E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
3753 research outputs found
Sort by
The Relationship between Clean Water Facilities and Latrine Use with the Incidence of Diarrhea in Toddlers in KB Bagan Percut Village, Percut Village, Deli Serdang
Diarrhea is an environmental-based disease, the factors that cause this disease are influenced by clean environmental sanitation and the use of latrines, because if these two facilities are contaminated, there is a risk of being infected with diarrhea. The aim of this research is to determine the relationship between clean water facilities and the use of latrines with the incidence of diarrhea in toddlers in the KB village of Percut Village. This research was carried out in KB Bagan Percut Village, Percut Village, Percut Sei Tuan District. This type of research is quantitative with the nature of an analytical description with a cross-sectional method. The population in this study was all 256 mothers with toddlers registered at the health center and the total sample in the study was 72 toddlers. Based on the results of the analysis using statistical tests, the data showed that there was a correlation between clean water facilities (p = 0.003) < 0.05 and latrine use (p = 0.000) < 0.05 with the incidence of diarrhea in toddlers in KB Bagan Percut Village, Percut Village, District Percut Sei Tuan. Based on the results of the research, it was concluded that there was a significant relationship between clean water facilities and the use of toilets on the incidence of diarrhea in toddlers in the KB Bagan Percut village in Percut Village, Percut Sei Tuan District. It is recommended that Village Officials and Health workers carry out outreach, outreach and supervision in the procurement and use of clean water facilities and types of toilets that meet the requirements
INVENTARISASI SERANGGA SISTEM FEROMON TRAP & YELLOW TRAP TERHADAP BUDIDAYA TANAMAN
Biodiversitas atau keanekaragaman hayati dapat disebut sebagai suatu system penting pada kehidupan makhluk hidup. Banyaknya jumlah keanekaragaman hayati meliputi berbagai makhluk hidup yang berada di dunia ini, yang beruhubungan antara individu dengan yang lainnya. Serangan serangga parasitisme yang merugikan petani mengakibatkan berkurangnya hasil panen merupakan sebuah landasan dari penelitian ini untuk menginventarisasi serangga yang merupakan parasit dan menguntungkan pada ekosistem budidaya tanaman palawija sehingga petani bisa mengaplikasikan pestisida yang tepat untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Penelitian ini melalui metode berupa identifikasi dari serangga yang di awali dengan melakukan inventarisasi yang paling merusak di tanaman palawija, penelitian ini menggunakan traping yellow yang diletakkan pada lahan persawahan. Pemberian senyawa feromon mengakibatkan serangga jenis kelamin betina akan banyak terperangkap. Identifikasi jenis dan spesies serangga dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang sesuai untuk aplikasi biopestisida yang tepat sasaran. Didapatkan hasil observasi jenis serangga sebanyak 166 Kelimpahan individu serangga terbesar adalah ordo diptera berdasarkan perangkap yang digunakan, jumlah yang berada di Yellow Trap berjumlah 30 dan yang berada di feromon trap berjumlah 136 dari dasar tersebut penentuan pestisida yang ramah lingkungan dapat dilakukan pengaplikasian rekomendasi jenis cendawan Beauverina bassian
TRANSFER PRICING, KOMPENSASI RUGI FISKAL, FINANCIAL DISTRESS, KONEKSI POLITIK DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK
This study aims to determine the effect of transfer pricing, fiscal loss compensation, financial distress, political connections and institutional ownership on tax aggressiveness. The data used in this study are quantitative and secondary data obtained from the company's annual report using purposive sampling technique. The population in this study used 66 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019-2023. Data analysis in this study used multiple linear regression with SPSS 27. The results showed that the transfer pricing, political connection and institutional ownership variable had no effect on tax aggressiveness, while the fiscal loss compensation variable and financial distress had a positive influence on tax aggressiveness
Komparasi Model Struktur dengan Dua Metode (Matriks dengan Cross)
Analyzing the structure using different manual methods certainly has a different flow. The results of the calculation of the structural analysis of each manual method certainly have varying values. Where the analysis will compare the two manual methods, namely the matrix method and the cross method. Based on these differences, a comparative analysis is carried out between the manual method (matrix method) and other manual methods (the cross method) related to the calculation results obtained from each method. The object of study analyzed is the structural model. The analytical method used is the comparative analysis method. This analysis is focused on the comparison of the two methods, namely the matrix method and the cross method in relation to the calculation results of internal forces which will be compared the magnitude and difference as well as the level of the resulting magnitude. The results of the analysis show that the values generated in the two structural analysis methods are not the same. The calculation of the difference between the results of the structural analysis of the two methods on each stem has a different difference value. Based on the frequency value, each internal force in the structural analysis has a different level of magnitude. In all structural models, there is a large difference and a small difference.Menganalisis struktur menggunakan Metode Manual yang berbeda tentu memiliki alur yang berbeda. Hasil perhitungan analisis struktur masing-masing Metode Manual tentu memiliki nilai selisih yang beragam. Dimana analisis tersebut akan mengkomparasikan kedua metode yaitu Metode Matriks dan Metode Cross. Berdasarkan perbedaan tersebut, maka dilakukan analisis perbandingan antara Metode Manual (Metode Matriks) dan Metode Manual lainnya (Metode Cross) terkait hasil perhitungan yang diperoleh dari masing-masing metode. Objek kajian yang dianalisis yaitu model struktur. Metode analisa yang digunakan yaitu metode analisis perbandingan. Analisa ini difokuskan pada perbandingan kedua metode yaitu Metode Matriks dan Metode Cross terkait hasil perhitungan gaya-gaya dalam yang akan dibandingkan besar dan selisihnya serta tingkatan besaran yang dihasilkan. Hasil analisis menunjukkan, nilai yang dihasilkan pada kedua metode analisis struktur tidak sama. Perhitungan selisih hasil analisis struktur kedua metode pada setiap batang memiliki nilai selisih yang beragam. Berdasarkan nilai frekuensi, masing-masing gaya dalam pada analisis struktur memiliki tingkatan besaran yang berbeda-beda. Pada semua model struktur setiap batang ada yang selisihnya besar dan ada yang selisihnya kecil
