Ummat Repository
Not a member yet
    4409 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS BUER

    Get PDF
    Anemia merupakan suatu kondisi dimana hemoglobin (Hb) dalam tubuh lebih rendah dari normal. Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat utama, sehingga penting dilakukan pemantauan kadar hemoglobin dan faktor-faktor yang terkait untuk tindakan pencegahan dan pelayanan klinis. Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Buer. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan pengambilan data menggunakan metode survei dengan kuesioner. Hasil : Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan pada 60 orang ibu hamil didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap anemia pada kehamilan adalah usia (p value 0,05), tingkat pendidikan (p value 0,02), jumlah tablet Fe yang dikonsumsi (p value 0,03), dan kepatuhan konsumsi Tablet Fe (p value 0,03), sementara itu pekerjaan, penghasilan, paritas, ANC, budaya, dan pengetahuan tidak berpengaruh terhadap kejadian anemia selama kehamilan. Analisis multivariat yang dilakukan menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Buer adalah faktor usia dengan OR (95% CI) = 11,02, tingkat pendidikan dengan OR (95% CI) = OR 1,0, jumlah tablet Fe yang dikonsumsi dengan OR (95% CI) = 5,48, serta faktor kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan dengan OR (95% CI) = 5,48. Kesimpulan : Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya anemia pada kehamilan di Puskesmas Buer adalah faktor usia

    PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAS

    Get PDF
    Imunisasi dasar berfungsi untuk menjaga imunitas agar tetap optimal seiring bertambahnya usia. Puskesmas Alas pada tahun 2021 tercatat ada 581 anak yang menjadi sasaran imunisasi dasar lengkap. Namun, anak yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap sebanyak 386 anak (63, 3 %). Observasi awal, cakupan imunisasi kurang karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan keluarga terhadap pentingnya imunisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga dan media informasi terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Alas. Metode Penelitian : analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 540 ibu atau keluarga yang memiliki anak usia 0-12 bulan yang berdomisili di Kecamatan Alas dari 8 desa yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Alas, jumlah sampel 225 dengan tekhnik sampel random sampling dan instrument dalam penelitian ini menggunakan menggunakan kuesioner. Hasil : Ada pengaruh dukungan keluarga (p-value 0.000<0.05) dan media informasi (p-value 0.005<0.05) terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Alas. Kesimpulan : Masyarakat terus mencari informasi-informasi yang terkait tentang tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada anak

    ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM SURAT KEGIATAN MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

    Get PDF
    Kesalahan berbahasa dalam surat sering terjadi, yaitu kesalahan ejaan dan kesalahan kalimat. Surat adalah bentuk komunikasi dimana informasi tertulis dikirim ke pihak lain untuk menyampaikan makna pesan pengirim. Informasi yang diberikan dalam surat tersebut berupa rujukan, pemberitahuan, pesanan, pernyataan, perjanjian, laporan, dan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesalahan bahasa dalam surat kegiatan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode dokumentasi dan simak, dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa masih banyak ditemukan kesalahan penulisan penulisan surat berupa kesalahan ejaan dan kesalahan kalimat dalam penulisan surat. Kesalahan berbahasa dalam penulisan surat kegiatan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram meliputi kesalahan ejaan dan kesalahan kaliamat. Kesalahan ejaan yang sering ditemukan (1) kesalahan penggunaan huruf kapital, (2) kesalahan penggunaan tanda hubung, (3) kesalahan huruf miring, (4) kesalahan penggunaan tanda titik, (5) kesalahan penggunaan tanda koma, (6) kesalahan penggunaan huruf tebal

