E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
    11503 research outputs found

    Analisis Gizi Rumput Laut Anggur (Caulerpa Racemosa) Subsitusi Ikan Layang (Decapterus Ruselli) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi Masyarakat

    Get PDF
    South Sulawesi is the province with the highest production of seaweed, and flying fish is a pelagic fishery resource with significant economic value, contributing predominantly to fisheries production. Both seaweed and flying fish have excellent nutritional value. This research aims to determine the nutritional content of Lawi-lawi seaweed meatballs with flying fish substitution. The method used involves comparing various formulations of Lawi-lawi seaweed and flying fish ratios, namely 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100. The research results reveal the highest carbohydrate content in formula 2 (75:25) at 29.91%, the highest protein content in treatment 0:100 at 20.31%, the highest fat content in formula 3 (50:50) at 11.08%, the highest water content in formula 1 (100:0) at 52.5%, and the highest iron content in formula 3 (50:50) at 24.7860 mg/kg. The Anova test results indicate a significant difference among various formulations in the nutritional content of protein, fat, water, and iron, but there is no significant difference in carbohydrate content. Based on organoleptic hedonic quality tests, Lawi-lawi seaweed meatballs with flying fish substitution are best in formula 4 (25:75) based on color, aroma, texture, and taste. This research concludes that formula 4 (25:75) is the preferred organoleptic formulation, being the most liked formulation. It is recommended to undertake various food diversifications to enhance public interest in consuming good and nutritious food, thereby improving the nutritional status of the community using local food ingredientsSulawesi Selatan merupakan provinsi tertinggi produksi rumput laut dan  Ikan layang merupakan sumber daya ikan pelagis yang mempunyai nilai ekonomis yang memberi kontribusi utama pada produksi perikanan, keduanya memiliki nilai gizi yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi pada bakso rumput laut lawi-lawi subtitusi ikan layang. Metode yang digunakan yaitu dengan membandingkan antara beberapa formulasi perbandingan rumput laut lawi-lawi dan ikan layang antara lain 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100. Hasil penelitian diperoleh kadar karbohidrat tertinggi pada formula 2 (75:25) sebanyak 29,91%, kadar protein tertinggi pada perlakuan 0:100 sebanyak 20,31%. kadar lemak tertinggi pada formulasi 3 (50:50) sebanyak 11,08%,  kadar air tertinggi pada formulasi 1 (100:0) sebanyak 52,5% dan kadar zat besi  tertinggi pada formulasi 3 (50:50) sebanyak 24,7860 mg/kg. Hasil uji  Anova menunjukkan ada perbedaan antara berbagai formulasi yang signifikan kandungan zat gizi protein, lemak, air dan zat besi namun tidak berbeda nyata pada kadar karbohidrat. Berdasarkan uji organoleptik mutu hedonik menunjukkan bakso rumput laut Lawi-lawi (Ceulerpa racemosa) substitusi Ikan Layang terbaik adalah formula 4 (25:75) berdasarkan warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula ke 4 (25:75) merupakan formulasi terpilih secara organoleptik merupakan formulasi paling disukai sehingga direkomendasikan untuk melakukan beberapa diversifikasi pangan guna meningkatkan daya tarik masyarakat dalam mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi untuk memperbaiki status gizi masyarakat berbahan pangan lokal.  &nbsp

