Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
    1288 research outputs found

    Cek Bocek Selesek Reen Sury Traditional Legal Community In Sumbawa (1512 – 2023)

    No full text
    This research aims to determine the history of the Cek Bocek indigenous community in Sumbawa and the fundamental differences between the general community in Sumbawa. This research uses the historical method. In this case, all documents considered important in the Cek Bocek traditional community will be used as one discussion narrated by taking the essence or main points. The existence of the Cek Bocek traditional community in Sumbawa began in 1492, and in 1512, the form of government of the Selesek chiefdom led by Dewa Datu Awan Maskuing began. The fundamental difference between the Cek Bocek Selesek Reen Sury indigenous community and other communities in Sumbawa lies in the language used, called the Berco language. The Cek Bocek indigenous communities have traditional institutions and mechanisms for meeting meetings, which are referred to as Rapulun Adat and are led by one traditional leader as tribal head, and have a jointly protected customary area which is outlined in a participatory map approved by the village government, and has different traditional rituals such as NABAR (Tulak Bala), Pungka Inu (customary forest welfare), zakat alms every post-harvest season, Enang Uran (asking for rain) in Tiu Mareng. Also, customary law rules and property are left behind to maintain ancestral tradition

    Analisis Pro-Environmental Behavior Berbasis Gender pada Siswa SMP di Samarinda

    Get PDF
    Pro-environmental behavior (PEB) merupakan sikap mengehindari kerusakan lingkungan alam dan memperbaiki kerusakan demi lingkungan sehat. Penelitian ini fokus pada PEB siswa SMP di kota Samarinda dengan menggali aspek gender, persepsi, dan dampaknya terhadap sikap pro lingkungan. Penelitian ini melibatkan 290 siswa kelas IX dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor PEB perempuan (3,67) lebih tinggi daripada laki-laki (3,58). Kecenderungan persepsi siswa SMP terhadap lingkungan mencerminkan aspek apresiasi. Analisis statistik memverifikasi adanya pengaruh signifikan dari gender terhadap PEB siswa. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pro-lingkungan di kalangan remaja, dengan implikasi potensial untuk pengembangan pendidikan lingkungan yang berfokus pada perbedaan gender. Oleh karena itu, pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi PEB dapat membuka jalan bagi upaya pemasyarakatan perilaku pro-lingkungan yang lebih efektif di kalangan siswa SMP

    The Historical Values in The Novel 'Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan’

    Get PDF
    This study aims to examine historical values in Tasaro GK's novel Muhammad Man Holding Rain by using historical research and a qualitative approach. Data collection using analysis and interview techniques. The data analysis technique was carried out by reading the main research source, namely the historical novel Muhammad The Man Holding the Rain, then describing and drawing conclusions. The interview technique was carried out with the writer of the novel Muhammad Man Holding the Rain, namely Tasaro GK. The data in this study are in the form of excerpts from novels that contain historical elements. The results of this study indicate the existence of historical data in his authorship. The relevance of the use of literature and history can be found in several parts of this novel, by using fictional characters so that the storyline becomes dynamic. The implication of using the novel Muhammad's Man Holding the Rain in understanding sirah nabawiyah requires a deep interpretation of every event in the novel

    Awal Perang Dunia II di Koran Bintang Borneo

    No full text
    This research aims to (1) find out the background of World War II, (2) find out Political News in the Bintang Borneo in September 1939, (3) Learning about the German invasion of Poland. This research uses a historical method which consists of five stages, namely: 1) Topic selection, namely the stage for choosing the topic to be researched. 2) Heuristics, namely stages to search for and collect sources relevant to the topic being studied. 3) Source criticism (Verification), namely the stage of whether the sources that have been collected are acceptable believed to be true 4) Interpretation, namely the stage of constructing a framework for mass events past from the facts that have been gathered. 5) Historiography, namely the stage of writing the results research that has been carried out based on data that has been collected into a work history. From the research results it can be concluded that on September 1 1939, Germany attacked Poland. Britain and France responded by declaring war on Germany, marking the start of World War II. Followed by the Soviet Union which attacked from the east on 17 September 1939 as a result of the Molotov-Ribbentrop non-aggression agreement in Moscow on 24 August 1939 which agreed that Poland would be divided for them. With two superpowers invading its territory, the Polish army disintegrated and the Polish government evacuated to Romania. In the end, Poland was divided between Germany and the Soviet Union

