana Malik Ibrahim State Islamic University

    Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) terhadap kualitas kadar protein dan jumlah total mikroba pada tahu putih

    Get PDF
    INDONESIA: Tahu merupakan bahan pangan yang memiliki protein tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Menurunnya kadar protein pada produk pangan berarti menurunnya kualitas produk tersebut, terutama tahu. Kandungan protein yang tinggi pada tahu dapat menjadi media yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Alternatif yang aman dan mudah diaplikasikan yaitu dengan memanfaatkan air perasan jeruk nipis yang bisa menunda pertumbuhan mikroba. Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang bisa menunda pertumbuhan mikroba. Pada penelitian ini peneliti menggunakan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) dalam menentukan kualitas tahu meliputi kadar protein dan jumlah total mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) terhadap kualitas kadar protein dan jumlah total mikroba pada tahu putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi perasan jeruk yaitu konsentrasi 0%, 0,9%, 1,4% dan 2,1%. Faktor kedua adalah lama perendaman yaitu perendaman 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Teknik analisa data menggunakan Two Way Anova dan Uji Lanjut DMRT 5%, sedangkan uji organoleptik dianalisis menggunakan metode statistik non parametrik yaitu Uji Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi dan lama perendaman rata- rata kadar protein tertinggi yaitu pada konsentrasi 2,1% sebesar 3,083% pada hari pertama, 1,81% pada hari ke-2 dan 1,27% pada hari ke-3. Nilai rata-rata jumlah total mikroba tertinggi yaitu kontrol sebesar 2.85 Cfu/gram, sedangkan terendah pada konsentrasi 2,1%. Interaksi konsentrasi dan lama perendaman perendaman tertinggi pada kadar protein pada 2,1% sebesar 3,0833% pada perendaman sehari. Sedangkan interaksi konsentrasi dan lama perendaman terendah pada jumlah total mikrob pada konsentrasi 2,1% sebesar 0,4800 pada perendaman sehari. Dan hasil organoleptik tertinggi pada tekstur dan rasa pada konsentrasi 2,1% pada perendaman sehari. Uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam air perasan jeruk nipis, dimana pada konsentrasi 2,1% memiliki nilai rata-rata tertinggi pada kadar protein dan terendah pada jumlah total mikroba, akan tetapi semakin lama tahu direndam maka kadar proteinnya menurun dan jumlah total mikrobanya meningkat. Dan hasil uji organoleptik pada konsentrasi 2,1% dengan lama perendaman 1hari memiliki tingkat kesukaan panelis tertinggi. ENGLISH: Tofu is a food that has a high protein and It is consumed by the public. Decreased levels of protein on food product mean a decrease in the quality of the products, especially Tofu. The high protein in tofu can be a good medium for microbial growth. A safe and easy alternative is applied by utilizing extract lemon which could delay the growth of microbe. Lemon contains citric acid which can delay the growth of microbe. In this study, the researcher uses the extract lemon (Citrus aurantifolia S.) in determining the quality of the tofu include the protein content and the total number of microbe. The purpose of this research is to know the influence of concentration and long soaking in the extract lemon (Citrus aurantifolia S.) to the quality of protein content and total number of microbe in white tofu. This study uses Randomized Complete Design (RAL) factorial with two-factor treatment and 3 times repeat. The first factor is the concentration of the extract lemon that concentrations of 0%, 0.9%, 1.4% and 2.1%. The second factor is the long soaking namely soaking 1 day, 2 days and 3 days. The data analysis technique uses Two Way Anova and DMRT (Duncan Multiple Range Test) 5%, while organoleptic test is analyzed by using non-parametric statistical methods that is Kruskal Wallis Test. Based on the research results is obtained average value of different protein content in several variety of concentration and long soaking shows that protein content progressively decrease that is because the protein in degraded so that protein content decreased. The average value of the highest protein content is at concentrations of 2.1% run at 3,083% in 1 day soaking, 1, 81% at 2 days soaking and 1.27% in 3 days soaking. While the average value of the total number of microbe in several variety of concentration and different of long soaking show that the longer soaking, then the total number of microbe increased because of the longer the soaked tofu then microbe in the tofu multiply quickly. The average value of the highest total number of microbe that is control run at 2.85 Cfu/gram, and the lowest concentration of 2.1% on 1 day soaking, due to concentration at 2.1% more citric acid which is in extract lemon will tie up the growth of microbe. While the interaction of concentration and long soaking in extract lemon, the highest protein content of 3,0833%. The lowest total number of microbe of 0,4800 Cfu/gram is gained on the interaction of the concentration in the extractlemon on the concentration of 2.1% and long soaking is in 1 day. The same goes for the highest of organoleptic test on texture and color at concentration 2,1%.of 1 day soaking