    Hubungan Usia Dan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah

    Get PDF
    Low birth weight (LBW) is a condition of the baby who was born less than 2.500 gr regardless of prenancy period. Low birth weight (LBW) are the main problem that contributes perinatal mordibitas rate and perinatal mortality rate. Incidence of low birth weight (LBW) in the Bantul regency are the work area Kasihan I Health Center that found 69 cases. Based on the results of the preliminary study at Kasihan I Health Center, the age of pregnant women and the nutritional status of pregnant women is both factors that contribute to incidence of low birth weight (LBW) at Kasihan I Health Center. This research is to know the correlation between age of pregnant women and nutritional status of pregnant women with incidence of low birth weight in Kasihan I Health Center in 2022. This type of research is analytical observasion with case control design research. The population of this study were all mothers who gave birth to Kasihan I health center in 2020 as many as 36 people. Samples were taken using a saturated sampling of 32 people. The data analysis used is univariate and bivariate analysis. Based on the chi square statistical test, p-value = 0,815 ( p > 0,05), the result show that there was no correlation between age of pregnant women with incidence of low birth weight (LBW), and p-value = 0,014 ( p < 0,05), there was correlation between nutritional status of pregnant women with incidence of low birth weight (LBW). There was no correlation between age of pregnant women with incidence of low birth weight in Kasihan I Health Center in 2022. There was correlation between nutritional status of pregnant women with incidence of low birth weight. Pregnant women can get a nutritional status checking in health facility to prevent LBWBayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan keadaan berat badan bayi yang dilahirkan kurang dari 2.500 gr tanpa memandang masa gestasi. Dalam bidang kesehatan, bayi berat lahir rendah menjadi masalah utama yang berkontribusi meningkatkan angka mordibitas dan mortalitas perinatal. Kemenkes melaporkan bahwa pada tahun 2020 penyebab tertinggi kematian neonatal adalah BBLR. Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) tertinggi se-Kabupaten Bantul terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I yaitu mencapai 69 kasus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan, usia ibu hamil dan status gizi ibu hamil merupakan faktor yang berkontribusi menyebabkan kejadian BBLR di Puskesmas Kasihan I. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dan status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kasihan I Kabupaten Bantul. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di Puskesmas Kasihan I pada tahun 2020 yaitu sebanyak 36 orang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 32 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji statistik chi square diperoleh nilai p-value = 0,815 ( p > 0,05), artinya tidak ada hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian BBLR, dan hasil p-value = 0,014 ( p < 0,05), artinya ada hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR. Tidak terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kasihan I tahun 2022. Ada hubungan antara status gizi ibu dengan kejadian BBLR. Ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan status gizi di fasilitas kesehatan, untuk mencegah kehamilan yang berisiko BBLR.&nbsp

    Pendampingan Belajar Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Tipe HOTS pada Materi Matriks

    Get PDF
    Higher Order Thinking Skills (HOTS) are high-level thinking skills that involve analysis, evaluation and creation. In line with the implementation of a curriculum that emphasizes HOTS development, there are still obstacles in students' ability to face HOTS questions, especially in matrix material. Some students experience difficulty in applying matrix concepts analytically and critically in solving problems that require high-level thinking. This service is assisting class XI students in Package 9 MAN 2 Makassar City, which aims to improve students' abilities in solving HOTS questions on matrix material. The service is carried out with an interactive approach and is based on practical exercises related to HOTS questions. Evaluation of the level of success of service is carried out through learning outcomes tests which include HOTS questions and student response questionnaires. Based on the analysis of learning outcomes tests, the average student score was 58.68 in the medium category. Meanwhile, the results of the analysis of student responses obtained a response percentage of 91,11 in the very positive category. The results of this evaluation show that learning assistance in solving HOTS questions is really needed by students. Thus, service activities are recommended to be carried out on an ongoing basis in an effort to improve students' HOTS abilities.Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang melibatkan analisis, evaluasi, dan mencipta. Sejalan dengan penerapan kurikulum yang menekankan pada pengembangan HOTS, masih terdapat kendala dalam kemampuan peserta didik menghadapi soal HOTS, khususnya pada materi matriks. Beberapa peserta didik mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep matriks secara analitis dan kritis dalam menyelesaikan soal-soal yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi. Pengabdian ini adalah pendampingan peserta didik kelas XI Paket 9 MAN 2 Kota Makassar, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi matriks. Pengabdian dilakukan dengan pendekatan interaktif dan berbasis latihan praktis terkait soal HOTS. Evaluasi tingkat keberhasilan pengabdian dilakukan melalui tes hasil belajar yang mencakup soal HOTS dan angket respons peserta didik. Berdasarkan analisis tes hasil belajar diperoleh nilai rata-rata peserta didik sebesar 58,68 dengan kategori sedang. Adapun hasil analisis respons peserta didik diperoleh persentase respons sebesar 91,11 dengan kategori sangat positif. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa pendampingan belajar dalam menyelesaikan soal HOTS sangat dibutuhkan oleh peserta didik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kemampuan HOTS peserta didik