Penilaian Tingkat Kerentanan Air Tanah Terhadap Pencemaran dengan Metode Simple Vertical Vulnerability (SVV) Di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo Kabupaten Jombang
Bandar Kedung Mulyo District is an area at risk of groundwater pollution due to agricultural activities involving pesticide use and improper disposal of domestic waste. Preventive measures are necessary to protect groundwater from contaminants. One approach is to assess groundwater vulnerability using the SVV Method. This research aims to evaluate the SVV index as an assessment of groundwater vulnerability derived from parameters such as the thickness of the unsaturated zone, percolation value, and the type of material in the saturated zone. The research results indicate variations in groundwater vulnerability levels, with SVV index values ranging from 11.55 to 47.89 over the five-month study period. There are three classifications of groundwater vulnerability levels: medium (35-65) and high (24-35) with an area percentage of 9 – 10% each. Very high vulnerability (≤ 24) dominates with a percentage of 81 – 82% of the area. The percentage of areas with very high vulnerability decreased, while areas with medium and high vulnerability increased each month. This is due to the decreasing depth of groundwater each month.Kecamatan Bandar Kedung Mulyo merupakan kecamatan dengan risiko terdapat pencemaran air tanah akibat aktivitas pertanian dengan penggunaan pestisida dan kegiatan membuang limbah domestik sembarangan. Perlu adanya upaya preventif untuk melindungi air tanah dari kontaminan. Salah satunya adalah menilai tingkat kerentanan air tanah dengan Metode SVV. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks metode SVV sebagai penilaian kerentanan air tanah yang dihasilkan dari parameter seperti ketebalan zona tidak jenuh air, nilai perkolasi, dan tipe material lapisan zona tidak jenuh air. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kerentanan air tanah dengan nilai indeks SVV sebesar 11.55 – 47.89 selama 5 bulan penelitian. Terdapat tiga klasifikasi tingkat kerentanan air tanah. Kerentanan sedang (35 – 65) dan tinggi (24 – 35) dengan persentase luas masing-masing adalah 9 – 10%. Kerentanan sangat tinggi (≤ 24) mendominasi dengan persentase 81 – 82% dari luas wilayah. Persentase area dengan kelas sangat tinggi mengalami penurunan, sementara area dengan kelas sedang dan tinggi meningkat setiap bulannya. Hal tersebut disebabkan oleh parameter kedalaman air yang mengalami penurunan tiap bulannya
MONETARY EXPANSION AND ECONOMIC GROWTH IN NEPAL: A VECM APPROACH
Modeling the relationship between money supply and national output has been one of the main controversial issues of interest for economists, researchers, and policymakers, over the past few years.. Economies worldwide aim to achieve a high output growth rate and stability in the general price level. There are debates between Keynesian and monetarists about the relationship direction between money supply and output. Monetarists argue that changes in the amount of money lead to unexpected changes in nominal income because of money stability. In contrast, Friedman assumes that it is the most stable function. The paper aims to analyze the process of money supply determination in Nepal and to analyze the short-run and long-run relation between money supply and economic growth in Nepal, using time series data, spanning from 1975 to 2023. The econometric model used in this study has been developed based on the quantity theory of money model, but the model is modified to accommodate other independent variables that influence economic growth. The study reveals that the money multiplier in Nepal is constant and also affected by the cash reserve ratio, indicating that the monetary policy variables can influence the money supply in the case of Nepal. Engle-Granger cointegration results reveal that there exists a long-run relationship between real GDP with broad money supply (M2) and narrow money supply (M1) at a 1 percent level of significance and with gross fixed capital formation (GFCF) at a 5 percent level of significance, but the results show that there is no any long-run relationship between real GDP and government capital expenditure. The VCEM results show that NGDP as a dependent variable was observed to be statistically significant with broad money supply (M2), at a 10 percent level of significance, implying the existence of long-run causality was observed from broad money supply to real GDP
IMPLEMENTASI MBKM PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DALAM MEWUJUDKAN SELF IMPROVEMENT MAHASISWA (STUDI PADA PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA 3 INBOUND UNIVERSITAS ANDALAS)
Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka merupakan inovasi pembelajaran untuk memberikan pengalaman belajar di luar kampus kepada mahasiswa, salah satu programunggulannya adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui dan mendeskripsikan ketercapaian Implementasi MBKM Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dalam mewujudkan Self Improvement mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif dan fokus penelitian yang digunakan dari Grindle (1980) bahwa keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh Content Of Policy yang meliputi: Interest Affected, Type of Benefits, Extent of Change Envinsion, Site of Decision Making, Program Implementer dan Resources Commited. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pengembangan diri yang baik dirasakan mahasiswa setelah mengikuti program ini, salah satunya mahasiswa merasa menjadi pribadi mandiri dan mampu beradaptasi dalam lingkungan sosial. Selain itu mahasiswa mendapatkan wawasan kebangsaan yang beragam melalui koneksi pertemanan luas dari mahasiswa berbagai daerah Indonesia. Namun dalam pelaksanaan program terdapat beberapa kendala terjadi, seperti website resmi program yang sering eror, bantuan biaya hidup yang telat cair dan kendala yang disebabkan oleh pelaksana, seperti: miskomunikasi, perbedaan pendapat serta kurang optimal dalam melakukan tugas dan tanggung jawab.
