Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4469 research outputs found

    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 15% Terhadap Kerutan Kulit Wajah.

    No full text
    Tabel 1. Keaslian Penelitian 6 Tabel 2. Definisi Operasional 32 Tabel 3. Formulasi Sediaan Masker Peel-Off 35 Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Jenis Kulit 41 Tabel 5. Hasil Uji Organoleptis Sediaan Masker Peel-Off 43 Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Sediaan Masker Peel-Off 44 Tabel 7. Hasil Uji pH Sediaan Masker Peel-Off 45 Tabel 8. Hasil Uji Daya Sebar Sediaan Masker Peel-Off 46 Tabel 9. Hasil Uji Waktu Kecepatan Mengering Sediaan Masker Peel-Off 47 Tabel 10. Hasil Uji Repeated Measures ANOVA Berdasarkan Kelompok Masker Wajah 50 Tabel 11. Hasil Uji Repeated Measures ANOVA Berdasarkan Perbandingan Tiap Minggu dari Setiap Kelompok Masker Wajah 51 DAFTAR SINGKATAN AP-1 : Activator protein-1 DNA : Deoxyribonucleic Acid ECM : Extracellular Matrix MMP : Matriks Metalloproteinase PVA : Polivinil Alkohol PVAc : Polivinil Asetat ROS : Radical Oxygen Species TGF- β : Transforming Growth Factor-β UV : Ultraviolet EEDK : Ekstrak Etanol Daun Kelor UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 15% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH St. Fatimah Halim *, Asrawati Sofyan ** * Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ** Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis sehingga paparan sinar matahari di Indonesia yang berintensitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada kulit oleh karena radiasi sinar ultraviolet (UV). Penuaan dini yang ditandai dengan timbulnya kerutan pada kulit wajah terjadi akibat seringnya beraktivitas dibawah sinar matahari. Penggunaan masker wajah yang teratur dapat mencegah terjadinya penuaan dini dan mengurangi munculnya keriput serta garis-garis halus pada wajah. Daun kelor merupakan bagian dari tumbuhan kelor yang sering digunakan untuk merawat kesehatan kulit wajah karena mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap enzim yang merusak kolagen serta mempertahankan kelembapan kulit sehingga dapat mencegah penuaan dini. Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% terhadap kerutan kulit wajah Metode : Desain Penelitian yang digunakan adalah adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian pre-post test design metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah Skin Analyzer dan aplikasi statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated Measures ANOVA Hasil : Hasil analisis statistik uji Repeated Measures ANOVA berdasarkan kelompok masker wajah pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p sebesar 0,725 yang berarti nilai p>0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% terhadap kerutan kulit wajah Kesimpulan : Masker peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% tidak memiliki efektivitas terhadap kerutan kulit wajah pada minggu 0 ke minggu 2 hingga minggu 4 Kata Kunci : Daun Kelor, Kerutan Kulit Wajah, Masker Peel-Off, Skin Analyze

    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-Off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 20% Terhadap Pigmentasi Kulit Wajah.

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 20% TERHADAP PIGMENTASI KULIT WAJAH Farihah Mulyani Patriot*., Asrawati Sofyan**. *Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Paparan sinar matahari terus-menerus dan berkelanjutan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Hiperpigmentasi merupakan kondisi kulit yang bertambah gelap atau warna alamiah kulit yang meningkat. Saat ini banyak beredar kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga produk herbal mulai diminati oleh masyarakat. Moringa oleifera Lam lebih dikenal dengan nama kelor merupakan tanaman yang berperan sebagai tanaman obat di dalam dunia medis berkat kandungan nutrisinya. Kandungan vitamin C akan mengendalikan radikal bebas dan kandungan flavonoid sebagai antioksidan memperbaiki kadar pigmentasi kulit. Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap pigmentasi kulit wajah. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian pre-post test design metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan. Hasil : Hasil dari uji Friedman menunjukkan p value sebesar 0,826 menandakan p>0,05 dan hasil p value dari uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 senilai 0,969 lalu minggu 2 ke minggu 4 senilai 0,624 dan terkahir minggu 0 ke minggu 4 senilai 0,638. Hasil uji statistik tersebut menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20%. Kesimpulan : Masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan ataupun efektivitas terhadap pigmentasi kulit wajah. Kata Kunci : Daun Kelor, Masker Wajah Peel-Off, Pigmentasi, Skin Analyze

    HUBUNGAN RNL (RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT) TERHADAP KANKER OVARIUM