    Behavioristik Bloomfield Pada Film Pendek Bahasa Arab “Muhsin Dan Mahasin” Episode 1-3

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis film pendek berbahasa Arab “Muhsin dan Mahasin” berdasarkan teori behavioristik Bloomfield. Teori behavioristik (Behavioral Theory) ini memfokuskan kajiannya pada aspek perilaku yang dapat diamati secara kasat mata, atau biasanya disebut dengan teori stimulus-respon, yang dimana dalam perilaku berbahasa adalah sebuah stimulus yang akan mengakibatkan sebuah respon tertentu, baik respon yang diinginkan oleh si pemberi stimulus ataupun tidak. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tonton dan catat. Dalam hal ini peneliti memberi batasan data, yaitu episode pertama hingga episode ketiga. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini ditemukannya 10 data; 5 diantaranya merupakan stimulus, dan 5 data yang lain merupakan respon dari stimulus yang diberika

    IMPLEMENTASI PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA MASYARAKAT ISLAM

    Get PDF
    This study discusses the Implementation of the Division of Heritage Assets in the Islamic Community of Papalang District, Mamuju Regency (Case study 2020-2022). From the subject matter, the author formulates several sub-problems. First, the understanding of the Islamic community of Papalang district about inheritance and the second, the problem of the division of inheritance in Papalang District, Mamuju Regency. The type of research that the author uses is field research or can also be called qualitative research, field research carried out by observation methods, interviews, and describing the facts that occur in the field with the legal research approach used, namely the juridical normative approach and the empirical approach, which is an approach related to the Islamic legal view of how the process of inheritance division is. The second approach is an approach related to direct observation made by researchers to see and observe habits in the community about the process of distributing inheritance assets. The results of this study show that in fact, people tend to prefer to divide inheritance with customary and customary laws. This is done by the community for generations because the method used will further minimize disputes between heirs. The custom of the Islamic community in Papalang District was formed due to the lack of understanding of Islamic law which gave birth to the paradigm that the division of inheritance property does not have to be with Islamic law because the obligation is not like other worship services such as prayer, fasting, zakat etc. The implication of this study is that it is expected that all elements can abandon all forms of customs outside of Islamic law. In addition, the government must also take part and play an active role in providing a forum in the form of socialization so that people who do not understand can be enlightened and return to Islamic law. And it is also hoped that this research can provide legal references in the process of dividing inheritance assetsPenelitian ini membahas tentang Implementasi Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Islam Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju (Studi kasus 2020- 2022). Dari pokok masalah tersebut penulis merumuskan beberapa sub masalah. Pertama, pemahaman masyarakat Islam kecamatan Papalang tentang kewarisan dan yang ke dua, problematika pembagian harta warisan di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan merupakan penelitian lapangan (field research) atau bisa juga disebut dengan penelitian kualitatif, penelitian lapangan yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, serta menggambarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan dengan pendekatan penelitian hukum yang digunakan yakni pendekatan normatif yuridis dan pendekatan empiris yaitu pendekatan yang berhubungan dengan pandangan hukum Islam tentang bagaimana proses pembagian warisan. Pendekatan yang kedua yakni pendekatan yang berhubungan dengan observasi langsung yang dilakukan peneliti untuk melihat dan mengamati kebiasaan di masyarakat tentang proses pembagian harta warisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktanya, masyarakat cenderung lebih memilih membagi harta warisan dengan hukum adat dan kebiasaan. Hal tersebut dilakukan masyarakat secara turun-temurun dikarenakan dengan cara yang digunakan itu akan lebih meminimalisir sengketa diantara ahli waris. Adapun kebiasaan masyarakat Islam di Kecamatan Papalang terbentuk karena kurangnya pemahaman hukum Islam yang melahirkan paradigma bahwa pembagian harta warisan tidak harus dengan hukum Islam karena wajibnya tidak seperti ibadah-ibadah yang lain seperti sholat, puasa, zakat dsb. Implikasi dari penelitian ini yakni, diharapkan kepada semua elemen agar dapat meninggalkan segala bentuk kebiasaan-kebiasaan diluar dari syariat Islam. Selain itu, pemerintah juga harus ikut andil dan berperan aktif dalam memberikan wadah dalam bentuk sosialisasi agar masyarakat yang kurang memahami dapat tercerahkan dan kembali kepada syari’at Islam. Dan diharapkan juga penelitian ini dapat memberikan rujukan hukum dalam proses pembagian harta warisan