Kata Kunci: Implementasi, MBKM, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Self Improvemen
SISTEM INFORMASI DATA INTEGRASI DESA BERDAYA (DIGDAYA) DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN DATA KEPENDUDUKAN
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 mengharuskan pengembangan sistem informasi desa oleh pemerintah daerah. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memainkan peran kunci dalam inovasi desa. Salah satu inovatifnya adalah Sistem Informasi DIGDAYA, yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan data daninformasi di desa, meningkatkan efisiensi, dan memberikan pelayanan yang efektif dan relevan. DIGDAYA mengintegrasikan berbagai jenis data kependudukan untuk mendukung pengelolaan data dan pembangunan di desa, meningkatkan efisiensi, aksesibilitas informasi, serta transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem informasi data integritas desa berdaya (digdaya) dalam mendukung pengelolaan data kependudukan (studi di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten sumenep) Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sistem informasi desa data integritas desa berdaya (DIGDAYA) telah membantu desa dalam mempermudah pengelolaan data kependudukan dengan lebih efisien dan akurat. data seperti jumlah penduduk, data kelahiran, kematian, dan informasi lain yang relevan dapat diakses dan dikelola dengan lebih mudah.. Berdasarkan hal tersebut bahwa adanya digdaya telah mempermudah dalam melakukan perencanaan pengawasan dan pengarahan,meningkatkan efisiensi dan efektivitas, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen, Pengelolaan Data Kependudukan, Pemerintahan Des
Dari Panggung ke Kebijakan Musik sebagai Media Advokasi dan Partisipasi Politik Kaum Muda
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana musik digunakan sebagai media advokasi dan bentuk partisipasi politik kaum muda di Sulawesi Selatan. Dalam konteks menurunnya kepercayaan terhadap jalur politik formal, musik hadir sebagai sarana alternatif untuk menyuarakan kritik, harapan, dan aspirasi sosial-politik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap berbagai karya ilmiah, dokumentasi pertunjukan musik, serta wacana-wacana populer di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik, terutama yang diproduksi oleh komunitas dan musisi muda, memainkan peran penting dalam membentuk opini publik dan mengkonsolidasikan solidaritas sosial terhadap isu-isu seperti korupsi, ketidakadilan, dan lingkungan. Namun, partisipasi ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam mekanisme pemerintahan daerah secara formal. Oleh karena itu, perlu ada upaya kolaboratif antara pemerintah dan komunitas musik untuk menciptakan ruang partisipatif yang lebih inklusif, di mana ekspresi budaya tidak hanya dirayakan, tetapi juga diberdayakan sebagai instrumen demokrasi.
Kata kunci: Musik, Partisipasi Politik, Advokasi, Kaum Muda, Kebijakan Publik, Sulawesi Selata
KETERCAPAIAN KALENDER EVENT SUMENEP TAHUN 2023 DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT (STUDI PADADINASKEBUDAYAAN,PEMUDA,OLAHRAGADANPARIWISATAKABUPATENSUMENEP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian kalender event Sumenep 2023 di Kabupaten Sumenep. Kabupaten Sumenep memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih perlu upaya maksimal dalam pengelolaan dan pemasaran event-event wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait guna memperoleh data sepanjang tahun 2023. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas kalender event sebagai strategi pengembangan pariwisata lokal. Dengan mengetahui sejauh mana ketercapaian kalender event Sumenep 2023 dalam perspektif pembangunan berbasis masyarakat di Kabupaten Sumenep, diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan dan perencanaan yang lebih baik untuk event-event mendatang, dan dapat menjadi sumbangan penting dalam mengembangkan potensi pariwisata Kabupaten Sumenep dan meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata unggulan.
Kata Kunci : Kalender Event, Pembangunan berbasis masyarakat