E-Jurnal IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Not a member yet
    1104 research outputs found

    Kepuasan Peserta Pelatihan Terhadap Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2023 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  kepuasan peserta pelatihan   terhadap pelaksanaan pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan I tahun 2023  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adapun  pendekatan penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif  dengan metode survei untuk mengetahui  dimensi-dimensi  kepuasan peserta pelatihan. Sedangkan instrumen  untuk pengumpulan data yang diperlukan dengan  menggunakan  media  kuesioner (angket) yang diberikan kepada alumni  pelatihan kepemimpinan pengawas I  tahun 2023 provinsi  Kepulauan Bangka Belitung.  Instrumen penelitian tentang kepuasan peserta pelatihan ini  dinilai kedalam 5 dimensi kualitas pelayanan  yaitu dimensi  tangible, dimensi  reliability, dimensi responsiveness, dimensi assurance   dan dimensi emphaty.  Adapun   hasil penelitian tentang  kepuasan peserta pelatihan terhadap  pelaksanaan  pelatihan kepemimpinan pengawas   Angkatan I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2023, dimensi tangible, dimensi reliability, dimensi responsiveness  dan dimensi  emphaty semuanya menunjukkan/memperlihatkan nilai/skor   memuaskan. Sedangkan dimensi  assurance  menunjukkan/memperlihatkan  nilai/skor  sangat memuaskan. Adapun  dimensi  memuaskan  tersebut adalah dimensi tangible  dengan nilai skor  4,06, dimensi reliability dengan nilai/skor 4,11, dimensi  responsiveness dengan nilai/skor 4,24,  dan dimensi  emphaty dengan nilai/ skor 4,29, sedangkan dimensi sangat memuaskan yaitu dimensi assurance dengan nilai/skor 4,31. Secara keseluruhan pelaksanaan pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan I  tahun 2023 Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung memuaskan  peserta pelatihan dengan skor/nilai rata-rata sebesar 4,20

    Konsep Toleransi Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim dalam Persepktif Pendidikan Islam

    No full text
    Pendidikan merupakan suatu proses bagi generasi muda untuk dapat menjalani kehidupannya dan mencapai tujuan hidupnya dengan lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar mengajar, karena mengajar hanyalah suatu proses transfer ilmu pengetahuan, sedangkan pendidikan adalah transformasi nilai-nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan dengan pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik di samping juga transfer ilmu dan keahlian. Pendidikan merupakan isu yang akan selalu menarik untuk dikaji, selama masih ada kehidupan manusia di bumi ini. Semua bangsa di dunia mempunyai kepentingan terhadap pendidikan, karena dengannya manusia dapat mengembangkan kebudayaannya dan mewariskannya kepada generasi penerusnya, sehingga pendidikan sering disebut sebagai agen penyebar kebudayaan. Karena dengan pendidikan, manusia dapat menentukan sikap dan perilaku serta langkah ke depan yang harus diambil. Perubahan yang dialami melalui proses pendidikan selalu teratur dan terukur, bukan karena emosi dan ketergesaan yang dialami manusia. Islam merupakan ajaran yang andal menunjukkan arti kerukunan dan keharmonisan

    Motivasi Siswa Dalam Melaksanakan Ibadah Shalat Jum’at (Studi Analisis di SMA Negeri 1 Jebus)

    No full text
    The problem of this research is based on the motivation of students in carrying out Friday prayers is still not good, there is no self-awareness to carry out Friday prayers, because there are still students who do not carry out Friday prayers. Students who do not perform Friday prayers prefer to smoke cigarettes and hang out with friends in hidden places. The purpose of this study is to find out the motivation of students to carry out Friday prayers at SMA Negeri 1 Jebus. This type of research uses descriptive research with a qualitative approach, namely research that views objects as dynamic, and describes a phenomenon as it is. Researchers collect data through interview, observation, and documentation methods as well as in data analysis techniques researchers use data collection, data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The results of this study show that (1) the motivation of students to carry out Friday prayers is self-awareness to worship, school rules and parental teachings that require carrying out Friday prayers, invitations from teachers and friends to worship. (2) Supporting factors for students to carry out Friday prayer services are self-willedness, cohesiveness of teachers and parents in guiding students, providing knowledge about Friday prayers, the presence of cctv in the classroom and gates to monitor students. The inhibiting factors are inadequate facilities and infrastructure, the influence of friends, parents are less assertive, students are lazy to worship, and lack knowledge about Friday prayers

