Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

    Abstrak

    Get PDF

    Sastra, Kota, dan Sumatera Barat: Perubahan Masyarakat Perkotaan dalam Karya Sastra

    Get PDF
    Banyak penulis karya sastra dalam sastra Indonesia modern berasal dari Sumatera Barat. Sebagian karya sastra itu membahas persoalan masyarakat di Sumatera Barat. Artikel ini menelisik sebagian persoalan yang menjadi perhatian dari karya sastra yang dibahas, dalam kaitannya dengan persoalan urban atau perkotaan. Secara umum, tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana perubahan sosial budaya yang diakibatkan oleh arus urbanisasi dan modernisme yang terjadi dan dialami oleh masyarakat Sumatera Barat. Secara khusus, karya sastra yang dibahas dalam artikel adalah prosa yang ditulis oleh para pengarang dari Sumatera Barat. Dengan demikian, pandangan para pengarang Sumatera Barat terhadap perubahan dan dinamika masyarakat kota yang ada di provinsi ini menjadi fokus tulisan ini, karena mereka mewakili masalah-masalah yang muncul dari lingkungan paling dekat dari pengarang. Dari pembacaan karya yang dibahas, persoalan pendidikan, kemiskinan, hubungan antar individu,perubahan kebiasaan, gaya hidup modern, hingga kebudayaan dan pengelolaannya menjadi persoalan yang diungkap dalam karya sastra. Resistensi terhadap pengaruh kehidupan kota dalam hubungannya dengan masyarakat pedesaan atau kampung, juga menjadi sebuah persoalan yang selalu tarik menarik dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membuktikan bahwa karya sastra berfungsi sebagai medium yang penting untuk mengkritik pembangunan dan perubahan dari kehidupan masayarakat di perkotaan

    PENGUNGKAPAN BUDAYA SUKU ANAK DALAM MELALUI KOSAKATA BAHASA KUBU

    Get PDF
    Bahasa dan budaya merupakan dua aspek  kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan  sarana untuk mengekspresikan budaya suatu bangsa.  Hal itu menyebabkan kosakata suatu bahasa menyandikan berbagai kegiatan penuturnya, antara lain, kegiatan sosial, seni, dan budaya. Tulisan ini menjawab pertanyaan: (a)  Bagaimana realitas budaya Suku Anak Dalam yang   tersandi dalam data linguistik bahasa Kubu?  (b) Kosakata apa saja yang dapat menyandikan  budaya  Suku Anak Dalam yang tinggal di Bukit Dua Belas,  pedalaman Provinsi Jambi? Data tulisan ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan  teknik perekaman, pemancingan, dan pencatatan. Data dianalisis dengan teori Kramsch (2000), yang menyatakan bahwa bahasa mengungkapkan realitas budaya penutur suatu bahasa.  Tulisan  ini menemukan tiga klasifikasi kosakata yang menyandikan budaya Suku Anak Dalam, yakni (a) kosakata tradisi (b) kosakata pengambilan makanan, (c) kosakata azimat, dan (d) kearifan lokal. Di samping itu, budaya Suku Anak Dalam yang tersandi dalam kosakata  bahasa Kubu, antara lain, basale, melangun, menumbai,  meremu, betilik, berburu, dan penggunaan bendabenda yang berkaitan dengan azimat

    COVER BELAKANG

    No full text

    VITALITAS BAHASA USING BANYUWANGI BERHADAPAN DENGAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2014: KISAH PENYUDUTAN BAHASA USING BANYUWANGI