    PENATAAN ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK CITRA KOTA DI KAWASAN KECAMATAN MPUNDA KOTA BIMA

    Get PDF
    Citra terhadap suatu kota berkaitan erat dengan identitas dari beberapa elemen-elemen terhadap kota yang berkarakter dan khas sebagai jati diri yang dapat membedakannya dengan kota lainnya. Elemen-elemen visual dalam pembentukan image kawasan dalam hal ini terbagi menjadi beberapa point yakni paths, edges, districts, nodes, dan landmark. Sehingga dalam pembangunan suatu kawasan harus sesuai dengan ketetapan dan kebutuhan bangunan baik dari segi warna, bentuk, fisik dan fungsi agar dapat menciptakan kawasan dengan image yang kuat serta memiliki karakteristik tersendiri. Sehingga dapat dinilai dari kondisi eksisting Kecamatan Mpunda pada saat ini masih lemah akan identitas, ciri atau image kota yang dapat menggambarkan dengan jelas kawasan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan terhadap elemen-elemen pembentuk citra kota serta arahan penataan elemen-elemen pembentuk citra kota kawasan Kecamatan Mpunda. Dalam hal ini untuk mencapai hasil dari tujuan tersebut maka dilakukan pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dapat mendeskripsikan data secara sistematis sesuai dengan tujuan dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik elemen-elemen pembentuk citra kota kawasan Kecamatan Mpunda seperti path, edges, nodes, district dan landmark yang ada pada kawasan tersebut masih kurang optimal dalam hal pengendalian, penataan, pembangunan dan pemanfaatan ruangnya sehingga hal ini dapat melemahkan citra/image kawasannya. Sehingga dalam hal ini, diperlukan adanya arahan penataan pada setiap elemen-elemen pembentuk citra kota baik dalam jangka pendek sampai dengan jangka panjang supaya dapat memberikan visual yang menarik dan optimal sesuai dengan ketetapannya pada kawasan Kecamatan Mpunda

    PENGARUH KUNJUNGAN WISATAWAN PANTAI IMPOS TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DI SEKITAR PANTAI (STUDI KASUS PADA PEDAGANG SEKITAR PANTAI IMPOS, DESAMEDANA, KABUPATEN LOMBOK UTARA)

    Get PDF
    Berdasarkan latar belakang yang diungkapan diatas maka dapat diidentifikasi rumusan masalah : (1) Berapakah rata-rata pendapatan harian pedagang di sekitar pantai impos Kabupaten Lombok Utara tahun 2022? (2) Apakah Kunjungan WisatawanMempunyai PengaruhYang Signifikan Terhadap Pendapatan Pedagangdi Sekitar Pantai Impos di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021?. Adapun Tujuan Penelitian ini Berdasarkan pada pokok permasalahan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh Kunjungan Wisatawan Pantai Impos Terhadap Pendapatan Pedagang Di Sekitar Pantai di Kabupaten Lombok Utara 2022? Hasil penelitian ini adalah: Berdasarkan hasil penelitian dan deskriptif data hasil penelitian mengenai pengaruh kunjungan wisatawan pantai impos terhadap pendapatan pedagang disekitar pantai impos di desa medana kecematan tanjung kabupaten lombok utara maka dapat di simpulkan sebagai berikut: (1) Rata- rata pendapatan harian pedangang disekitar pantai impos desa medana kecamatan tanjung adalah sebesar Rp. 332.000 perhari. (2) Pengembangan obyek wisata Pantai impos memberikan pengaruh positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat yang terdiri dari meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha. Dengan adanya pengembangan wisata Pantai impos masyarakat berinisatif membuka usaha. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi wisata mendapat pekerjaan tambahan sebagai pedagang makanan, dan minuman, serta penyedia jasa berupa fasilitas yang di sewakan untuk wisatawan seperti Penginapan atau Home Stay, Warung makan. (3). Faktor Pendukung Dan Penghambat kunjungan wisatawan pantai impos terhadap pendapatan pelaku usaha sekitar pantai impos sebagai berikut: a. Kualitas Sumber Daya Manusia b. Ketersediaan Sarana dan Prasarana c. Kurangnya kesadaran pengunjun

    KONSEP QUADRSUPLE HELIX DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kasus Kelompok Usaha Kopi Desa Rempek Darussalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara)

    Get PDF
    Konsep Quadruple Helix merupakan kolaborasi dari empat sektor yaitu Pemerintah (government), Swasta (private), Akademisi (accademician), masyarakat (civil society). Keterlibatan dan kinerja yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan dalam peningkatan taraf hidup masyarakat Desa Rempek Darussalam melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah yaitu pelaku usaha kopi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat telah diupayakan oleh berbagai pemangku kebijakan mulai dari pemerintah, swasta/dunia usaha, akademisi dan masyarakat, walaupun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki mulai dari pemerintah dan swasta/dunia usaha yang masih kurang optimal dan kaku bahkan masih kurang aktif khususnya dalam memberikan pelatihan dan pemberian permodalan, serta dari sisi akademisi yang masih kurang efektif dalam pelatihan, pendampingan, sosialisasi digital marketing. Sehingga Konsep Quadruple Helix dalam pengembangan usaha kopi Desa Rempek Darussalam untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat masih belum terlaksana