    Efektivitas sterilisasi eksplan lapang Acacia mangium Willd dalam perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan

    Get PDF
    INDONESIA: Tanaman Acacia mangium merupakan spesies yang paling banyak ditanam, terutama pada Hutan Tanaman Industri (HTI) di Sumatera dan Kalimantan. Spesies ini dikembangkan untuk HTI karena pertumbuhannya yang cepat (dapat dipanen dalam umur 6-7 tahun). Hal ini karena persediaan pasokan bahan baku dari hutan alam produksi semakin menurun sedangkan kebutuhan bahan baku kayu industri perkayuan nasional terus meningkat. Tanaman Acacia mangium mempunyai kemampuan tumbuh pada lahan marjinal seperti alang-alang, kayunya cocok untuk berbagai keperluan seperti bahan baku pulp kertas, MDF (medium density fiber board), papan partikel (particle board) dan kayu pertukangan. Kultur tunas merupakan teknik budidaya untuk meningkatkan produktifitas tanaman Acacia mangium. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam kultur tunas dari lapang adalah teknik sterilisasi eksplan tunas Acacia mangium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahan sterilan NaOCl dan HgCl2 yang efektif dalam sterilisasi eksplan lapang Acacia mangium. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan berupa data kuantitatif dan kualitatif dengan uji statistik menggunakan ANOVA Two-Way. Adapun macam perlakuan kombinasinya adalah NaOCl dengan konsentrasi (0,5%; 1%; 2%, dan konsentrasi bertingkat (2%, 1%, 0,5%)). Dan perlakuan kedua yaitu HgCl2 dengan konsentrasi 0 mg/l; 0,05 mg/l; 0,1 mg/l; 0,15 mg/l, dan 0,2 mg/l). Kedua perlakuan tersebut dikombinasikan dan diujikan dengan lama perendaman eksplan lapang Acacia mangium selama 5 menit, 7 menit, dan 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan sterilan NaOCl dan HgCl2 berpengaruh terhadap persentase tingkat kontaminasi eksplan lapang Acacia mangium. Penggunaan bahan NaOCl dan HgCl2 yang efektif dalam sterilisasi eksplan lapang Acacia mangium dengan NaOCl pada konsentrasi 0,5% dan HgCl2 pada konsentrasi 0,15 mg/l pada lama perendaman eksplan Acacia mangium selama 10 menit. ENGLISH: The Acacia mangium is the species that most people plant, especially in the plant forest of Indonesia (HTI) in Sumatra and kalimantan islands, this species were fostered for HTI because of the fast growing (it able to use in only in the year of 6-7) this because of the supply of basic material needs from the forest production decreased, while the needs of industrial wood of national wood up surged. The Acacia mangium is able to grow in marginal feld such as coarse grass; the wood is capable for any industrial needs, (such as the basic needs of pulp paper, MDF (medium density fiber board), particle board, and trade wood. Tissue bud is the technique for increasing the productivity of Acacia mangium. A factor that really crucial to be success in tissue bud from the field is explants sterilization technique of the bud of Acacia mangium. This research is intended to know the use of the sterilization product of NAOCl and HgCl2, which is effective in the explants sterilization from the field in Acacia mangium. This research is dealing with the observation method, and the data were collected with the qualitative and quantitative method by the statistic test with ANOVE two-way. Besides, the kind of the combination of the product is NAOCL which is focused in (0,5%; 1%; 2%, and the stage of (2%, 1%, 0,5%)). And the second step is in HGCL2 which the concentration (0 mg/l; 0,05 mg/l; 0,1 mg/l; 0,15 mg/l, and 0,2 mg/l). The combination of two elements above were combined and examined with the length of the explants soak of Acacia mangium during 5 minutes, 7 minutes and 10 minutes. The result of the discussion showed that the use of the sterilization product of NAOCL and GHCL2 influenced through the percentage of the level explants of Acacia mangium. The utilizing of NAOCl and HGC2 that is effective in the field explants sterilization of Acacia mangium with NAOCl with the concentration in 0,5%, and HGCl2 through the concentration in 0,15 mg/l, in the length of the soak of Acacia mangium during 10 minutes