    Get PDF
    This paper is motivated by the Regulation of the Governor of East Java Number 19 of 2014 about the subject of local language as a local content that is required to be taught in elementary schools/madrasah, Madura and Javanese language. In the regulation, Using language is not included as one of the local contents. Meanwhile, the Local Regulation of Banyuwangi stated that Using language should be thought in elementary schools and junior high schools since 2007. It certainly caused paradox between the Regulation of the Governor and the Local Regulation of Banyuwangi Regency. This paper highlights how Using Bayuwangi language has high language vitality and is able to accommodate with other languages (i.e. Gintangan Village, Rogojampi District, Banyuwangi). The ability of Using language to survive within the society obviously draws questions as to why the Regulation of the Governor is unable to observe from the ethics and emic point of views. The ethics point of view mostly theoretically, which is probably temporary and needed to be verified, while the emic point of view tends to be practical, historical and concrete. A compromised solution may needed to be sought, for example only languages that are truly maintained by its people and proved to have high ethnolinguistic vitality that should be preserved, while others probably should be sacrificed. ABSTRAKMakalah ini bertolak pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 tahun 2014 tentang mata pelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal wajib diajarkan sekolah/madrasah yaitu bahasa daerah Madura dan bahasa Jawa. Di dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur tersebut Bahasa Using tidak diikutsertakan dalama muatan lokal tersebut. Sementara itu, Peraturan Daerah Banyuwangi yang memberlakukan bahasa daerah Using diajarkan di SD dan SMP sejak tahun 2007. Hal ini tentunya timbul paradoks di dalam Peraturan Gubernur dan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Tulisan ini menyoroti bagaimana bahasa Using Banyuwangi memiliki vitalitas bahasa yang tinggi dan mampu berakomodasi dengan bahasa di luar bahasa Using (sampel Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi). Kemampuan bahasa Using yang dapat bertahan di masyarakatnya tersebut tentunya memunculkan pertanyaan mengapa Peraturan Gubernur tidak melihat dari sudut pandangan etik dan emik dalam bahasa. Pandangan etik lebih banyak bersifat teoretis, masih bersifat sementara dan perlu diuji kebenarannya. Sementara pandangan emik lebih bersifat praktis, kesejarahan, dan kenyataan yang konkret. Untuk itu perlu dicari penyelesaian kompromistis, hanya bahasa yang benar-benar dipelihara oleh masyarakatnya, yang terbukti vitalitas etnolinguisnya tinggi, dan yang perlu dilestarikan

    MEDAN MAKNA VERBA MELIHAT DALAM BAHASA MELAYU SANGGAU

    Get PDF
    This study aims to describe the lexeme verb ‘see’ in Sanggau Malay language. The method applied is descriptive in the form of qualitative research. The data in this study are words containing verb meanings ‘see’ in Sanggau Malay language. The source of the data in this study is the Sanggau Malay language spoken by Sanggau Malay speakers. The data collected used images and questionnaires and see proficient involvement. Data collection tools in the form of vocabulary lists, images, note cards, questionnaires, and recording devices. The field of verb meanings in Sanggau Malay consists of 17 lexemes. Of the 17 lexemes, 12 verb lexemes ‘see’ without using tools and 5 verb lexemes ‘see’ using a tool

    Labelisasi Portal Berita Kompas.com terhadap Jennifer Dunn

    Get PDF
    This paper discusses Kompas.com news labelling toward Jennifer Dunn. The research questions that discussed in this paper are how does the form of lexical choices in labelling "pelakor" toward Jennifer Dunn and what ideology was built by Kompas.com in labelling "pelakor" toward Jennifer Dunn? The focus of this paper is the lexical choice found in Kompas.com news labelling toward Jennifer Dunn and the ideology built by Kompas.com. In this paper, the writer uses the method of critical discourse analysis (CDA) by Norman Fairclough (1992) and uses a qualitative descriptive approach. The results of this paper are that Kompas.com news labelling toward Jennifer Dunn is a negative label or a word that has a negative connotation because the word ‘pelakor' is identical with destroying other people's relationship, and the ideologies built by Kompas.com is to perpetuate patriarchally. AbstrakPenelitian ini membahas tentang Labelisasi Portal Berita Kompas.com terhadap Jennifer Dunn. Permasalahan yang dibahas dalam artikel penelitian ini adalah bagaimana bentuk pemilihan kata yang terdapat dalam labelisasi “pelakor” pada Jennifer Dunn dalam Kompas.com dan bagaimana ideologi yang dibangun oleh Kompas.com dalam pelabelan “pelakor” pada Jennifer Dunn? Fokus dari penelitian ini adalah pemilihan kata atau lexical choices yang terdapat pada labelisasi portal berita Kompas.com terhadap Jennifer Dunn serta ideologi yang dibangun oleh Kompas.com dalam pelabelan terhadap Jennifer Dunn. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis wacana kritis (AWK) oleh Norman Fairclough (1992) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah labelisasi yang dilakukan oleh portal berita Kompas.com terhadap Jennifer Dunn adalah label negatif atau kata yang berkonotasi negatif sebab kata pelakor identik dengan perusak hubungan orang lain, serta ideologi yang dibangun oleh Kompas.com adalah melanggengkan nilai patriarki

