Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4114 research outputs found

    STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA -12 TAHUN KHUSUSNYA MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA SISWA-SISWI KELAS V SD INPRES LILIBA KUPANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Kesehatan mulut merupakan hal yang penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Gigi mempunyai fungsi tersendiri yaitu untuk mengunyah, berbicara serta mempertahankan bentuk muka. Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih belum menjadi perhatian pertama. Akibatnya gigi berlubang atau karies menjadi masalah umum yang dihadapi sebagian besar masyarakat. Gigi yang berlubang selain tidak sehat, pasti dilihat kurang bagus, apalagi bila anak-anak sudah beranjak besar. Menurut RISKESDAS kejadian karies gigi pada usia 10-14 tahun sebesar 41,4% dan di NTT sendiri 43,9%. Hal ini menunjukan bahwa banyak anak usia dini yang mengalami karies gigi. Banyak factor yang dapat menyebabkan karies salah satunya karena perilaku pemeliharaan Kesehatan mulut. Perilaku anak menyikat gigi dengan waktu yang benar hanya sebesar 3,4-4,1%, tidak pernah mengunjungi fasilitas Kesehatan gigi 97,2%, serta pola jajan anak disekolah menjadi factor utama karies gigi pada anak.Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kesehatan gigi dan mulut anak usia- 12 tahun Kususnya Molar Pertama Permanen pada siswa kelas V SD Inpres Liliba Kupang. Metode: Dalam penelitian yang akan digunakan, penulis menggunakan penelitian jenis deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utamanya melakukan survei atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Hasil : Penelitihan menunjukan bahwa tingkat kebersihan gigi dan mulut termasuk kriteria baik sebanyak (82%). tingkat kejadian karies gigi molar satu permanen rata-rata 1 gigi yang mengalami karies,sedangkan gigi yang tidak berkaries sebanyak 3 gigi. Preformen treatmend indeks (PTI) belum ada gigi yang ditumpat atau melakukan penambalan. Tingkat kebutuhan perawatan gigi (RTI) rata-rata 1 gigi. Missing Teeth Indeks (MTI) tidak ada gigi yang di cabut atau indikasi pencabutan

    Pengendalian persediaan obat dengan metode analisis ABC-VEN di apotek medika kota kupang periode juli-desember 2023

    No full text
    Latar Belakang: Pengendalian persediaan obat yang dirancang untuk menentukan tingkat persediaan yang harus di pertahankan, kapan pesanan harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat persediaan dan apakah pesanan dalam jumlah besar harus disimpan. Teknik manejemen material yang harus berhubungan dengan persediaan. Tujuan: untuk mengetahui pengendalian persediaan obat menggunakan metode analisis ABC-VEN di apotek medika. Metode Penelitian : deskriptif retrospektif dengan menelusuri data persediaan dan pemakaian obat tahun 2023 dan data dari hasil kuesioner. Hasil penelitian: berdasarkan analisis ABC pemakaian di peroleh kelompok A sebanyak 7 item (28%), kelompok B sebanyak 4 item (16%) dan kelompok C sebanyak (56%). Berdasarkan analisis ABC nilai investasi kelompok A sebanyak 3 item (12%), kelompok B 7 item (28%) dan kelompok C 15 item (60%) Berdasarkan analisis VEN menunjukan kelompok V sebanyak 5 item (20%), kelompok E sebanyak 15 item ( 60%) dan kelompok N sebanyak 5 item (20%). Berdasarkan analisis ABC- VEN kelompok VA sebanyak 2 item (40%), VB sebanyak 1 item (6,66%), dan kelompok VC (-), EA sebanyak 1 item (20%), EB sebanyak 5 item (33,33), EC sebanyak 1 item (20), NA sebanyak 2 item (40%), NB sebanyak 9 item (60%), NC sebanyak 4 item (80%). Nilai pemakaian, nilai investasi tinggi vital (AAV) sebanyak 1 item obat. Kesimpulan: pengendalian untuk kelompok obat nilai pemakaian tinggi, nilai investasi tinggi dan vital yaitu dengan melakukan pengawasan ketat agar tidak sampai terjadi kekosongan dan perhatian khusus saat penyimpanan

    PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT) DI PUSKESMAS PASIR PANJANG PERIODE JANUARI SAMPAI JUNI 2023

    No full text
    Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran penapasan bagian atas dan bagian bawah yang dapat disebabkan oleh virus, jamur ataupun bakteri. ISPA berlangsung selama 14 hari dan seringkali gejala ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih dari gejala: tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau batuk berdahak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat ISPA berdasarkan jenis obat ISPA dan golongan obat ISPA Untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien ISPA(Infeksi saluran pernapasan akut) di Puskesmas Pasir Panjang Periode Januari sampai Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunderyang didapat langsung dari Puskesmas Pasir Panjang. Berdasarkan jenis dan penggolongan maka didapat hasil penggunaan obat ISPA yang digunakan yaitu jenis obat chlorpeniramine maleate sejumlah 22,30%, parasetamol 21,83%, dexamethasone 14,25%, ambroksol 12,65%, GG 11,34%, vitamin B complex 1,69%, vitamin C 11,05% amoxicillin 4,87%. Sedangkan golongan yang digunakan adalah Antihistamin sebesar 22,30%, analgetik-antipiretik 21,83%, mukolitik 12,65%, multivitamin 12,74% kortikosteroid 14,24%, ekspektoran 11,34 % dan antibiotik sebesar 4,87%. Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis obat ispa yang paling banyak digunakan adalah obat CTM sebanyak 22,30% dan jenis obat yang paling sedikit digunakan adalah vitamin B complex sebesar 1,68% diikuti dengan amoxicillin 4,87% sedangkan golongan yang paling banyak adalah antihistamin sebesar 22,30% dan golongan yang paling sedikit digunakan adalah golongan antibiotic sebesar 4,87

    Formulasi Sabun Mandi Cair Fraksi Metanol - Air Bunga Flamboyan(Delonix regia Raf..)

    No full text
    Latar Belakang : Sabun adalah bahan pembersih tubuh yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari sebagai kebutuhan primer telah banyak dibuat dengan beragam formulasi termasuk dengan penambahan bahan alam. Salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai zat aktif adalah bunga Flamboyan. Tujuan : mendapatkan formula sabun mandi cair fraksi metanol bunga Flamboyan (Delonix reia Raf.) yang memenuhi syarat karakteristik berupa uji pH, uji total bahan aktif, uji organoleptis, uji tinggi busa, uji homogenitas, dan uji alkali bebas. Metode Penelitian : Ekstrak bunga Flamboyan diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 90% kemudian dilakukan fraksi metanol dengan metode cair-cair menggunakan pelarut polar yaitu metanol-air dan non polar yaitu N-Heksan. Hasil dari fraksi dipekatkan diatas waterbath untuk mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak yang telah diperoleh kemudian diformulasikan kedalam bentuk sediaan sabun mandi cair menggunakan metode hot process dengan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu 0,1% b/v dan 1% b/v yang selanjutnya dievaluasi berupa uji pH, uji total bahan aktif, uji organoleptis, uji tinggi busa, uji homogenitas, dan uji alkali bebas. Hasil : Hasil rendemen ekstrak dan rendemen fraksi metanol-air ekstrak bunga flamboyan secara berturut-turut sebanyak 36,958% dan 64,05%. Hasil pengujian karakteristik sabun mandi cair diperoleh hasil uji pH dengan rata-rata pada formula 1 dan 2 yaitu 7,6 dan 7,2, total bahan aktif didapatkan rata-rata pada formula 1 yaitu 2,73% dan formula 2 yaitu 2,86%, organoleptis menunjukkan bahwa sabun mandi ekstrak etanol bunga Flamboyan (Delonix regia Raf..) cair berwarna kecoklatan, berbau khas minyak zaitun, tinggi busa pada formula 1 yaitu 56 mm dan formula 2 yaitu 45 mm, homogenitas dari masing-masing formula yaitu homogen dan uji alkali bebas diperoleh rata-rata formula 1 yaitu 0,27% dan formula 2 yaitu 1,23%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil dari 6 pengujian tersebut uji pH, total bahan aktif, organoleptis, tinggi busa dan homogenitas memenuhi syarat sedangkan uji alkali bebas tidak memenuhi syarat