    WEWENANG KEPOLISIAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI KASUS POLRES KOTA BIMA)

    Get PDF
    Penilitian ini bertujuan untuk (1) Agar dapat Mengetahui Wewenang Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana Narkotika, (2) Agar dapat mengetahui Hambatan kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana narkotika, (3) Untuk mengetahui apa saja upaya kepolisian polres Kota bima dalam mencegah terjadinya tindak pidana narkotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan jenis studi lapangan. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, wawancara interview, dan studi kepustakaan buku. Simpulan Penelitian ini adalah: (1) Wewenang Kepolisian Polres kota bima dalam penyidikan tindak pidana narkotika adalah penangkapan, penggeledahan, penahanan dan penegakan hukum, Penangkapan Tindak pidana narkotika tertera dalam UU NO. 35 tahun 2009 tentang (UU Narkotika), (2) Hambatan kepolisian polres kota Bima dalam melakukan penyidikan Narkotika karena baranya kecil sehingga menyulitkan kepolisian, kepolisian harus benar-benar memastikan pelaku bahwa sudah benar-benar menguasai barang, (3) Kepolisian Polres Kota Bima melakukan upaya preemtif, Preeventif dan resperesif dalam upaya mencegah dan mnanggulangi terjadinya tindak pidana narkotika

    PERANCANGAN JEMBATAN SAMOTA SUMBAWA DENGAN MENGGUNAKAN BALOK I-GIRDER STATIS TAK TENTU PRATEGANG

    Get PDF
    Jembatan Samota merupakan salah satu jembatan beton yang terletak dijalan bypass samota, Labuan Sumbawa, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Jembatan ini memiliki bentang 80 m dan lebar jalan 7 m yang dirancang tanpa pilar. Jembatan ini menggunakan beton prategang sebagai konstruksi utamanya dengan sistem balok sederhana Dalam tugas akhir ini dilakukan perencanaan ulang jembatan Samota menggunakan balok I-girder dengan sistem statis tak tentu prategang. Perencanaan struktur jembatan ini, direncanakan dengan bentang jembatan yang dibagi dua bentang masing-masing 40 m, ditopang dengan 2 buah abutment dan sebuah pilar pada tengah bentang jembatan. Perencanaan jembatan ini dimulai dengan pengumpulan data-data yang diperlukan seperti panjang dan lebar jembatan, lebar jalan, lebar trotoar, data tanah dan lain-lain. Dari data-data perencanaan dilakukan preliminary design penampang dan perhitungan pembebanan yang ditinjau berdasarkan Standar Nasional Indonesia yakni SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016. Selanjutnya dilakukan kontrol tegangan, lendutan, momen, dan geser, juga melakukan perhitungan penulangan balok girder. Hasil analisis didapatkan balok I-girder yang digunakan memiliki tinggi 2,10 m berdasarkan bridge product by PT. Waskita Beton, luas penampang I-girder 0,752 m2, momen inersia 0,0762 mm4. Menggunakan 5 buah tendon, pada setiap tendon terdiri dari 12 strands dengan diameter strand 15,24 mm dengan spesifikasi BBR VT CONA CMI SP. Beban yang diterima balok I-girder adalah 1805,52 kg/m, beban mati sendiri; 2992,20 kg/m, beban mati tambahan; 303,291 kg/m, beban truk; 31500 kg, beban lajur “D”; 1144,688 kg/m dan 12691 kg, untuk gaya rem; 1125 kg, beban angin; 150,171 kg/m dan 859,47kg/m untuk beban gempa. Total kehilangan prategang yang dihasilkan sebesar 3964,911 kN dengan persentase 30,852%

    ANALISA SIFAT FISIK DAN MEKANIK MATERIAL PADA QUARRY DI PULAU LOMBOK SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF TIMBUNAN SUBGRADE JALAN