    An analysis of the Hadith on Hajj Ifrad , as reported by Sunan Al-Nasā'ī, from a Sanadic Critique perspective

    Get PDF
    The main problem which is the focus point of this study is focused on the criticism of sanad, the purpose of which is to find out the truth of hadith from the point of view of authenticity and originality. Then the hadith scholars have attempted to classify and distinguish the hadiths that really come from the Prophet from human words that speak on behalf of the Prophet under the guise of false hadiths. Therefore, the presence of various terms or methods such as takhrij al-hadith greatly facilitates hadith reviewers in determining the status of hadith whether the hadith really originates from the Prophet or not. With this, it can be seen that the perfection of a hadith is if it fulfills the conditions, namely the sanad is continuous, narrated by a just person, narrated by a dhabit person, does not contain syadz or illat. The research method used is (library research) focused on books, books, journals, and applications such as Maktabah Syamilah, Hadis Shoft, Lidwa Pustaka, Tahzīb al-Kamāl fi al-Asmā' Rijāl, Tahzīb at-Tahzīb, Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfādzi al-Hadīs al-Nabawī, and Mausu'ah al-Atrāf al-Hadīs al-Nabawī al-Syarīf. And the steps taken are using two takhrij methods 1) Takhrij by using the first pronunciation of the hadith matan, 2) Takhrij by using one of the pronunciations of the hadith matan.Masalah utama yang menjadi titik fokus kajian ini adalah terfokus pada kritik sanad yang dilakukan tujuannya ialah untuk mengetahui kebenaran hadis dari segi otentisitas dan orisinalitas. Kemudian para ulama hadis telah berupaya mengklasifikasikan dan membedakan hadis-hadis yang benar-benar berasal dari Nabi dari perkataan manusia yang mengatasnamakan Nabi dengan kedok hadis-hadis palsu. Oleh karena itu, hadirnya berbagai term atau metode seperti ilmu takhrij al-hadis sangat memudahkan para pengkaji hadis dalam menentukan status hadis apakah hadis tersebut benar-benar bersumber dari Nabi atau tidak. Dengan ini dapat diketahui bahwa kesempurnaan sebuah hadis apabila memenuhi syarat yaitu sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh orang yang adil, diriwayatkan oleh orang yang dhabit, tidak mengandung syadz atau illat. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu (library research) terfokus pada kitab-kitab, buku, jurnal, serta aplikasi seperti Maktabah Syamilah, Hadīs Shoft, Lidwa Pustaka, Tahzīb al-Kamāl fi al-Asmā’ Rijāl, Tahzīb at-Tahzīb, Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfādzi al-Hadīs al-Nabawī, dan Mausu’ah al-Atrāf al-Hadīs al-Nabawī al-Syarīf. Dan langkag-langkah yang ditempuh ialah menggunakan dua metode takhrij 1) Takhrij dengan menggunakan lafaz pertama matan hadis, 2) Takhrij dengan menggunakan salah satu lafaz pada matan hadis