    No full text
    HUBUNGAN RNL (RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT) TERHADAP KANKER OVARIUM Istiqamah1, Puspita Sari2, Rosa Dwi Wahyuni3, I Putu Fery White4, Arlin Rinni Tutu2 1 Mahasiswa Pendidikan dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2 Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kanker ovarium juga mempunyai prognosis terburuk serta tingkat kematian dari kasus ini cukup tinggi. Kanker ovarium sendiri berada pada urutan ketiga pada kejadian kanker ginekologi yang sangat sering setelah kanker serviks dan kanker uterus. Tujuan: Mengetahui Hubungan RNL terhadap kanker ovarium. Metode: Penelitian menggunakan observasional retrospektif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian mencakup data rekam medik pasien kanker ovarium dari tahun 2018-2022 di RSUD Undata Palu sebanyak 30 orang. Sampel penelitian menggunakan total sampling dan pengambilan data menggunakan case form record (CFR). Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji statistik Spearman Correlation menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara RNL dan kanker ovarium diperoleh nilai p > 0,05 (p = 0,265) . Berdasarkan analisis univariat didapatkan hasil bahwa adanya hubungan neutrofil dan limfosit terhadap kanker ovarium. Kesimpulan: RNL yang rendah dapat memiliki prognostik yang baik sehingga pada kasus kanker ovarium jarang ditemukan pasien dengan kadar RNL yang rendah. Pada penelitian didapatkan signifikasi uji korelasi spearmen yaitu 0,265 yang mendandakan hasil yang tidak signifikan Kata Kunci: kanker ovarium, Neutrofil, stadium prognostig, Limfosit, Rasio Neutrofil Limfosi

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023 Nazha Seftavela Hikmah Annisa1, Ryka Marina Walanda2, Fitriah Handayani3, Rahma Badaruddin 4 1Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Neurologi dan Biomedik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ** Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang dengan pengalaman tidurnya dengan tidak adanya sensasi seperti kelelahan, agitasi, gelisah, lingkaran hitam di bawah mata. Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi aktif bersifat sementara. Tidur sangat penting untuk restrukturisasi sistem memori dan perbaikan sel otak. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi fungsi otak dan mengakibatkan masalah pada memori dan fokus. Fungsi kognitif seseorang akan dipengaruhi oleh seberapa baik seseorang tidur, karena peningkatan asupan oksigen selama tahap tidur terkait dengan aliran darah ke otak dan dapat membantu penyimpanan ingatan dan informasi yang relevan dengan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi memori jangka pendek pada Mahasiswa FK UNTAD Angkatan 2023. Metode: Penelitian ini dilakukan studi analitik observasional menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel diambil berdasarkan teknik non-probability sampling purposive sampling dengan total sampel sebanyak 67 mahasiswa/mahasiswi Fakultas Kedokteran angkatan 2023 di Universitas Tadulako Hasil penelitian: Berdasarkan analisis data uji spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan fungsi memori jangka pendek didapatkan nilai P value: 0,014 Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidru dengan fungsi memori jangka pendek. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Memori Jangka Pendek, PSQI, Digit Span Tes

    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 20% Terhadap Kerutan Kulit Wajah.

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 20% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH Andi Muhammad Tsaqief*, Asrawati Sofyan** *Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) sepanjang tahun terkhusus wilayah Sulawesi tengah yang dilalui garis khatulistiwa sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti penuaan kulit. Penuaan kulit yang ditandai dengan timbulnya kerutan pada kulit wajah merupakan proses fisiologis kulit yang terjadi akibat beraktivitas dibawah sinar matahari. Pemakaian masker wajah yang teratur merupakan solusi untuk mencegah terjadinya penuaan kulit dan mengurangi timbulnya kerutan serta garis-garis halus pada wajah. Daun kelor sering digunakan pada sediaan farmasi untuk merawat kesehatan kulit karena mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap enzim yang dapat merusak kolagen sehingga dapat mencegah penuaan kulit. Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah Peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental rancangan pre-post test design dengan metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 Mahasiswa/I Universitas Tadulako. Instrumen yang digunakan adalah Skin Analyzer dan aplikasi statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated Measures ANOVA Hasil : Hasil analisis statistik pada uji Repeated Measures ANOVA berdasarkan kelompok masker wajah pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p sebesar 0,479 yang berarti nilai p > 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah Kesimpulan : Tidak terdapat adanya efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah pada minggu 0 ke minggu 2 hingga minggu 4 Kata Kunci : Daun kelor, Kerutan Kulit Wajah, Masker Peel-off, Skin Analyzer, U

    Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan di RSUD Madani Kota Palu.