    Walimah al-'ursy sebelum akad nikah dalam tradisi pernihakan ge-wing: Studi kasus di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu

    Get PDF
    INDONESIA: Walimah al-’ursy merupakan salah satu rangkaian dari prosesi pernikahan yang berarti jamuan atau pesta. Pada umumnya walimah al-’ursy dilangsungkan setelah atau pada waktu akad nikah. Akan tetapi lain halnya dengan praktik walimah al-’ursy yang terjadi di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Ada fenomena menarik dimana masyarakat desa ini melangsungkan walimah al-’ursy sebelum adanya akad nikah dikarenakan kepercayaan masyarakat terhadap perhitungan neptu dengan kombinasi weton wage-pahing atau dikenal dengan istilah ge-wing. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengadakan penelitian ini dengan tujuan untuk memahami praktik walimah al-’ursy sebelum akad nikah dalam tradisi pernikahan ge-wing yang terjadi di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, serta pandangan masyarakat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sebagian besar data primer dikumpulkan melalui metode wawancara. Literatur dan dokumentasi terkait persoalan ini digunakan sebagai data skunder dan tersier. Setelahter kumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulanbahwa praktik walimah al-’ursy sebelum akad nikah ini dipengaruhi kepercayaan masyarakat desa Gunungsari terhadap bencana yang dibawa melalui pernikahan ge-wing. Berdasarkan dua model pernikahan yang terjadi, kedua akad nikah sama-sama dilakukan setelah matahari terbenam namun dengan runtutan yang berbeda. Adapun pandangan masyarakat desa Gunungsari sendiri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama, yakni mereka yang tidak mempercayai akan tradisi pernikahan ge-wing berpendapat bahwa walimah yang ada tersebut tidak diperbolehkan menurut Islam. Sedangkan kelompok kedua, yaitu mereka yang percaya terhadap tradisi ini berpendapat bahwa fenomena yang terjadi sah-sah saja untuk menghindari bencana yang dipercaya secara turun-temurun. ENGLISH: Walimah al-'Ursyisone of a seriesofwedding processionwhichmeansfeast or a banquet. In generalwalimah al-'Ursyheldafterorat the time ofthe marriage Settlement but in another case the walimah al-'Ursypractice that occurredinGunungsariBumiaji Batu. There isan interesting phenomenonin which the village community hold walimah al-'Ursy before the ceremony because of public confidence in the Neptu calculation with a combination of wage-Pahing or known as ge-wing. Based on these issues, the aim of this research is to understand the walimah al-'Ursy practice before the Marriage Settlement in ge-wing wedding tradition that occurred in Gunungsari Bumiaji Batu, as well as society's view of this practice. This research usesan empirical studywitha qualitative approach. Most of theprimary datawas collected through interviews. Related Literature and related issues documentation isused as the data of secondary and tertiary. After the data collected, the data is analyze dusing descriptive analytical method. Based on there search it is concluded that the walimah al-'Ursy practice before the marriage settlement is influenced the Gunungsari community confidence to disasters brought about through marriage ge-wing. Based on the two models of marriage that happens, both equally the marriage settlement performed after sunset, but with a different sequence. As for the view of Gunungsari community they can be classified into two groups. The first group, those who do not believe in marriage ge-wing tradition found the rewalimah thatis not allowed according to Islam. The second groups, those who believe in this tradition argue that the phenome non occurs legitimate to avoid the disaster that is trusted by generations

    Pengaruh media tanam dan pemberian konsentrasi Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang nangka terhadap semai jarak pagar (Jatropha curcas L.).