    Does the Merdeka Curriculum Potentially Integrate with the Cambridge Curriculum? Perspective Through Physics Subject

    Get PDF
    Reformasi kurikulum di Indonesia mempertimbangkan setiap kegiatan mata pelajaran dalam kaitannya dengan masyarakat dan ekonomi. Transformasi ini secara eksplisit terkait dengan kurikulum Cambridge sebagai kurikulum yang paling banyak digunakan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan mengintegrasikan kurikulum Merdeka dengan kurikulum Cambridge sesuai dengan mata pelajaran fisika di tingkat SMA. Penelitian kualitatif dan metode analisis isi secara purposif digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang kemungkinan mengintegrasikan kedua kurikulum. Berdasarkan kerangka kurikulum, keduanya saling berkaitan satu sama lain, kecuali poin " Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia " dalam kurikulum Merdeka yang tidak berkaitan dengan kerangka kurikulum Cambridge. Analisis lebih lanjut dilakukan dalam buku pelajaran fisika untuk sekolah menengah atas dan A level, mendapatkan hasil bahwa secara keseluruhan kedua kurikulum memiliki materi yang sama untuk diajarkan dan alur aktivitas siswa pada buku tersebut. Namun, tampilan buku ajar berdasarkan kurikulum Merdeka tidak semenarik di buku ajar Cambridge, karena pada buku ajar Cambridge memberikan lebih banyak contoh melalui gambar berwarna atau praktikum sederhana. Kurikulum Merdeka dan kurikulum Cambridge memiliki potensi untuk diintegrasikan. Mengingat pengintegrasian kurikulum membutuhkan banyak alokasi waktu, keuangan, dan sumber daya manusia, maka diperlukan analisis yang lebih dalam terhadap aspek-aspek lain dari kurikulum, termasuk perspektif siswa atau guru terhadap kurikulum integrasi

    The Influence of Sheikh Abdul Fattah in the Development of Islam in Natal City (1745-1855)

    Get PDF
    This article explores the pivotal role played by Sheikh Abdul Fattah in shaping the development of Islam in Natal City and its environs from 1745 to 1855. Initially, the populace of the South Tapanuli region was lacking in Islamic knowledge. However, with the advent of Sheikh Abdul Fattah, concerted efforts were made to enhance Islamic religious education. Through the establishment and nurturing of the Sheikh Abdul Fattah Private Islamic College (STAIS), he catalyzed profound transformations. STAIS was founded upon his return from studies in Makkah, where he effectively disseminated the knowledge acquired to his community in Natal. By implementing innovative approaches, STAIS Sheikh Abdul Fattah emerged as a beacon, attracting hundreds of students from Natal City and its vicinity, thus revolutionizing Islamic education in the area. The endeavor to cultivate a refined and progressive society became central to Sheikh Abdul Fattah's vision. Inspired by this ethos, he successfully revolutionized the landscape of Islamic education in Kota Natal, leaving an indelible mark on the expansion of religious knowledge and the advancement of Muslim civilization in the region

    Terbentuknya Kota Bontang Periode 1975-1989

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah terbentuknya Kota Bontang periode 1975- 1989, untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi Kota Bontang. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bontang. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan dari skripsi ini digunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif, dimana data diperoleh dari lapangan yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan para tokoh yang mengetahui tentang sejarah dan perkembangan dari Kota Bontang, selain itu data juga diperoleh dari hasil observasi. Dari hasil penelitian, peneliti dapat mengetahui tentang sejarah Kota Bontang periode 1975-1989. Pertama, pada proses pembentukan awal hanya berupa sebuah desa yang berpenduduk awal masyarakat Bajau yang berprofesi sebagai nelayan, yang kemudian membangun pemukiman sederhana. Kemudian, tumbuhnya dua perusahaan besar yang memberikan dorongan dalam pembentukan kota Bontang sehingga mampu menjadi kota administratif dan menjadi kota mandiri. Kedua, hasil temuan peneliti dalam kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Bontang yang kian mengalami perkembangan di berbagai bidang

    Utilization of Local History Studies of The Soeracarta Heritage Society Forum as Enrichment in Learning History at Regina Pacis Senior High School in Surakarta