    Profil Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Pasien Terhadap Pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Baun Amarasi Barat

    No full text
    Tuberkulosis masih menjadi masalah Kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kunci keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam minum obat untuk mencapai kesembuhan, mencegah penularan dan menghindari kasus resistensi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien tuberkulosis tentang pengobatan di Puskesmas Baun Amarasi Barat. Jenis penelitian ini adalah jenis observasi cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukan responden dengan pengetahuan baik 10 responden (76.8%), hal ini sesuai dengan penelitian dimana pengetahuan responden diperoleh dari media massa, dan penyuluhan dari puskesmas. Kategori sikap terdistribusi dalam kategori sangat baik 11 responden (84.8%), sikap berperan bagaimana seseorang berperilaku dan mengambil keputusan dalam proses penyembuhan dan usaha menuntaskan pengobatannya. Kategori kepatuhan terdistribusi dalam kategori baik dengan 8 responden (62%) memiliki kepatuhan pengobatan tinggi, karena pasien cenderung takut terhadap dampak dari penggunaan obat yang tidak teratur

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada NY.N.Y.N umur 19 tahun G1P0A0AH0 Di Puskesmas Oesapa Tanggal 06 April S/D 17 Mei 2024

    No full text
    Latar Belakang: Pada tahun 2021, kematian ibu di Indonesia akan meningkat sebanyak 300 kasus dari tahun 2020 menjadi sekitar 4.400 kematian pada tahun 2021. Sementara itu, angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan NTT, 2019). Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N.Y.N di Pustu Puskesmas Oesapa pada tanggal 06 April sampai dengan 17 Mei 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.N.Y.N di Puskesmas Oesapa , teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: Ny. N.Y.N selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB metode MAL. Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan

    Efektivitas Edukasi Tentang Pentingnya Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anak Dengan TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya angka kejadian tuberkulosis pada anak disebabkan oleh kekebalan tubuh yang rendah, kontak erat dengan pasien TBC lainnya dan juga kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pengobatan TBC. Anak yang terkena tuberkulosis akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan bahkan dapat menyebabkan kematian pada anak-anak. Kepatuhan minum obat merupakan sejauh mana perilaku pasien (dalam hal minum obat, mengikuti diet, atau menjalankan perubahan gaya hidup lainnya) yang harus tepat sesuai resep dari kninisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Gambaran efektivitas edukasi tentang pentingnya minum obat terhadap kepatuhan miinum obat anak dengan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode: Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menilai pengetahuan keluarga tentang kepatuhan minum obat sebeluk dan sesudah edukasi melalui wawancara dan kuesioner serta menilai perilaku keluarga dalam pemberian obat sebelum dan sesudah edukasi melalui lembar observasi. Hasil: Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya minum obat terhadap kepatuhan minum obat anak dengan tuberkulosis , serta memberikan rekomendasi untuk praktik Kesehatan masyarakat dalam kepatuhan minum obat tuberkulosis. Kesimpulan : Dengan demikian, studi ini dapat berkontribusi pada upaya peningkatan kepatuhan minum obat anak dengan tuberkulosis

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny M.N Umur 38 Tahun G2P1A0AH1 Uk 38-39 Minggu dengan kehamilan risiko tinggi Di Puskesmas Oesapa periode 26 februari S/D 23 maret 2024