    Get PDF
    INDONESIA: Jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) adalah salah satu sumber minyak nabati yang sangat prospektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Media tanam dan pemberian pupuk yang berkualitas menjadi faktor penting keberhasilan budidaya jarak pagar. Oleh karena itu perlu alternatif pupuk menggunakan Mikroorganisme Lokal bersumber dari (MOL) bonggol pisang nangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan pemberian konsentrasi MOL terhadap semai jarak pagar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri 3 taraf (pasir, pasir : tanah 1:1, pasir : tanah 1:3). Sedangkan faktor yang kedua yaitu pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang nangka yang terdiri 5 taraf (0%, 15%, 20%, 25% dan 30%). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan bila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan Uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh media tanam terhadap semai jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan terdapat pengaruh pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang nangka terhadap semai jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada semua para semua parameter yaitu penambahan panjang akar, penambahan diameter semai, penambahan tinggi semai dan penambahan jumlah daun. Konsentrasi yang paling berpengaruh nyata adalah konsentrasi 25% (M3). Terdapat pengaruh interaksi media tanam dan pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang nangka terhadap semai jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada parameter penambahan panjang akar dan penambahan jumlah daun. Namun tidak terdapat pengaruh interaksi media tanam dan pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang nangka terhadap semai jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada parameter penambahan diameter semai dan penambahan tinggi semai. ENGLISH: Jatropha (Jatropha curcas Linn.) was one source of vegerable oil wich was protective to be used as raw material of biodiesel. Planting Media and fertilizer application quality was an important factor of success of jatropha cultivation. Therefore it was necessary to use an alternative fertilizer of Local Mikro-organisms derived from (MOL) hump banana jackfruit. The purpose of this study was the effect of planting media and local microorganism’s concentration giving (MOL) of jackfruit banana hump on jatropha seedling. The design used in the study was a completely randomized design (RAL) with 2 factors. The first factor was the planting media consisting of 3 levels (sand, sand : soil 1:1, sand : soil 1:3. While the second factor was the concentration giving of MOL of jackfruit banana hump consisting of 5 level (0%, 15%, 20%, 25% and 30%). Data were analyzed using variance analysis (ANAVA) and if there were any influences then followed the test of DMRT 5%. The result show there was no effect of planting media on Jatropha seedling (Jatropha curcas L.) and there was concentration effect of MOL of the jackfruit banana hump Jatropha seedlings (Jatropha curcas L.) on all parameters seedling of the addition of root length, increasing of seedling diameter, the addition of high seedling and the increasing of leaves number. The most significant concentration was a concentration of 25% (M3). There was interaction effect of planting media and concentration of 25% (M3). There was interaction effect of planting media (Jatropha curcas L.) on the addition parameters of root length and increasing of the leaves number. But there was no interaction effect of planting media and concentration giving MOL of jackfruit banana hump of Jatropha seedlings (Jatropha curcas L.) on seedling parameters addition diameter and increasing of high seedlin

    Uji kadar logam berat kadmium (Cd) pada tumbuhan mangrove di Pantai Tambaan Kota Pasuruan