    Kompetensi Pengawas PAI Pada Sekolah di Kabupaten Bangka Barat

    No full text
    Pengawasan Pendidikan Agama Islam (PAI) menduduki peran penting dalam upaya menjamin mutu pendidikan, khususnya dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan. Pengawas PAI pada sekolah di Kabupaten Bangka Barat hanya satu sejak tahun 2017. Berdasarkan PMA No. 2 Tahun 2012 pengawas PAI melaksanakan tugas kepengawasan terhadap paling minimal 20 GPAI pada TK, SD, SMP, dan/atau SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kompetensi supervisi akademik pengawas PAI. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi telah digunakan dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk menjawab dua tujuan penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada kompetensi supervisi akademik adalah 1) Tugas dan fungsi pengawas PAI belum dilaksanakan sesuai dengan regulasi. 2) Kualifikasi pengawas PAI sudah sesuai. 3) Melalui kegiatan MGMP secara umum output GPAI sudah baik. 4) Pengawas berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan. 5) Dukungan pengawas kepada GPAI untuk berinovasi dan berkreasi. Kompetensi supervisi akademik pengawas PAI pada sekolah di Kabupaten Bangka Barat secara umum sudah dilaksanakan dengan baik meski banyak kekurangan dalam pelaksanaannya. Secara praktis penelitian ini memberikan gambaran tentang kendala pengawas PAI dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

    Pemikiran Al-Ghazali Tentang Filsafat Pendidikan Islam Dan Pembentukan Karakter : Relevansinya Untuk Masyarakat

    No full text
    Abstract  Al-Ghazali's thoughts on the philosophy of Islamic education and character building have deep significance and are relevant in the context of society. This article discusses the contribution of Al-Ghazali, a prominent medieval scholar who offered a comprehensive view of education as a means of getting closer to God and character as the core of Islamic education to global religious thought. The main focus is on the purpose of education according to Al-Ghazali, which includes not only the attainment of worldly happiness but also the happiness of the hereafter. The article also explores the moral and ethical values that Al-Ghazali emphasized in character building. By considering the relationship between individual and social responsibility, this study evaluates the relevance of Al-Ghazali's views in facing the challenges of modern society. The practical implications of Al-Ghazali's thoughts on character building and Islamic education are also an integral part of the analysis.  Keywords:  Thought, Al-Ghazali, Philosophy of Islamic Education, Character Building, Relevance for Society Abstrak Pemikiran Al-Ghazali tentang filsafat pendidikan Islam dan pembentukan karakter memiliki signifikansi yang mendalam dan relevan dalam konteks masyarakat. Artikel ini membahas kontribusi Al-Ghazali, seorang ulama terkemuka abad pertengahan yang menawarkan pandangan komprehensif tentang pendidikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan karakter sebagai inti dari pendidikan Islam terhadap pemikiran keagamaan global. Fokus utama adalah pada tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali, yang tidak hanya mencakup pencapaian kebahagiaan dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat. Artikel ini juga menggali nilai-nilai moral dan etika yang ditekankan Al-Ghazali dalam pembentukan karakter. Dengan mempertimbangkan hubungan antara tanggung jawab individu dan sosial, penelitian ini mengevaluasi relevansi pandangan Al-Ghazali dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Implikasi praktis dari pemikiran Al-Ghazali terhadap pembentukan karakter dan pendidikan Islam juga menjadi bagian integral dari analisis ini. Kata Kunci: Pemikiran, Al-Ghazali, Filsafat Pendidikan Islam, Pembetukan Karakter, Relevansi Untuk Masyraka

    PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF UTSMAN BIN ABDULLAH BIN AQIL BIN YAHYA

    No full text
    Abstract: Women have always been an interesting conversation in life, whether it's about fighting for their rights or about rules for women to Islamic views on the position of women in the family and society. The perception that occurs in this community illustrates that each religion and its adherents and society differentiate between men and women are very different. So that these rules are indicated based on religious rules, community rules, and cultural values in society. This study aims to find out about women in the perspective of Uthman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya. The method used is qualitative through literature study based on the book of Uthman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya and various other literature. It can be concluded that some of Uthaman's views are in line with Islamic teachings regarding rules for women. However, there are several things that are contradictory if these rules are related to the current era.   Abstrak: Perempuan selalu menjadi perbincangan yang menarik di kehidupan, baik itu tentang memperjuangkan hak-hak nya maupun mengenai aturan-aturan bagi kaum perempuan hingga pandangan Islam terhadap kedudukan perempuan di keluarga maupun masyarakat. Adanya persepsi yang terjadi pada masyarakat tersebut menggambarkan bahwa setiap agama maupun penganutnya dan masyarakat dalam membedakan laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Sehingga aturan-atuaran tersebut di indikasikan berdasarkan aturan agama, aturan masyarakat, serta nilai-nilai budaya dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai perempuan dalam perspektif Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya. Metode yang digunakan, yaitu kualitatif melalui studi pustaka berdasarkan pada kitab Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya dan berbagai literatur lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Beberapa pandangan utsaman sejalan dengan ajaran Islam mengenai aturan-atuaran bagi perempuan. Akan tetapi terdapat beberapa hal yang bertentangan jika aturan-aturan tersebut dikaitkan di zaman saat ini. &nbsp

    Komunikasi Lintas Agama Dalam Mempertahankan Kerukunan di Rumah Ibadah Puja Mandala Bali