    Get PDF
    Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Hasil laporan KIA puskesmas Oesapa pada tahun 2023 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yaitu 82.83 persen. Untuk itu diharapkan ke depannya Dinas Kesehatan Kota Kupang akan terus berupaya untuk mempercepat akselerasi penurunan AKI di wilayah Kota Kupang melalui upaya-upaya inovatif lainnya dalam pengawasan ibu hamil, bersalin, dan nifas. (BPS, 2024). Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas hingga bayi baru lahir dengan menggunakan penelaan manajemen kebidanan metode varney dan pendokumentasian SOAP Metode : Menggunakan metode studi penelaan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir d an keluarga berencana. lokasi Studi kasus di Puskesmas Oesapa subjek studi kasus adalah Ny.M.N, di laksanankan pada pada tanggal 26 Februari sampai 23 Maret 2024 dengan menggunakan Format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil : Setelah di lakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny,M. N di Puskesmas Oesapa ibu sudah mengikuti anjuran yang di berikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan konseling KB ibu menggunakan alat kontrasepsi KB implant 3 tahun sebagai KB jangan panjang. Kesimpulan :Asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny,M. N. mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak di temukan kelainan dan penyulit. Kata Kunci : Asuhan, Kebidanan, Berkelanjutan, Kehamilan, Risiko, Tinggi. Referensi: (2018-2024

    Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Rebusan Serai (Cymbopogon Citratus ) Untuk Mengurangi Nyeri Kronis Pasien Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kupang Kota Di Kota Kupang

    Get PDF
    Latar Belakang: Gout Arthritis atau biasa disebut dengan asam urat adalahpenyakit radang sendi yang dapat menimbulkan rasa nyeri, panas, bengkak, dan kaku pada persendian yang disebabkan oleh kandungan asam urat yang berlebih dalam darah. Terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan adalah pemberian terapi kompres hangat air rebusan serai. Metode: Studi ini menggunakan metode studi kasus. Subyek yang digunakan sebanyak 2 orang dengan diagnosa medis Gout Arthritis Instrumen penerapan dalam pengumpulan data menggunakan lembar oservasi dan NRS. Hasil: Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian kompres hangat serai 1 kali sehari selama 3 hari dalam waktu 20 menit setiap pemberian skala nyeri berkurang saat di evaluasi pada hari ketiga dimana pada pasien pertama sebelum intervensi skala nyeri 6 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 2 sedangkan pasien kedua sebelum dilakukan intervensi skala nyeri 6 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri 3. Kesimpulan: Terapi kompres hangat air rebusan serai dapat mengurangi nyeri akut pada pasien Gout Arthritis

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M.I.T G1P0A0 TRIMESTER II DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS ONEKORE ENDE

    Get PDF
    Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb)< 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin <10,5 gr% yang membahayakan kondisi ibu hamil dan janin yaitu abortus, partus prematur, partus lama, perdarahan post partum, syok, infeksi intrapartum/postpartum, kelahiran BBLR, asfiksia neonatorum, IUGR dan kelainan kongenital. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan agar penulis dapat menerapkan asuhan keperawatan pada Ny.M.I.T G1P0A0H0 Trimester II dengan Anemia ringan. Metode : yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Lokasi dan waktu penelitian di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Onekore Ende tanggal 05-07 Februari 2024. Hasil: pengkajian yang dilakukan pada Ny.M.I.T ditemukan masalah keperawatan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan, Gangguan pola tidur, perfusi jaringan perifer tidak efektif .Diagnosa keperawatan yang ditetapkan pada kasus Ny.S.A yaitu perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin, perubahan pola nutrisi berhubungan dengan Peningkatan hormone esterogen dan progesterone yang meningkatkan aktivitas lambung , Gangguan pola tidur berhubungan dengan . Intervensi yang diberikan pada Ny.M.I.T yaitu manajemen nutrisi, perawatan sirkulasi, pola tidur, edukasi kesehatan terkait bahaya anemia pada klien bahwa anemia sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi anemia dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia juga dapat menyebabkan pendarahan pada saat persalinan dan ibu mudah tertular infeksi. Tindakan keperawatan dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 05-07 Februari 2023 dan perawatan selama 3 kali kunjungan rumah terhadap Ny.M.I.T diperoleh hasil bahwa masalah perfusi perifer tidak efektif belum teratasi, masalah perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan belum teratasi dan Gangguan pola tidur teratasi sebagian

    2,329

    full texts

    4,114

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