    Get PDF
    INDONESIA: Aktivitas kehidupan yang sangat tinggi yang dilakukan oleh manusia ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan manusia dan tatanan lingkungan hidupnya. Pencemaran yang dapat menghancurkan tatanan lingkungan hidup biasanya berasal dari limbah- limbah yang memiliki daya racun tinggi seperti logam berat Cadmium. Salah satu alternatif untuk mengurangi pencemaran logam berat yang berbahaya dalam perairan adalah dengan melestarikan ekosistem mangrove, karena mangrove mempunyai potensi dalam menyerap logam berat yang ada di lingkungannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove (Avicennia marina, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba) terhadap logam berat Cadmium (Cd). Dalam penelitian ini ditentukan 1 stasiun pengambilan sampel , pada stasiun tersebut diambil 3 sampel sedimen,3 sempel air laut dan 3 sampel tumbuhan mangrove dari 3 spesies (Avicennia marina, Rhizopora apiculata dan Sonneratia alba) pada fase pancang yang meliputi bagian akar dan daun. Sampel yang telah diambil dianalisa kandungan logam berat Cd dengan menggunakan spektrofotometry, kemudian data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Anova dan jika terdapat hasil yang significant dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan mangrove (Avicennia marina, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba) mampu mengakumulasi logam berat Cd. Spesies yang paling tinggi mengakumulasi Cd yaitu Sonneratia alba dengan rata-rata 0,240 ppm, selanjutnya Rhizopora apiculata dengan rata-rata 0,222 ppm dan Avicennia marina dengan rata-rata 0,194 ppm. Organ tumbuhan yang mampu mengakumulasi logam berat Cd paling tinggi yaitu bagian akar. Pada akar Sonneratia alba mampu mengakumulasi Cd sebesar 0,425 ppm, pada daun mampu mengakumulasi sebesar 0,054 ppm. Untuk akar pada Rhizopora apiculata mampu mengakumulasi Cd sebesar 0,393 ppm dan pada daun sebesar 0, 050 ppm, sedangkan pada akar spesies Avicennia marina mampu mengakumulasi Cd sebesar 0,341 ppm dan pada daun sebesar 0,046 ppm. Tumbuhan mangrove diduga melakukan suatu mekanisme penanggulangan materi toksik berupa ameliorasi yang meliputi lokalisasi, dilusi dan ekresi serta mekanisme penanggulangan materi toksik toleransi. ENGLISH: Human’s intensive life activity raises the bad effects to the human itself and environmental order. The environmental contaminiation comes from toxic wastes such as heavy metal of Cadmium (Cd). Therefore, mangrove which has good capability to absorb the heavy metal can be the one of best alternative to overcome the problem of water contamination. This research is a kind of descriptive research containing about to know the property of mangrove plants (Avicennia marina, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba) terhadap logam berat Cadmium (Cd). The writer determine one sample station. Morover, the chosen samples were 3 sediment sample, 3 sea water sample and 3 mangrove sample from 3 different specieses (Avicennia marina, Rhizopora apiculata dan Sonneratia alba) covering roots and leaves on the stake phase. The taken sample was analyzed by spektrofotometry to know the content of heavy metal Cd. Afterwards, the obtainable data was analyzed by using Anova. If there was the significant result, then it will be analyzed by Duncan range test. The result showed that mangrove plants (Avicennia marina, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba) had capability to accumulate Cd, that was Sonneratia alba. It had average of 0,240 ppm. Furthermore, Rhizopora apiculata had average of 0,222 ppm and Avicennia marina with average of 0,194 ppm. The most plant organ having a capability to accumulate Cd is roots. Roots of Sonneratia alba can accumulate Cd up to 0, 425 ppm. Hereafter, the leafe of Sonneratia alba can accumulate up to 0,54 ppm. Then, roots of Rhizopora apiculata can accumulate Cd up to 0,393 ppm and its leaf can accumulate up to 0,050 ppm. In the other hand foots of Avicennia marina can accumulate Cd up to 0,341 ppm and its leaf can accumulate Cd up to 0,046 ppm.The mangrove plants were suspected of a mechanism of reduction of toxic materials. That was amelioration covering localization, dilution, excretion and also mechanism of tolerance toxic materials countermeasures

    Gambaran kesejahteraan psikologis remaja hamil di luar nikah

    Get PDF
    INDONESIA: Kehamilan merupakan konsekuensi logis dari hubungan seksual pranikah.Berbagai permasalahan dialami oleh remaja yang mengalami kehamilah di luar nikah, mulai dari pernikahan, perubahan hidup dan kebebasan. Seorang remaja yang mengalami kehamilan di luar nikah akan mengalami suatu perubahan dalam hidupnya seperti tuntutan untuk menjadi seorang istri dan ibu. Kesejahteraan psikologis menjadi kondisi yang penting bagi remaja yang menikah karena hamil di luar nikah agar dapat tetap menjalani kehidupannya dengan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran kesejahteraan psikologis remaja hamil di luar nikah, upaya yang dilakukan untuk mencapai kesejahteraan psikologis dan faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja hamil di luar nikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang dengan karakteristik perempuan berada pada usia 12-21 tahun dan yang telah menikah karena hamil di luar nikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kesejahteraan psikologis saat hamil berbeda dengan kesejahteraan psikologis pada saat Subjek telah melahirkan. Perubahan tersebut nampak pada hubungan positif dengan orang lain, penerimaan diri, tujuan hidup dan dalam penguasan lingkungan yang semakin membaik. Upaya yang dilakukan untuk mencapai kesejahteraan psikologis adalah dengan pasrah dan berfikir positif.Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah usia, kepribadian, pengalaman masa lalu, dukungan sosial, kedekatan orang tua, konflik rumah tangga.Dampak dari kondisi tersebut adalah timbulnya ketidakberdayaan diri dan ketidakbahagiaan. ENGLISH: Pregnancy is a logical consequence of premarital sexual relations. Various problem sex perienced by adolescents who experienced a premarital conception, ranging from marriage, change of life and freedom. A Adolescent who suffered a pregnancy out side of marriage would under go a change in his life such as the demand tobe a wife and mother. Psychological wellbeing becomes an important condition for adolescents who get married due to pregnancy outside of marriage in order to continue to live their lives by developing the potential possessed. This study aims to describe the psychological well-being un wed adolescents, the efforts made to achieve psychological well-being and the factors that influence adolescent psychological well-being pregnant out of wedlock. The method used in this research is a case study. Subjects in this study is one person with the characteristics of the female population is aged 12-21 years and who had been married for pregnant out of wedlock. The results showed that the picture of psychological well-being during pregnancy is different from when the subject of psychological well-being has spawned. These changes appearon positive relationships with others, self-acceptance, purpose in life and the environment is getting better mastery. Efforts are being made to achieve psychological well-being is to let go and think positive. The factors that influence the psychological well-being is of age, personality, past experiences, social support, parental closeness, marital conflict. The impact of these conditionsis the emergence of self helplessness and unhappiness