    Get PDF
    Tanah merupakan lapisan paling atas dari lapisan bumi. Tanah sendiri memiliki ciri khas dan sifat-sifat yang berbeda antara tanah di suatu lokasi dengan lokasi yang lain. Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari material induk yang sudah mengalami proses lanjut, karena perubahan alami di bawah pengaruh air, udara, dan macam-macam organisme baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bahan galian yang berupa tanah timbunan untuk menentukan kelayakannya sebagai bahan timbunan biasa atau timbunan pilihan berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2018. Pengujian di lakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Mataram yaitu menentukan sifat fisik dan mekanik tanah, sampel tanah yang diambil dari Quarry Selojan, Quarry Sintung dan Quarry Karang Sidemen Lombok Tengah. Adapun pengujian sifat fisik yang akan dilakukan diantaranya adalah pengujian kadar air, berat volume tanah, berat jenis tanah, analisa saringan dan hidrometer, batas Atterberg. Sedangkan untuk pengujian sifat mekanik adalah pengujian pemadatan, CBR tanpa rendaman dan CBR rendaman. Hasil dari pengujian sifat fisik dan mekanik tanah untuk Quarry Selojan diperoleh indeks plastisitas 2.2%, lolos saringan No. 200 sebesar 11.32%, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan Unified sebagai SM-SC dan AASTHO sebagai A-2-4 dengan nilai CBR sebesar 44.93% > 6% yang menunjukkan bahwa Quarry Selojan memenuhi standar sehingga layak digunakan sebagai tanah timbunan biasa maupun timbunan pilihan. Sedangkan Quarry Sintung memiliki indeks plastisitas 1.1%, lolos saringan No. 200 sebesar 9.96%, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan Unified sebagai SM-SC dan AASTHO sebagai A-2-4, dengan nilai CBR sebesar 43.59% > 6% yang menunjukkan bahwa Quarry Sintung memenuhi standar sehingga layak digunakan sebagai tanah timbunan biasa maupun timbunan pilihan. Dan Quarry Karang Sidemen memiliki indeks plastisitas 1.9%, lolos saringan No. 200 sebesar 21.12%, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan Unified sebagai SM dan AASTHO sebagai A-2-4 dengan nilai CBR sebesar 38.26% > 6% yang menunjukkan bahwa Quarry Karang Sidemen memenuhi standar sehingga layak digunakan sebagai tanah timbunan biasa maupun timbunan pilihan

    UJI EFEKTIFITAS MESIN PENCACAH DAUN TEMBAKAU DENGAN MODIFIKASI MATA PISAU

    Get PDF
    Tanaman tembakau merupakan tanaman tropis yang dapat hidup pada rentang iklim yang luas. Dalam pengolahannya daun tembakau membutuhkan waktu dan tenaga kerja sehingga dibutuhkan mesin pencacah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan satu mata pisau dan tiga mata pisau dengan satu mesin pencacah, dan mengetahui efektifitas hasil uji kinerja satu mata pisau dan tiga mata pisau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan cara merancang mesin pencacah daun tembakau dan di lakukan uji kinerja. Pengujian dilakukan dengan berat bahan yang berbeda-beda pada masing-masing perlakuan; P1: daun tembakau 1 kg P2: daun tembakau 1,5 kg dan P3: daun tembakau 2 kg dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa mesin pencacah daun tembakau dengan modifikasi mata pisau dapat dirancang lebih dari satu mata pisau dalam satu mesin penggerak. Dimensi hasil perancangan satu mata pisau terdapat panjang mata pisau bernilai 26,7 cm dan untuk lebarnya bernilai 6,4cm sedangkan untuk tiga mata pisau terdapat panjang bernilai 13 cm dan lebarnya bernilai 3,3 cm. Dari hasil pengujian mata pisau menunjukkan hasil yang berbeda-beda baik kapasitas maupun efisiensi. Hasil pengujian satu mata pisau memiliki kapasitas P1:7,50 g/s. P2: 11,76 g/s. P3: 31,67 g/s, dan tiga mata pisau kapasitasnya P1 : 7,14 g/s. P2 : 11,11 g/s. P3 : 19,23 g/s. Sedangkan tingkat efesiensi hasil pengujian satu mata pisau P1: 90%. P2 : 80%, dan P3: 86% dan tiga mata pisau P1: 60% P2:67%, P3: 75%. Berdasarkan uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian satu mata pisau lebih tinggi dari tiga mata pisau

    4,365

    full texts

    4,409

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ummat Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