    No full text
    ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD MADANI KOTA PALU Putri Nurul Nisya*, Sarifuddin**, Ketut Suarayasa***, Miranti**** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ** Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kepuasan pasien menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan jaminan mutu pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan yang baik akan menimbulkan kepuasan pada pasien atau pengguna jasa layanan. Dalam mengukur kualitas pelayanan kesehatan dapat diukur dengan menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan, antara lain adalah Kehandalan (reliability), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy), dan Bukti Fisik (Tangible). Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Madani Kota Palu pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata jumlah pasien BPJS Rawat Jalan perbulan sebanyak 4120 pasien dan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Analisa yang digunakan yaitu Analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan dalam dimensi kehandalan (0,01

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAT DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI KAWASAN HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI KAWASAN HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Mujahidah1, Nur Syamsi2, Asrawati Sofyan3, Junjun Fitriani4 1Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang : Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Pengetahuan tentang informasi antibiotik khususnya aturan pakai dan mekanisme kerja dari obat antibiotik sangat penting diketahui oleh masyarakat sehingga perilaku penggunaan obat lebih efektif. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengobati, memilih dan menggunakan obat-obatan pada penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi penggunaan obat antibiotik di kawasan hunian tetap (Huntap) Tondo kecamatan Mantikulore Kota Palu Metode : Jenis penelitian observasional menggunakan desain cross-sectional. Banyak sampel pada penelitian ini adalah 112 responden berasal dari masyarakat di kawasan hunian tetap (Huntap) Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu berusia 17-55 tahun. Analisis data yang digunakan uji spearman. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 50,0% dan yang cukup sebanyak 37,5% dan yang baik sebanyak 12,5%. Responden yang memiliki tingkat perilaku cukup 53,6% dan yang kurang 38,4% dan yang baik 8,0% responden dengan obat yang paling sering digunakan amoksisilin. Hasil uji statistik diperoleh p-value yaitu 0.000 (p value < 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi penggunaan obat antibiotik pada masyarakat dikawasan Hunian tetap (Huntap) Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu Kata kunci : Antibiotik, Swamedikasi, pengetahuan, perilaku

    PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI TABLET TAMBAH DARAH ANTARA SISWI SMA LABSCHOOLUNTAD DENGAN SMA NEGERI 1 SINDUE

    No full text
    PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI TABLET TAMBAH DARAH ANTARA SISWI SMA LABSCHOOL UNTAD DENGAN SMA NEGERI 1 SINDUE Nurul Azizah Rusdin1, Nur Syamsi2, Puspita Sari3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2,4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan anemia yang paling sering terjadi di Indonesia. Pada umumnya, anemia dijumpai pada golongan rawan gizi salah satunya adalah anak-anak sekolah khususnya remaja putri (Rematri). Secara tidak langsung, ada berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia defisiensi besi pada remaja yaitu pola makan, pengetahuan mengenai anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD). Kurangnya pengetahuan mengenai TTD mengakibatkan ketidakpatuhan remaja putri (rematri) untuk mengonsumsi TTD. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dan SMA Negeri 1 Sindue. Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue. Sampel penelitian berjumlah 65 reponden dari SMA Labschool Untad dan 113 responden dari SMA Negeri 1 Sindue yang diambil dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil : Dari hasil uji bivariat menggunakan uji Mann Whitney didaptkan tidak tedapat perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue dengan nilai P = 0,543 (P>0,05) pada pretest dan P = 0,592 (P>0,05) pada posttest. Kesimpulan : Tidak tedapat perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue. Kata Kunci : Anemia Defisiensi Besi, Edukasi Tablet Tambah Darah (TTD), Remaja putri

    Uji Kandungan Protein Dalam Ampas Tahu Yang Diperoleh Dari Limbah Industri Tahu Di Kota Palu.

    No full text
    Uji Kandungan Protein Dalam Ampas Tahu Yang Diperoleh Dari Limbah Industri Tahu Di Kota Pal

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK DI HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO, KECAMATAN MANTIKULORE, KOTA PALU

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK DI HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO, KECAMATAN MANTIKULORE, KOTA PALU Dila Aufya Utami1, Nur Syamsi2, Christin Rony Nayoan2, Junjun Fitriani2 1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengobati dirinya sendiri tanpa melalui resep dokter. Ketersediaan obat-obat demam yang terjangkau dan harganya relatif murah dapat memungkinkan masyarakat menggunakan dan mengonsumsi obat tersebut dengan mudah. Swamedikasi tepat dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang swamedikasi obat demam pada anak di Huntap Tondo, Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan total 112 sampel dari bulan Juni-Agustus 2023. Hasil penelitian: Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan tingkat pengetahuan yang baik dengan swamedikasi tepat sebesar 71,4%, dengan nilai (P = 0,029), dan sikap yang baik dengan swamedikasi tepat sebesar 76,8% dengan nilai (P = 0,026). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang swamedikasi obat demam pada anak Kata kunci: Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dema

    0

    full texts

    4,470

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