    Pengaruh infusa daun murbei (Morus alba L.) terhadap gambaran histologi dan berat testis tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes mellitus kronik

    Get PDF
    INDONESIA: Daun murbei (Morus alba L.) merupakan salah satu tanaman tradisional yang mengandung senyawa antihiperglikemik dan antioksidan. Senyawa ini diketahui mampu menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi dan memperbaiki kerusakan organ akibat peningkatan radikal bebas karena kondisi hiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun murbei (Morus alba L.) terhadap gambaran histologi testis dan berat testis tikus putih (Rattus norvegicus) Diabetes Mellitus Kronik. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah K (+) (kontrol positif), K (-) (kontrol negatif), P1 (400 mg/kg BB ), P2 (600 mg/kg BB), P3 (800 mg/kg BB) dan P4 (1000 mg/kg BB). Hewan yang digunakan adalah tikus putih jantan strain Wistar sebanyak 24 ekor yang berumur 2 bulan dengan berat rata-rata 70-100 gr. Data hasil penelitian meliputi jumlah sel germinal (spermatogonium, spermatosit primer, spermatosit skunder, spermatid dan spermatozoa), sel sertoli, diameter tubulus seminiferus, dan berat testis. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA One Way, apabila terdapat perbedaan sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan α 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun murbei (Morus alba L.) berpengaruh dalam meningkatkan kembali jumlah sel germinal, sel sertoli, diameter tubulus seminiferus, dan berat testis tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes mellitus kronik. Dosis optimal infusa daun murbei (Morus alba L.) yang berpengaruh dalam meningkatkan jumlah sel germinal, sel sertoli, diameter tubulus seminiferus, dan berat testis adalah P4 (1000 mg/kg BB). ENGLISH: Leaves of mulberry (Morusalba L.) is one of the traditional plants that contain compounds antihyperglycemicand antioxidant. These compounds are known to lower high blood glucose levels and improve organ damage due to free radicals due to an increase in hyperglycemic conditions. This study aims to determine the effect of infusion of mulberry leaves (Morusalba L.) on testicular weight and testicular histology white rat (Rattusnorvegicus) Chronic Diabetes Mellitus. This research was an experimental study using completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. The treatment used was K (+) (positive control), K (-) (negative control), P1 (400 mg / kg), P2 (600 mg / kg), P3 (800 mg / kg BW) and P4 (1000 mg / kg BW). Animals used were male Wistar strain rats tails were 24 ± 1 months old with an average weight of 70-100 grams. Research data include the number of germ cells (spermatogonia, primary spermatocytes, secondary spermatocytes, spermatids and spermatozoa), Sertoli cells, the diameter of the seminiferous tubules, and testes weight. Data were analyzed with One Way ANOVA, if there is a very real difference then followed by further test Duncan α 1%. The results showed that the infusion of leaves of mulberry (Morusalba L.) affectedon increasing the number of germinal cells, Sertoli cells, the diameter of the seminiferous tubules, and testis weight of white rat sufferingchronic diabetes mellitus. The optimum infusion dose of mulberry leaves (Morus alba L.) in increases the number of germ cells, Sertoli cells, the diameter of the seminiferous tubules, and testis weight was P4 optimal dose (1000 mg / kg BW)