    Analisis Terhadap Sistem Pemilu Indonesia: dari Proporsional Tertutup ke Proporsional Terbuka

    Get PDF
    Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) sebanyak dua belas kali sejak pemilu pertama 1955 sampai pemilu serentak 2019. Dalam penyelenggaraan pemilu menerapkan sistem perwakilan berimbang (proporsioanl), pemilu 1955, pemilu Orde Baru dan pemilu awal reformasi menerapkan sistem proporsional tertutup, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 22-24/PUU-VI/2008, sistem penentuan calon legislatif terpilih dengan suara terbanyak, pemilu 2009 sampai 2019 menerapkan sistem proporsional terbuka. Perubahan sistem pemilu dari tertutup ke terbuka pada pemilu 2009 merupakan upaya untuk mendekatkan kandidat dengan pemilih, meningkatkan derajat keterwakilan politik dan legitimasi elite terpilih. Sistem proporsional terbuka sebagai pemenuhan nilai-nilai dasar demokrasi agar calon dapat dikenal secara langsung pemilih. Dalam tiga kali pemilu menerapkan sistem proporsional terbuka menghasilkan dua masalah utama yakni politik uang yang massif serta mendelegitimasi fungsi dan peran partai politik, calon terpilih seakan-akan terpisah dari partai yang mencalonkannya. Terhadap dua masalah ini, sekelompok masyarakat mengajukan Judicial Review terhadap sistem proporsional terbuka dan memohon agar dikembalikan ke sistem proporsional tertutup, Mahkamah Konstitusi memutuskan judicial review tersebut melalui Putusan No. 114/PUU-XX/2022 menolak sistem proporsional tertutup dan menguatkan Putusan MK No. 22-24 Tahun 2008 mengenai sistem proporsional terbuka. Pemilu serentak 2024, pemilih tetap memilih calon bukan partai, itu artinya pemilih tetap mengenal calon yang mereka pilih, legitimasi calon terpilih tinggi, tetapi potensi penggunaan uang/barang dalam perebutan suara pemilih akan meningkat. &nbsp

    ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK KELAS 1 DI MI AL-IKRAM BULU KASA KABUPATEN BONE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam membaca permulaan di kelas 1 MI Al-Ikram Bulu Kasa Kabupaten Bone, 2)Menganalisis faktor apa saja yang menghambat peserta didik dalam membaca permulaan di kelas 1 MI Al-Ikram Bulu Kasa Kabupaten Bone. Metode pengumpulan datadilakukan melalui observasi dan wawancara . Teknik pedoman dan analisis data yang digunakan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulandan verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh Peserta didik kelas 1 MI Al-Ikram Bulu Kasa Kabupaten Bone dengan jumlah 15 peserta didik, terdapat 10 peserta didik yangmasih mengalami kesulitan dalam pembelajaran membaca permulaan. Adapun karakteristik kesulitannya yaitu kesulitan mengenal huruf, kesulitan merangkai susunankata, kesulitan dalam mengidentifikasi kata, menghiraukan tanda baca, tidak lancar dalam membaca, tidak memahami isi bacaan. Kemudian, terdapat beberapa faktor yangmenghambat peserta didik dalam membaca permulaan yaitu faktor internal diantaranya kurangnya minat dan motivasi peserta didik, faktor intelektual, dan faktor fisik. Sedangkan pada faktor eksternal yaitu lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga

    PENGARUH METODE MEMBACA NYARING TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN PESERTA DIDIK KELAS II

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh metode membaca nyaring terhadap bacaan peserta didik. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu kelas II MIN 1Polman yang berjumlah 21 peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design yang hanya memilikisatu kelompok subjek dan diberikan perlakuan menggunakan metode membaca nyaring. Teknik analisis data menggunakan uji bahasa Indonesia. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa perhitungan pada hasil belajar Pre-test yaitu hasil yang dicapai nilai rata-rata sebesar -t untuk menguji Pengaruh Metode Membaca nyaring Terhadappemahaman bacaan peserta didik dalam 59 dengan presentase ketuntasan yang tepat sebesar 86%, tidak tepat sebanyak 14% dan setelah menggunakan metode membacanyaring didapatkan hasil belajar Post-test yaitu hasil yang dicapai rata-rata sebesar 75 dengan presentase ketuntasan sebesar 95% dan tidak tuntas sebesar 5 %. Hal inimembuktikan bahwa penggunaan Metode Membaca nyaring dapat meningkatkan pemahaman bacaan peserta didik dalam bahasa Indonesia Kelas 11 MIN 1 Polmankarena kemampuan membaca peserta didik secara keseluruhan mengalami peningkatan dari 86% menjadi 95 %

    KONSEP DAN PERMASALAHAN DALAM LEMBAGA PEMBIAYAAN SYARIAH

    Get PDF
    Abstrak Pembiayaan adalah pendanaan yang diberikan pihak kedua dalam rangka membantu permodalan untuk mengembangkan usahanya. Dengan kata lain pembiayaan menjadi jembatan penghubung antara nasabah dan pihak penyedia modal dalam memberikan akses kredit kepada masyarakat. Disisi lain pembiayaan syariah mampu memberikan nilai-nilai kesepakatan dan tanpa paksaan dalam melakukan akad transaksi yang di inginkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana konsep pembiayaan syariah diterapkan di masyarakat serta di implemntasikan oleh Lembaga pembiayaan syariah sebagai wujud aturan agama. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik wawancara secara mendalam kepada para nasabah Lembaga pembiayaan syariah dalam melihat sejauh mana penerapan akad-akad sesuai kesyariatan yang telah ditentukan sehingga sesuai dengan kaidah-kaidah dan konsep pembiayaan syaraiah yang sudah ada. Temuan peneliitaian ini adalah masih banyak nasabah tidak taat dan tidak ada kemauan dalam melunasi kewajiban pembayaran yang telah diberikan pihak penyedia modal sementara didalam tuntunan syariah nasabah wajib melunasi dan membayar sesuai kesepakatan atau akad yang telah di putuskan secara bersama-sama, juga masih ditemukan nasabah tidak sesuai dengan peruntukan yakni, dipakai untuk konsumsi padahal sudah jelas pembiayaan syariah ini meng cover mereka yang kekurangan modal usaha untuk dapat terbantu dari segi permodalan dalam mengembakan usaha. Kata Kunci: Konsep pembiayan syariah, permasalahan, kesesuaian.   Abstract Financing is funding provided by a second party in order to assist with capital to develop the business. In other words, financing becomes a bridge between customers and capital providers in providing credit access to the public. On the other hand, sharia financing is able to provide agreed values and without coercion in carrying out the desired transaction agreement. The aim of this research is to see to what extent the concept of sharia financing is applied in society and implemented by sharia financing institutions as a form of religious rules. This research uses qualitative research methods with in-depth interview techniques with customers of sharia financing institutions to see the extent to which contracts are implemented in accordance with predetermined sharia law so that they are in accordance with existing sharia financing rules and concepts. The findings of this research are that there are still many customers who are disobedient and do not have the will to pay off the payment obligations that have been given by the capital provider, while according to sharia guidelines, customers are obliged to repay and pay according to the agreement or contract that has been decided jointly, it is also still found that customers do not according to its intended purpose, namely, it is used for consumption, even though it is clear that this sharia financing covers those who lack business capital to be helped in terms of capital in developing their business. Keywords: Sharia financing concept, application, suitability

    12,822

    full texts

    14,464

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