    No full text
    The rise of cases of inter-religious harmony conflicts caused by biased interactions and misunderstandings in communication has sparked serious problems. So, communication should be done in an empathetic and tolerant way. The purpose of this article is to answer concerns about how empathic communication can maintain harmony in the Puja Mandala Worship Complex, Bali, as well as what efforts can strengthen harmony between religious adherents at Puja Mandala, Bali. Data collection was achieved through observation, in-depth interviews, and documentation which will be presented through qualitative research methods. The results obtained, that the negotiation of good relations can be through: interpersonal communication, group communication and mass communication. While efforts to maintain harmony can be seen from; construction of places of worship, foreign aid, celebration of religious holidays and broadcasting of religion. This will extinguish the conflict to the national level

    PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN

    No full text
    Pendidikan dalam Islam (al-Qur’an) memiliki makna sentral dan berarti sebagai sebuah proses pencerdasan secara utuh, “as a whole”, dalam rangka mencapai “sa’adatuddaraini”, kebahagiaan dunia akherat, atau keseimbangan materi ”religious-spiritual”. Salah satu ajaran dasar Nabi adalah intelektualisasi total, yakni proses penyadaran kepada umat dalam pelbagai dimensi dengan “mauidzah hasanah” (wisdom) atau hikmah dan “wajadilhum billati hia ahsan” (excellent argumentation)”. Dari segi pendidikan Nabi mendidik para sahabat dari belenggu jahiliyah, kegelapan spiritual dan intelektual yang mencakup budaya diam “culture of silence” dan kemiskinan terstruktur “structural poverty”. Keluarga adalah kelompok terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat. Oleh karena masyarakat adalah himpunan dari beberapa keluarga maka baik buruknya sebuah masyarakat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Sebaliknya, keluarga yang “amburadul” adalah pertanda hancurnya sebuah masyarakat. Individu-individu yang baik akan membentuk keluarga yang harmonis. Keluarga-keluarga yang harmonis akan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai. Selanjutnya masyarakat-masyarakat yang damai akan mengantarkan kepada negara yang kokoh dan sejahtera. Untuk mewujudkan negara yang kokoh dan sejahtera dimulai dari masyarakat yang damai. Dan untuk menciptakan masyarakat yang damai harus diawali oleh keluarga-keluarga yang baik dan harmonis. Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sejahtera, masyarakat yang baik dan sejahtera menciptakan negara yang baik dan sejahtera pula, maka Islam melalui ayat-ayat al-Qur’an mengisyaratkan untuk memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga. Diantara wujud perhatian kitab suci ini adalah dengan memberi kesempatan bagi keluarga untuk memulainya dengan format pendidikan. Dengan aksentuasi Pendidikan yang dimulai dari dalam keluarga inilah akan menjadikan manusia-manusia yang berpendidikan, beradab dan berbudaya. &nbsp

    Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial

    No full text
    The purpose of this study is to investigate and offer empirical data on the relationship between management accounting information systems and environmental uncertainty in relation to managerial performance. In this study, questionnaires were filled out as part of the survey method of data collecting. 50 middle and low level managers from banks and non-bank financial firms in Metro City and East Lampung made up the study's population. Purposive sampling was utilized during sampling. Structural Equation Model (SEM) with the Partial Least Square (PLS) application program version 4.0.m is the analysis method employed. The study's findings demonstrate that (1) there is no relationship between environmental uncertainty and managerial performance, contradicting the hypothesis. (2) The qualities of information integration significantly improve managerial effectiveness. Meanwhile, managerial performance is unaffected by the information qualities of broad scope, timeliness, and aggregation

    Peran Dewan Pengawas Syariah Terhadap Shariah Compliance di PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung

    No full text
    Sharia Financial Institutions are financial institutions whose operations are based on sharia principles. The existence of a sharia economic fatwa issued by DSN-MUI is a guideline for LKS in running products so that they comply with sharia contracts. To maintain the implementation of sharia principles in LKS, there is a Sharia Supervisory Board as a representative of DSN-MUI whose position is to act as a sharia compliance supervisor whose task is to maintain conformity between DSN-MUI fatwas and practices in LKS. The study in this paper aims to analyze the role of DPS in PT. BPRS Bangka Belitung regarding the implementation of Shariah Compliance then tried to formulate a strategy to optimize this role. among others: DPS in charge is human resources who must have special competence not only in the field of Islamic law but also in the banking sector, structured training for DPS to understand the object of supervision comprehensively, DPS independence in organizational structure is an important issue so that DPS avoids conflict of interest, the intensity of supervision must comply with the rules, DPS must be involved in every contract transaction that occurs so that DPS can carry out supervision at all times. The DPS profession is a profession that is not carried out on a part-time basis. One of the innovations to increase the optimization of the supervisory role, apart from normative solutions, this research also provides a concrete solution in the form of a digital supervision innovation called "LAKUVADEH" (Integrated Validation Accountability and Coordination Service by the Sharia Supervisory Board). This innovation was analyzed using the Deming PDCA Cycle (Plan, Do, Check, Action) metho

    597

    full texts

    1,361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