    Get PDF
    This research was conducted to find out the utilization of local history study of Soeracarta Heritage Society forum in enriching the insight of SMA Regina Pacis Surakarta students. This research used descriptive qualitative method. The data collection techniques applied were interviews and direct observation. Data analysis in this study used interactive model analysis. The results showed that: 1) the identification of local history studies in the history learning process at SMA Regina Pacis Surakarta is still not optimal due to the lack of breadth of insight. 2) the utilization of local history studies of Soeracarta Heritage Society forum is very effective in enriching the insight of SMA Regina Pacis Surakarta students

    Sejarah Perkembangan Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah perkembangan sekolah Islam terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015). Penelitian ini akan difokuskan menjelaskan bagaimana sejarah berdirinya, sejarah perkembangan dan persepsi masyarakat sekolah terhadap sekolah islam terpadu Al-Auliya yayasan pendidikan An Nahl Balikpapan Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian sejarah. Adapun metode yang digunakan yaitu metode sejarah dengan tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dokumentasi, dan kuesioner sebagai metode pengumpul data. Kuesioner digunakan untuk kebutuhan pengumpulan data dalam cakupan yang lebih luas dan berisi beberapa pertanyaan yang ditujukan dalam memperoleh informasi dari informan yaitu, orang tua, siswa, guru dan karyawan. Dalam hal ini hasil kuesioner juga akan digunakan untuk menentukan informan kunci yang akan diwawancarai untuk mendapatkan informasi tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya dibawah pengelolaan oleh Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan, yang mana yayasan ini pada awalnya bernama Yayasan Dakwah Islam An Nahl didirikan pada tahun 1997 dan berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan pada tahun 2013. Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2015 berkembang menjadi 6 unit sekolah yaitu, TKIT Al-Auliya 1, TKIT Al-Auliya 2, SDIT Al-Auliya 1, SDIT Al-Auliya 2, SMPIT Al-Auliya, dan SMAIT Al-Auliya. Persepsi sekolah islam terpadu Al-Auliya ini merupakan sekolah islam terpadu terbesar di Balikpapan, sekolah islam terpadu yang mampu bersaing dengan sekolah negeri dan swasta yang ada di Balikpapan, salah satu sekolah terbaik yang ada di Balikpapan, yang memiliki sarana dan prasarana yang nyaman dalam kegiatan proses belajar mengajar, serta menjawab keresahan orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang paham agama seperti, memiliki kompetensi bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, pembiasaan dalam penerapan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari

    Nasionalisasi Perusahaan Minyak (PERTAMINA) di Balikpapan Periode 1950 - 1965

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses nasionalisasi yang terjadi pada perusahaan minyak Belanda (BPM) di Balikpapan dan kondisi perusahaan tersebut pasca mengalami nasionalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Metode sejarah terbagi menjadi empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Histriografi. Sumber dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berasal dari hasil lapangan berupa wawancara, penelusuran arsip, dokumen atau studi pustaka, serta dokumentasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses nasionalisasi pada perusahaan minyak Belanda berlangsung sebanyak dua kali. Pada tahun 1957, buruh minyak Balikpapan (Perbum) sempat mengambil alih perusahaan BPM. Namun pengambilalihan tersebut dianggap tidak sah sebab belum adanya aturan hukum yang menjamin secara resmi. Penyebab utama terjadinya aksi nasionalisasi dilatarbelakangi oleh permasalahan Irian Barat yang tidak kunjung usai. Faktor lain yang mendukung juga terkait kesenjangan gaji antara pekerja pribumi dan pegawai Eropa. Perbum Balikpapan merupakan pelopor yang kerap kali mendengungkan isu nasionalisasi, dan menyampaikan aspirasi para buruh minyak terhadap para petinggi perusahaan sekaligus menjadi gangguan terbesar bagi BPM. Adanya peristiwa Gestapu (1965), produksi minyak menurun, dan anti sentimen Belanda mengakibatkan BPM menjual seluruh asetnya kepada pemerintah Indonesia. (2) Kondisi perusahaan pasca nasionalisasi tentunya menghadapi pasang surut dikarenakan harus mengatasi produksi minyak yang menurun, sedangkan kebutuhan permintaan minyak dalam negeri semakin tinggi. Sistem konsesioner yang kemudian digantikan Kontrak Karya dan Kontrak Bagi Hasil menjadi strategi manajemen Pertamina dalam mengelola industri minyak di Balikpapan

    1,057

    full texts

    1,156

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