    Etnobotani pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar

    Get PDF
    INDONESIA: Masyarakat yang masih memanfaatkan tumbuhan dan lingkungannya untuk keperluan pengobatan yaitu masyarakat di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Tumbuhan obat merupakan warisan dari leluhur terdahulu. Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tumbuhan disampaikan secara lisan oleh para leluhur dari generasi ke generasi. Namun ada kecenderungan bagi generasi muda kurang mengetahui manfaat tumbuhan sebagai obat yang ada disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonservasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dan pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh Masyarakat di Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai bulan Mei 2013 di Desa Wonotirto, Desa Ngadipuro, Desa Gunung Gede dan Desa Sumber Boto, Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan metode surve, dan wawancara terstruktur. Untuk penentuan responden ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling yang terdiri atas: masyarakat yang mengerti tentang tumbuhan obat dengan batasan: dapat mengemukakan jenis tumbuhan dan kegunaannya untuk obat, serta cara menggunakannya sebagai obat. Adapun responden penelitian ini yang mewakili keempat desa yaitu: Desa Wonotirto 21 responden, Desa Ngadipuro 16 responden, Desa Gunung Gede 18 responden, dan Desa Sumber Boto 13 responden. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat 23 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat. Spesies tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai komponen utama dalam bahan baku obat tradisional, baik oleh masyarakat umum maupun pengobat tradisional adalah tumbuhan rimpang-rimpangan dari suku Zingiberaceae seperti jahe, kencur, temukunci, kunci pepet, kunyit, lengkuas, lempuyang dan temulawak. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan untuk obat adalah daun sebesar 47%. Penyakit yang dapat diobati dengan tumbuh- tumbuhan tersebut antara lain: iritasi, sakit panas, masuk angin, koreng, sakit kepala, tifus, panu, kencing manis, muntah-muntah, dan maag. ENGLISH: People still use plants and its’ environment for treatment. One of them is the people in the district of Wonotirto the regency of Blitar, East Java, Indonesia. The knowledge about the utilization of plants was transmitted by the ancestors orally from generation to generation. But there is a tendency of the younger generation to be unfamiliar with the use of plants around them for medicines. This study aims to conserve local knowledge (indigenous knowledge) and to use plants as medicine by the district of Wonotirto the Regency of Blitar. The research was conducted from April to May 2013 in Wonotirto village, Ngadipuro village, Gunung Gede village and Sumber Boto village, District of Wonotirto, Blitar regency. The type of this research is a descriptive exploration by Using survey method, structured interviews. The respondents were determined by purposive sampling method that consists of people who know about medicinal plants with the limitation. They are able to explain the types of plants and their usefulness for the medicine, as well as how to use it as medicine. This study's respondents which represent the four villages those are: Wonotirto village 21 respondents, Ngadipuro village 16 respondents, Gunung Gede village 18 respondents and village Sumber Boto 13 respondents. Based on the results of the research, it is known that there were 23 species of plants that are able to be used as medicine. Plant species which are often used as a main component in the raw materials of the traditional medicine, both by the common people as well as traditional are plant-rimpangan from Genus Zingiberaceae as like Jahe, kencur, temu kunci, kunci pepet, kunyit, lengkuas, lempuyang and temulawak. Plant parts that common widely used for medicine are the leaves by 47%. The diseases that can be treated in the district Wonotirto is iritation, fever, catch a cold, ulceration, headache, typhus, diabetes, vomiting, and maag

    Coping remaja putri yang menikah karena hamil sebelum menikah: Studi fenomenologi di Desa Tanjungrejo, Bangorejo, Banyuwangi

    Get PDF
    INDONESIA: Kehamilan remaja perempuan sebelum menikah termasuk dalam kenakalan remaja dan dalam kehidupan sehari-hari dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor coping remaja putri yang mengalami hamil diluar nikah. Penelitian ini juga meneliti bagaimana Emotional Focused Coping dan Problem Focused Coping yang dilakukan remaja putri yang menikah karena hamil sebelum menikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, subyek yang diteliti adalah remaja putri yang menikah karena hamil sebelum menikah, dengan menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, sedangkan untuk mengecek kebenaran data yang telah diperoleh digunakan metode trianggulasi. Hasil penelitian menunjukan temuan bahwa coping remaja putri yang hamil sebelum menikah adalah subyek satu berhenti kuliah karena malu kepada teman-temannya subyek dua membicarakan kehamilannya kepada orangtuanya. Kata Kunci : Coping, Remaja Putri, Hamil, Menikah ENGLISH: The pregnancy of young woman before married is a kind of juvenile delinquency and is included into deviate action. This research is aimed at identifying the factors of young woman’s “coping” who is pregnant before married. It is also projected to identify Emotional Focused Coping and Problem Focused Coping which is done by young women who get married for being prematurely pregnant. Subjecting young women who get married for being prematurely pregnant, this study employs a qualitative method with phenomenology approach. The data is collected through interview, and triangulation is also employed to make sure that the data is valid. It suggests that the “coping” of young woman who gets married for being prematurely pregnant is telling the pregnancy to her parents and quitting study for being ashamed to her mates. Key words: Coping, Young Woman, Pregnant, Get Marrie