    Poetic Function of Truck Container Signs in Indonesia

    Get PDF
    In the pursuit of life comfort, human beings will never stop to do various ways with everything close to their surrounding, and language as the primary means of communication is one of tools used to realize this purpose. For the sake of fulfilling, their aesthetic need, human beings often exploit their linguistic ability to produce aesthetic discourses. This paper will try to analyse the poetic functions truck container signs passed over roads in Indonesia. In order to create aesthetic signs, the creators massively exploit various types of rhyming formulas, metaphors, similes, contradictions, hyperboles, literary style diction.    AbstrakDalam upaya menemukan kenyamanan hidupnya, manusia tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai hal terhadap segala sesuatu yang dekat dengan lingkungan hidupnya, termasuk terhadap bahasa yang merupakan alat komunikasi verbal yang paling utama. Untuk memenuhi kebutuhan estetis ini, mereka sering memanfaatkan kemampuan berbahasanya untuk memproduksi wacana-wacana yang estetis. Makalah ini akan berusaha menganalisis fungsi poetik wacana tulisan di bak-bak truk yang melintas di jalan raya seluruh Indonesia. Dalam usaha menciptakan wacana yang estetis, para penciptanya secara masif memanfaatkan formula-formula berirama, metafora, simile, kontradiksi, hiperbola, kata-kata ragam sastra. 

    Ungkapan Keprihatinan dalam “Maklumat Akal Sehat” (Analisis Wacana Kritis terhadap Maklumat Rocky Gerung dkk)

    Get PDF
    This paper seeks to reveal how the use of language in the form of lexical choices in "Maklumat Akal Sehat" when associated to the ideology and academic background of the initiators. This study used Teun van Dijk's Critical Discourse Analysis approach which divides discourse into three dimensions, namely the dimensions of text, social cognition, and social context. From the findings and discussion, it can be concluded that "Maklumat Akal Sehat" are dominant in lexical choices. The emerging lexicon illustrates concerns about democracy in Indonesia. The lexicons that appear are mostly related to politics, law, certain political understandings/ideology, and words that are slightly less prevalent (tunaide, tunakualitas, multimatra), because basically this decree is composed by several figures with different academic background and most of them are activists, writers, human rights watchdogs, lecturers of philosophy, etc. so, those things directly and indirectly influence the lexical choice in the decree.  ABSTRAKTulisan ini berusaha untuk mengungkap bagaimana penggunaan bahasa berupa pilihan leksikal dalam ”Maklumat Akal Sehat” jika dihubungkan dengan ideologi dan latar belakang akademik para penggagasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis Teun van Dijk yang membagi wacana ke dalam tiga dimensi yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dari hasil temuan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa “Maklumat Akal Sehat” dominan pada pilihan leksikal. Leksikon yang muncul menggambarkan keprihatinan terhadap demokrasi di Indonesia. Leksikon-leksikon yang muncul sebagian besar berhubungan dengan politik, hukum, paham/ajaran politik tertentu, dan kata-kata yang sedikit kurang lazim (tunaide, tunakualitas, multimatra), karena pada dasarnya maklumat ini disusun oleh beberapa tokoh dengan latar belakang akademis yang berbeda-beda dan sebagian besar merupakan aktivis, sastrawan, penggiat HAM, dosen filsafat, dan lain-lain sehingga secara langsung dan tak langsung turut memengaruhi dalam pemilihan kata dalam maklumat tersebut

    Medan Makna

    No full text
    Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)is based in ID
    Do you manage Jurnal-el Badan Bahasa (e-Jurnal Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!