    Pengambilan keputusan aborsi

    Get PDF
    INDONESIA: Pengambilan keputusan merupakan hal yang tidak mungkin dilewatkan oleh setiap orang dalam hidupnya. Baik dalam kondisi yang biasa dilakukan setiap hari maupun pengambilan keputusan yang terkadang mengandung resiko besar. Seperti apa yang dialami oleh subjek yang dituntut untuk mengambil keputusan pada hal yang sangat beresiko dalam hidupnya yaitu aborsi. Keputusan untuk aborsi tidaklah mudah baginya. Proses pemikiran yang panjang dengan waktu yang singkat menuntutnya untuk cerdas dalam memilih pilihan yang terbaik menurutnya untuk janin yang ada dalam kandungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan alasan metode ini dapat memahami subjek secara mendalam selain itu peneliti bisa memahami subjek sesuai dengan sudut pandang si pelaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi yang bertujuan untuk mengidentifikiasikan hakikat pengalaman subjek tentang pengambilan keputusan aborsi. Peneliti memilih subjek yang pernah aborsi meskipun terjadi kegagalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi berupa rekaman. Wawancara tidak hanya dilakukan pada subjek, akan tetapi juga pada orang lain yang mengetahui kondisi subjek. Hal ini dilakukan untuk memperkaya data dan mengecek kebenaran data yang diberikan oleh subjek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk memutuskan aborsi, pertama kali subjek akan meminta pendapat pasangan. Dilain pihak subjek akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Dari sini subjek lebih terfokus pada ketakutannya terhadap resiko yang akan diterima apabila kehamilan masih dilanjutkan, sehingga hal tersebut akan semakin menekan emosinya hingga akhirnya mengambil keputusan untuk aborsi. Tidak berhenti sampai disitu, saat subjek gagal melakukan aborsi, mereka juga dihadapkan oleh pilihan menikah dan merawat anaknya atau meneruskan aborsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi subjek dalam mengambil keputusan aborsi meliputi Atribusi Nilai, pengetahuan, dukungan sosial, dan resiko. Subjek cenderung memilih alternatif yang lebih aman dan efektif untuk melakukan aborsi. ENGLISH: Decision making is likely to be experienced by any person in his life. It is both in normal conditions like a daily condition and another condition that sometimes contain a large risk. It also experienced by the subject that is required to take a decision under very risky conditions in his life including abortion. The decision for abortion is not easy for him. A longer thought process in a shorter time prosecuted him to be smart in choosing the best option for the fetus in the womb. This research used qualitative approach with because the method help to understand the subject in depth, in addition, researchers can understand the subject in accordance with his view. The type of research used was phenomenology which aimed to identify the nature subjective experience about the decision making of abortion. The researchers chose the subjects who had an abortion despite the failure occurred. The techniques of data collection were interview, observation and documentation of the recording. Not only did interviews on the subject, but also to other people who knew the condition of the subject. This was conducted to enrich the data and check the correctness of the data provided by the subject. The results of this research showed that in deciding abortion, the subject would request the partner opinion first. On the other hand, the subject would think of the possibilities that would occur in the future. It showed that the subject focused more on his fears of the risks would be acceptable if the pregnancy was still continued, so that it would be increasingly pressing his emotions until finally taking a decision for abortion. Again, when the subject failed to perform abortions, they were also confronted by the choice to marry and take care of her child or carry on abortion. The factors that affect the subject in abortion involve the attribution of values, knowledge, social support, and the risk. The subject was likely to choose a safer alternative and effective to have an abortion
    Etheses of Maulana Malik Ibrahim State Islamic Universityis based in ID
    Repository Dashboard
    Do you manage Etheses of Maulana Malik Ibrahim State Islamic University? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!

    We use cookies to improve our website.

    Learn more